Analisis Identifikasi Bahaya Kecelakaan Kerja Menggunakan JSA dengan Pendekatan HIRA pada Aktivitas Penambangan Batuan di PT. KRP, Kerinci, Jambi
PT. Kuarindo Rizky Prima merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan bahan galian batuan sirtu di Kabupaten Kerinci, Jambi. Dalam pelaksanaan aktivitas pertambangannya, PT. KRP belum menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik terutama pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran K3 baik berupa kondisi tidak aman (KTA) maupun tindakan tidak aman (TTA). Sebagai upaya penerapan peraturan perundang-undangan pada Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 Pasal 14 maka PT. KRP perlu menerapkan manajemen risiko berupa identifikasi bahaya (Hazard Identification) dan penilaian risiko (Risk Assessment) untuk menentukan prioritas pengendalian risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan menentukan rekomendasi pengendalian risiko dari setiap bahanya kecelakaan kerja. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada aktifitas penambangan batuan di PT. KRP yaitu pada tahapan loading, hauling & dumping. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aktivitas pekerjaan loading, hauling & dumping terdapat 57 jenis potensi bahaya dengan rincian 12 risiko kategori very high, 26 risiko kategori substansial, dan 12 risiko dengan kategori priority 3. Prioritas pengendalian risiko ditentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada. Rekomendasi pengendalian ditetapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko pertambangan minerba sesuai Kepdirjen minerba KESDM No.185.K/37.04/DJB/2019 yaitu pengendalian rekayasa seperti eliminasi, subtitusi, dan isolasi, pengendalian administrasi seperti pemasangan rambu peringatan, pengendalian praktik kerja seperti job safety analysis, standar operating procedure, dan pelatihan (training) serta pengendalian APD dengan pemenuhan alat pelindung diri bagi para pekerja.