Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Bahaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengendalian Risiko dan Keselematan Kerja dengan Metode Job Safety Analysis di PT. Bohai Drilling Service Indonesia (BDSI)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ditemukan kurang lebih 10 jenis kecelakaan yang terjadi saat aktivitas pekerjaan pemboran. Setiap aktivitas kerja memiliki risiko munculnya bahaya yang menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan Menganalisis presentase frequency rate dan severity rate kecelakaan kerja, melakukan analisis penyebab kecelakaan kerja, Menganalisa dan membuat metode Job Safety Analysis untuk kasus kecelakaan kerja. Objek penelitian adalah beberapa aktivitas pekerjaan pemboran yang mengandung risiko bahaya. Teknik pengumpulan data studi literatur, observasi, wawancara, kuesioner hingga dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan persentase frequency rate pada tahun 2022 sebesar 50%, sedangkan tahun 2023 sebesar 33.33% dengan severety rate masing-masing sebesar 200%. Dalam kasus kecelakaan kerja pada saat pengoperasian pengangkatan pipa pemboran yaitu pekerja tidak mengerti dengan bahaya pekerjaan saat pengangkatan pipa pemboran, karena pekerja new hire, kemudian karna kondisi lingkungan yang tidak tertata rapi. Kegiatan pengoperasian pengangkatan pipa pemboran diperoleh pengendalian risiko dengan metode Job Safety Analysis yaitu dengan menggunakan Hand of Tool, dan memaksimalkan Penggunaan Hand Glove Heavy Duty (HDHG) untuk menghindari banyaknya cedera tangan serta menggunakan tali pemandu tag line untuk menghindari drop objek saat kegagalan pengangkatan.

94 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Management Keselamatan Kerja pada Aktivitas Loading, Hauling dan Dumping Batubara dengan Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control (HIRADC)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keselamatan kerja adalah suatu daya upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan nyaman agar terhindari dari kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Statistik kecelakaan pada PT X tahun 2021 ada 75 kasus kecelakaan. Faktor yang mempengaruhi dari kecelakaan kerja yaitu faktor jarak tempuh yang jauh, faktor kondisi manusia yang kelelahan dan juga faktor lingkungan dimana disekitar jalan masih banyak terdapat hutan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisa tingkatan risiko dari potensi bahaya dan melaksanakan pengendalian terhadap risiko loading, hauling dan dumping. Dari hasil penilaian pada aktivitas loading, hauling dan dumping terdapat tujuh kegiatan utama yang memiliki 38 potensi bahaya kecelakaan kerja, dari 38 potensi bahaya tersebut memiliki risiko/dampak sebanyak 63 dampak baik keselamatan maupun lingkungan. Dampak dari bahaya kerja tersebut dapat dilakukan penilaian melalui risk marix yaitu tingkat penilaiannya rendah (low) ada 14 potensi bahaya kecelakaan kerja tingkat sedang (moderate) ada 18, tingkat tinggi (high) ada 20 potensi bahaya dan tingkat sangat tinggi (extreme) ada 11 potensi bahaya. Metode pengendalian menggunakan Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control (HIRADC).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Identifikasi Bahaya Kecelakaan Kerja Menggunakan JSA dengan Pendekatan HIRA pada Aktivitas Penambangan Batuan di PT. KRP, Kerinci, Jambi

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Kuarindo Rizky Prima merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan bahan galian batuan sirtu di Kabupaten Kerinci, Jambi. Dalam pelaksanaan aktivitas pertambangannya, PT. KRP belum menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik terutama pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran K3 baik berupa kondisi tidak aman (KTA) maupun tindakan tidak aman (TTA). Sebagai upaya penerapan peraturan perundang-undangan pada Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 Pasal 14 maka PT. KRP perlu menerapkan manajemen risiko berupa identifikasi bahaya (Hazard Identification) dan penilaian risiko (Risk Assessment) untuk menentukan prioritas pengendalian risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan menentukan rekomendasi pengendalian risiko dari setiap bahanya kecelakaan kerja. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada aktifitas penambangan batuan di PT. KRP yaitu pada tahapan loading, hauling & dumping. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aktivitas pekerjaan loading, hauling & dumping terdapat 57 jenis potensi bahaya dengan rincian 12 risiko kategori very high, 26 risiko kategori substansial, dan 12 risiko dengan kategori priority 3. Prioritas pengendalian risiko ditentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada. Rekomendasi pengendalian ditetapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko pertambangan minerba sesuai Kepdirjen minerba KESDM No.185.K/37.04/DJB/2019 yaitu pengendalian rekayasa seperti eliminasi, subtitusi, dan isolasi, pengendalian administrasi seperti pemasangan rambu peringatan, pengendalian praktik kerja seperti job safety analysis, standar operating procedure, dan pelatihan (training) serta pengendalian APD dengan pemenuhan alat pelindung diri bagi para pekerja.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Detektor Konsentrasi Gas Metana Berbasis Sensor MQ2

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tambang bawah tanah adalah suatu tambang yang kegiatan kerjanya di bawah tanah atau tidak secara langsung berhubungan dengan udara luar, oleh karena itu tambang bawah tanah memilki tingkat resiko yang sangat besar terjadinya kecelakaan dibandingkan dengan tambang terbuka. Kecelakaan pada tambang bawah tanah disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecelakaan yang salah satu faktornya adalah gas metana, gas jenis ini memiliki karakteristik tidak berwarna dan tidak berbau namun sangat mudah meledak. Hampir setiap kejadian kecelakan yang terjadi di tambang batubara khususnya di Sawahlunto umumnya disebabkan oleh gas metana yang mengakibatkan terjadinya ledakan di dalam lubang tambang, oleh sebab itu gas metana harus dipantau setiap saat dan untuk memperkecil tingkat kecelakan ledakan tambang kita bisa melakukan pengecekan setiap saat dengan cara membuat atau merancang alat pendeteksi konsentrasi gas metana yang dapat dipasang atau ditempatkan disetiap front penambangan. Alat detektor konsentrasi gas metana ini menggunakan beberapa komponen elektronika yang diantranya dalah sensor yang bertipe MQ2 sebagai pendeteksi konsentrasi gas metana, arduino nano sebagai otak atau pengatur, LCD sebagai menampilkan konsentrasi gas metana yang berupa angka, LED sebagai indikator tingkat konsentrasi gas metana dimana dalam alat ini menggunakan tiga buah LED yang terdiri dari warna biru apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 0%-1%, warna hijau apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 2%-4%, warna merah apabila konsentrasi gas metana 5% ke atas.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail