Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WAHYUDI

15 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 22023: 42022: 12021: 22019: 32018: 1

ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM : Berbasis Studi Kasus

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku "Analisis & Perancangan Sistem Berbasis Studi Kasus" adalah panduan komprehensif yang memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan analisis dan perancangan sistem secara efektif. Dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk memahami konsep-konsep fundamental dalam pengembangan sistem dan bagaimana mengaplikasikannya melalui studi kasus yang relevan. Buku ini dimulai dengan pengenalan konsep dasar sistem informasi dalam analisis dan perancangan sistem, termasuk pemahaman tentang kebutuhan bisnis, pengumpulan informasi, dan pemodelan sistem. Pembaca akan mempelajari teknik-teknik untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna, menganalisis proses bisnis, dan merancang solusi yang sesuai. Selain itu, pembaca juga akan mempelajari praktik terbaik dalam pengujian dan evaluasi sistem untuk memastikan kualitas dan kinerja yang baik, perawatan dan pemeliharaan sistem, melihat dan menganalis tren sistem informasi saat ini dan terdapat contoh studi kasus perancangan sistem manajemen inventaris pada sebuah toko baju online. "Analisis & Perancangan Sistem Berbasis Studi Kasus" sangat berguna bagi para mahasiswa atau profesional di bidang teknologi informasi, analis sistem, atau pengembang perangkat lunak yang ingin meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam analisis dan perancangan sistem. Buku ini memberikan wawasan yang mendalam, studi kasus yang relevan, dan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam lingkungan kerja nyata.

Sistem Informasi Antrian Nasabah di PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah Padang Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mengantri menjadi hal yang lazim dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara bersamaan dan jumlah individu yang datang melebihi jumlah fasilitas pelayanan yang tersedia mengakibatkan terjadinya antrian. Namun apabila antrian begitu panjang dan waktu tunggu nasabah sangat lama, maka ini mengindikasikan buruknya suatu pelayanan. Antrian pada Bank BTN Kantor Cabang Syariah Padang belum tertata dengan baik dan tersistem. Oleh karena itu, diperlukan sistem informasi antrian berbasis visual basic. Sistem Informasi antrian pada Bank BTN Kantor Cabang Syariah bertujuan untuk membantu petugas front liner dalam mengelola layanan dengan baik. Dalam perancangan sistem informasi, semua data-data yang berkaitan dengan antrian disimpan pada sebuah gudang file yang disebut database. Untuk menghasilkan database yang baik dan benar perlu dilakukan tahap-tahap perancangan sistem. Tujuannya untuk menghasilkan input data yang baik. Penelitian ini membahas tentang perancangan dalam membuat sebuah sistem informasi antrian berbasis visual basic, yang dapat membantu petugas front liner dalam melayani nasabah di Bank BTN Kantor Cabang Syariah Padang.

Analisis Pengendalian Kualitas Proses Pengelasan SMAW dengan Metode SPC (Statistik Proses Control) pada Proyek RDMP Balikpapan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Pertamina RU V Balikapapan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan kualitas produk dari Euro II menjadi Euro V. Salah satu aspek penting dari proyek ini adalah pembangunan tangki penampung bensin, termasuk proses pengelasannya. Proses pengelasan yang berkualitas sangat penting untuk mencegah kebocoran yang dapat menyebabkan insiden berbahaya. Pengelasan yang tidak memadai dapat menyebabkan cacat, seperti retakan, porositas, dan inklusi terak. Oleh karena itu, pengujian radiografi menjadi pilihan utama untuk mendeteksi cacat tersembunyi. Kesalahan dalam pengelasan dapat bervariasi dan disebabkan oleh faktor seperti kecepatan pengelasan, penggunaan fluks berlebihan, atau arus listrik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pengendalian kualitas proses pengelasan dengan metode Statistical Process Control (SPC) pada proyek RDMP Balikpapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun cacat pengelasan telah terdeteksi, pengendalian kualitas masih perlu ditingkatkan. Diagram Pareto menyoroti jenis cacat yang paling umum, sementara peta kendali persentase kerusakan memberikan gambaran tentang tingkat penolakan produk. Diagram sebar menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah produksi dan cacat pengelasan. Melalui pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas proses pengelasan, perbaikan yang diperlukan dapat diidentifikasi dan dilakukan. Langkah-langkah pencegahan, seperti manajemen kelelahan operator dan perlindungan cuaca, dapat membantu mengurangi tingkat cacat dan meningkatkan kualitas produk akhir.

Management Keselamatan Kerja pada Aktivitas Loading, Hauling dan Dumping Batubara dengan Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control (HIRADC)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keselamatan kerja adalah suatu daya upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan nyaman agar terhindari dari kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Statistik kecelakaan pada PT X tahun 2021 ada 75 kasus kecelakaan. Faktor yang mempengaruhi dari kecelakaan kerja yaitu faktor jarak tempuh yang jauh, faktor kondisi manusia yang kelelahan dan juga faktor lingkungan dimana disekitar jalan masih banyak terdapat hutan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisa tingkatan risiko dari potensi bahaya dan melaksanakan pengendalian terhadap risiko loading, hauling dan dumping. Dari hasil penilaian pada aktivitas loading, hauling dan dumping terdapat tujuh kegiatan utama yang memiliki 38 potensi bahaya kecelakaan kerja, dari 38 potensi bahaya tersebut memiliki risiko/dampak sebanyak 63 dampak baik keselamatan maupun lingkungan. Dampak dari bahaya kerja tersebut dapat dilakukan penilaian melalui risk marix yaitu tingkat penilaiannya rendah (low) ada 14 potensi bahaya kecelakaan kerja tingkat sedang (moderate) ada 18, tingkat tinggi (high) ada 20 potensi bahaya dan tingkat sangat tinggi (extreme) ada 11 potensi bahaya. Metode pengendalian menggunakan Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control (HIRADC).

Management Keselamatan Kerja pada Aktivitas Loading, Hauling dan Dumping Batubara dengan Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control (HIRADC)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keselamatan kerja adalah suatu daya upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan nyaman agar terhindari dari kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Statistik kecelakaan pada PT X tahun 2021 ada 75 kasus kecelakaan. Faktor yang mempengaruhi dari kecelakaan kerja yaitu faktor jarak tempuh yang jauh, faktor kondisi manusia yang kelelahan dan juga faktor lingkungan dimana disekitar jalan masih banyak terdapat hutan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisa tingkatan risiko dari potensi bahaya dan melaksanakan pengendalian terhadap risiko loading, hauling dan dumping. Dari hasil penilaian pada aktivitas loading, hauling dan dumping terdapat tujuh kegiatan utama yang memiliki 38 potensi bahaya kecelakaan kerja, dari 38 potensi bahaya tersebut memiliki risiko/dampak sebanyak 63 dampak baik keselamatan maupun lingkungan. Dampak dari bahaya kerja tersebut dapat dilakukan penilaian melalui risk marix yaitu tingkat penilaiannya rendah (low) ada 14 potensi bahaya kecelakaan kerja tingkat sedang (moderate) ada 18, tingkat tinggi (high) ada 20 potensi bahaya dan tingkat sangat tinggi (extreme) ada 11 potensi bahaya. Metode pengendalian menggunakan Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control (HIRADC).

Manajemen Resiko Teknologi Informasi

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini mengulas isu seputar Manajemen Risiko Teknologi Informasi (MRTI) dengan konsep Manajemen Risiko secara umum yang menggunakan beberapa pendekatan standar dan framework internasional seperti ISO 22301, ISO 27001, ISO 31000, COBIT, ITIL, RIMS dan COSO. Di dalamnya terdapat bahasan praktek yang menarik, seperti perbandingan bagaimana cara melakukan penilaian risiko antara Indeks KAMI (Indonesia) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dengan NIST SP 800-30 (Amerika Serikat) serta berbagai topik yang diselaraskan dengan bisnis dan teknologi yang up-to-date. Agar tidak bosan, penulis pun membuat beberapa panduan praktek MRTI dan tutorial dalam bentuk link URL maupun QR code serta quiz di setiap bab-nya dengan tujuan untuk mengasah kemampuan. Buku ini disajikan dengan alur yang jelas, bahasa yang sederhana serta topik dengan perkembangan teknologi yang relevan, sehingga para pembaca dapat memahami konsep MRTI dengan mudah. Selain itu, kegiatan praktek yang dianjurkan dalam buku ini sangat menarik untuk dicoba sehingga tidak akan jadi membosankan.

Analisis Pengaruh Kapur Tohor, Tawas dan Zeolite Terhadap Parameter TSS dan pH pada Penetralan Air Asam Tambang CV. Tahiti Coal

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan bergerak di bidang pertambangan batubara yang berdiri pada tahun 2005 menggunakan sistem tambang bawah tanah dengan metode room and pillar. Air asam tambang yang berada pada setling pond berasal dari tambang bawah tanah tepatnya pada lubang THC-04 CV. Taiti Coal kemudian dialirkan ke sungai yang berada di sekitar area penambangan. Indikasi air asam tambang yang ada di CV. Tahiti Coal dapat diketahui dengan terdapatnya air yang berada pada kolam pengendapan memiliki pH sebesar 5 selain itu juga terdapat adanya adanya air limbah keruh berwarna kecoklatan dan coklat kemerahan. Kualitas air asam tambang setelah penambahan kapur tohor, tawas, zeolite pada CV. Tahiti Coal telah memenuhi baku mutu lingkungan untuk pH dan TSS dengan dosis 0,12 g/l kapur tohor, 0,12 g/l tawas, dan 0,2 g/l zeolite. Jumlah kebutuhan untuk menetralkan air asam tambang pada CV. Tahiti Coal jika menggunakan kapur tohor, tawas, dan zeolite adalah 19,1808 kg/hari, jika menggunakan tawas adalah 19,1808 kg/hari, jika menggunakan zeolite adalah 31,968 kg/hari Biaya yang dibutuhkan dalam menetralkan air asam tambang pada CV. Tahiti Coal jika menggunakan kapur tohor adalah Rp 172.627/hari, jika menggunakan tawas adalah Rp 190.180,8/hari, jika menggunakan zeolite adalah Rp 223,776/hari

Analisis Pengaruh Kapur Tohor, Tawas dan Zeolite Terhadap Parameter TSS dan pH pada Penetralan Air Asam Tambang CV. Tahiti Coal

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan bergerak di bidang pertambangan batubara yang berdiri pada tahun 2005 menggunakan sistem tambang bawah tanah dengan metode room and pillar. Air asam tambang yang berada pada setling pond berasal dari tambang bawah tanah tepatnya pada lubang THC-04 CV. Taiti Coal kemudian dialirkan ke sungai yang berada di sekitar area penambangan. Indikasi air asam tambang yang ada di CV. Tahiti Coal dapat diketahui dengan terdapatnya air yang berada pada kolam pengendapan memiliki pH sebesar 5 selain itu juga terdapat adanya adanya air limbah keruh berwarna kecoklatan dan coklat kemerahan. Kualitas air asam tambang setelah penambahan kapur tohor, tawas, zeolite pada CV. Tahiti Coal telah memenuhi baku mutu lingkungan untuk pH dan TSS dengan dosis 0,12 g/l kapur tohor, 0,12 g/l tawas, dan 0,2 g/l zeolite. Jumlah kebutuhan untuk menetralkan air asam tambang pada CV. Tahiti Coal jika menggunakan kapur tohor, tawas, dan zeolite adalah 19,1808 kg/hari, jika menggunakan tawas adalah 19,1808 kg/hari, jika menggunakan zeolite adalah 31,968 kg/hari Biaya yang dibutuhkan dalam menetralkan air asam tambang pada CV. Tahiti Coal jika menggunakan kapur tohor adalah Rp 172.627/hari, jika menggunakan tawas adalah Rp 190.180,8/hari, jika menggunakan zeolite adalah Rp 223,776/hari

Analisis Identifikasi Bahaya Kecelakaan Kerja Menggunakan JSA dengan Pendekatan HIRA pada Aktivitas Penambangan Batuan di PT. KRP, Kerinci, Jambi

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Kuarindo Rizky Prima merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan bahan galian batuan sirtu di Kabupaten Kerinci, Jambi. Dalam pelaksanaan aktivitas pertambangannya, PT. KRP belum menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik terutama pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran K3 baik berupa kondisi tidak aman (KTA) maupun tindakan tidak aman (TTA). Sebagai upaya penerapan peraturan perundang-undangan pada Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 Pasal 14 maka PT. KRP perlu menerapkan manajemen risiko berupa identifikasi bahaya (Hazard Identification) dan penilaian risiko (Risk Assessment) untuk menentukan prioritas pengendalian risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan menentukan rekomendasi pengendalian risiko dari setiap bahanya kecelakaan kerja. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada aktifitas penambangan batuan di PT. KRP yaitu pada tahapan loading, hauling & dumping. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aktivitas pekerjaan loading, hauling & dumping terdapat 57 jenis potensi bahaya dengan rincian 12 risiko kategori very high, 26 risiko kategori substansial, dan 12 risiko dengan kategori priority 3. Prioritas pengendalian risiko ditentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada. Rekomendasi pengendalian ditetapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko pertambangan minerba sesuai Kepdirjen minerba KESDM No.185.K/37.04/DJB/2019 yaitu pengendalian rekayasa seperti eliminasi, subtitusi, dan isolasi, pengendalian administrasi seperti pemasangan rambu peringatan, pengendalian praktik kerja seperti job safety analysis, standar operating procedure, dan pelatihan (training) serta pengendalian APD dengan pemenuhan alat pelindung diri bagi para pekerja.

Perhitungan Biaya Penggunaan Kapur Tohor (CaO) pada Proses Pengelolaan Air Asam Tambang di Kolom Pengendapan Lumpur PT. Karya Bumi Baratama

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pada tambang batubara PT. karya bumi baratama berdasarkan survey awal peneliti mendapatkan belum diketahuinya jumlah yang baku dalam penggunaan kapur tohor (CaO) pada proses pengelolaan air asam tambang. Dari kondisi tersebut ada beberapa timbunan atau tumpukan yang akan membentuk air asam tambang, penanganan batubara yang terekspos dengan udara dan air berpotensi menghasilkan air asam tambang, sehingga belum diketahuinya perhitungan biaya penggunaan kapur tohor (CaO) perbulan di perusahaan tersebut. Berdasarkan perhitungan, Dari hasil pengujian dan pengelolaan dengan microsoft excell penambahan kapur tohor sebanyak 0,1 gr dalam 100 ml mendapatkan pH akhir 10, penambahan kapur tohor sebanyak 0,2 gr mendapatkan pH akhir 12, penambahan kapur tohor sebanyak 0,3 gr mendapatkan pH akhir 12, penambahan kapur tohor sebanyak 0,4 gr mendapatkan pH akhir 13, penambahan kapur tohor sebanyak 0,5 gr mendapatkan pH akhir 13. Dari hasil perhitungan diperoleh kurva persamaan empiris yaitu Y = 14x +7,333 dengan mendapatkan nilai pH normal yaitu 7,5. Maka ditentukan jumlah yang baku atau efisien dalam penggunaan kapur tohor (CaO) gr/liter x volume kolam 1 (liter). Jumlah kapur tohor (CaO) 0,11 gr/liter x 202.500 liter = 22.275 gr = 22,275 kg, kemudian banyak kapur tohor (kg) x harga kapur tohor (CaO) Rp/kg. Maka didapatkan biaya yang digunakan untuk penetralan air asam tambang di kolam 1 sebesar Rp. 167.062,-