ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ditemukan kurang lebih 10 jenis kecelakaan yang terjadi saat aktivitas pekerjaan pemboran. Setiap aktivitas kerja memiliki risiko munculnya bahaya yang menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan Menganalisis presentase frequency rate dan severity rate kecelakaan kerja, melakukan analisis penyebab kecelakaan kerja, Menganalisa dan membuat metode Job Safety Analysis untuk kasus kecelakaan kerja. Objek penelitian adalah beberapa aktivitas pekerjaan pemboran yang mengandung risiko bahaya. Teknik pengumpulan data studi literatur, observasi, wawancara, kuesioner hingga dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan persentase frequency rate pada tahun 2022 sebesar 50%, sedangkan tahun 2023 sebesar 33.33% dengan severety rate masing-masing sebesar 200%. Dalam kasus kecelakaan kerja pada saat pengoperasian pengangkatan pipa pemboran yaitu pekerja tidak mengerti dengan bahaya pekerjaan saat pengangkatan pipa pemboran, karena pekerja new hire, kemudian karna kondisi lingkungan yang tidak tertata rapi. Kegiatan pengoperasian pengangkatan pipa pemboran diperoleh pengendalian risiko dengan metode Job Safety Analysis yaitu dengan menggunakan Hand of Tool, dan memaksimalkan Penggunaan Hand Glove Heavy Duty (HDHG) untuk menghindari banyaknya cedera tangan serta menggunakan tali pemandu tag line untuk menghindari drop objek saat kegagalan pengangkatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha CV Huller Mangguang merupakan industri yang bergerak dalam pengolahan padi menjadi beras atau penggilingan padi (Rice Milling Unit). Bisnis ini tentunya memiliki resiko yang cukup tinggi dengan fluktuasi pendapatan yang tidak stabil pertahunnya. Usaha Cv Huller Mangguang memiliki beberapa resiko dari rantai pasok perberasan yaitu ketersediaan pasokan beras yang sedikit sehingga menimbulkan gejolak harga di tingkat pasar, gejolak dan fluktuasi harga yang tidak terkendali menyebabkan ketidakpastian pelaku usaha dan meresahkan konsumen, dan banyak ditemui mutu beras yang di pasaran belum sesuai atau memenuhi syarat mutu yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan faktor-faktor pemicu risiko disepanjang aliran rantai pasok dan melakukan penilaian tingkat risiko di sepanjang aliran rantai pasok beras di CV Huller Mangguang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu House of Risk. Hasil dari penelitian ini adalah pada fase proses HOR 1 petani di CV Huller Mangguang Desa Ulakan Tapakis terdapat 5 Risk Event dan 5 Risk Agent yang terindefikasi dan Pada proses Pedagang pengumpul di CV Huller Mangguang Desa Ulakan Tapakis terdapat 3 Risk Event dan 3 Risk Agent yang terindefikasi. Pada fase proses HOR 2 petani terdapat 11 prioritas strategi penanganan mitigasi) dan pada proses pedagang pengumpul terdapat 5 strategi penangananya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Kuarindo Rizky Prima merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan bahan galian batuan sirtu di Kabupaten Kerinci, Jambi. Dalam pelaksanaan aktivitas pertambangannya, PT. KRP belum menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik terutama pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran K3 baik berupa kondisi tidak aman (KTA) maupun tindakan tidak aman (TTA). Sebagai upaya penerapan peraturan perundang-undangan pada Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 Pasal 14 maka PT. KRP perlu menerapkan manajemen risiko berupa identifikasi bahaya (Hazard Identification) dan penilaian risiko (Risk Assessment) untuk menentukan prioritas pengendalian risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan menentukan rekomendasi pengendalian risiko dari setiap bahanya kecelakaan kerja. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada aktifitas penambangan batuan di PT. KRP yaitu pada tahapan loading, hauling & dumping. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aktivitas pekerjaan loading, hauling & dumping terdapat 57 jenis potensi bahaya dengan rincian 12 risiko kategori very high, 26 risiko kategori substansial, dan 12 risiko dengan kategori priority 3. Prioritas pengendalian risiko ditentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada. Rekomendasi pengendalian ditetapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko pertambangan minerba sesuai Kepdirjen minerba KESDM No.185.K/37.04/DJB/2019 yaitu pengendalian rekayasa seperti eliminasi, subtitusi, dan isolasi, pengendalian administrasi seperti pemasangan rambu peringatan, pengendalian praktik kerja seperti job safety analysis, standar operating procedure, dan pelatihan (training) serta pengendalian APD dengan pemenuhan alat pelindung diri bagi para pekerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pabrik kelapa sawit merupakan salah satu pabrik kelapa sawit yang mengolah tandan buah segar kelapa sawit menjadi produk minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (Kernel). CPO merupakan komoditas andalan dimana Indonesia menjadi produsen terbesar kelapa sawit. PT. Perkebunan Nusantara VI merupakan salah satu produsen sawit nasional secara tidak langsung mengalami penurunan TBS (Tandan Buah Segar) yang mempengaruhi rantai pasok CPO. Permasalahan yang dialami oleh PTPN VI terkait dengan pasokan TBS yang tidak konsisten. Terkadang TBS yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan (kurang) dan banyak pemasok TBS yang lari ke perusahaan swasta karna pemeriksaan di PTPN VI sangat ketat di bandingkan dengan pabrik swasta selain itu terdapat beberapa pekerja yang lalai dalam melakukan pekerjaan dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki agar TBS tidak berkurang di PTPN VI, hal ini menyebabkan terjadinya pemberhentian produksi untuk sementara waktu sehingga produksi CPO tidak sesuai dengan target. Sehingga pada penelitian di dapatkan faktor-faktor pemicu resiko dalam manajemen rantai pasok buah sawit di PTPN VI Ophir Pasaman Barat dan penilaian tingkat resiko dalam manajemen rantai pasok buah sawit di PTPN VI Ophir Pasaman Barat. Hasil yang didapat yaitu pada proses pemasok teridentifikasi 3 risk event dan 9 risk agent sedangkan proses pabrik terdapat 6 risk event dan 9 risk agen. Hasil dari pada house of risk fase 1 pemasok diketahui 5 agen risiko dominan dan pada house of risk fase 1 pabrik diketahui 5 agen risiko dominan. Kemudian pada house of risk fase 2 dilakukan prioritas strategi penanganan. Pada proses pemasok didapatkan 8 prioritas strategi penanganan dan pada proses pabrik didapatkan 8 prioritas strategi penanganan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Risiko kecelakaan kerja selalu menimbulkan kerugian terhadap perusahan, sehingga perlu dilakukan usaha untuk meminimalisasi terjadinya dampak pada risiko dominan yang terjadi di perusahaan. Tidak semua kecelakaan kerja menimbulkan luka-luka, namun ada juga yang mengakibatkan kerusakan material, peralatan dan lingkungan. Namun dalam hal ini kecelakaan kerja yang mengakibatkan luka-luka menjadi perhatian agar dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat kecelakaan kerja. Pengidentifikasian bahaya sebelum dan sesudah bahaya terjadi merupakan inti dari sebuah kegiatan pencegahan kecelakaan. Akan tetapi identifikasi ini bukan ilmu pasti. Hal ini merupakan kegiatan subjektif, dimana bahaya yang teridentifikasi bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Selanjutnya dari inspeksi sebelumnya dapat dibandingkan atau dikembangkan menjadi bahan acuan untuk tindakan korektif agar kecelakaan yang sama tidak terulang lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kejadian risiko K3 yang terjadi pada Bengkel Bina Karya. Setelah itu dilakukan penilaian terhadap kejadian risiko yang muncul, kemudian dicari faktor risiko yang dominan untuk meminimalisasi dampak terjadinya risiko tersebut dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Sedangkan identifikasi kejadian risiko dari nilai RPN tertinggi digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil dari analisis FMEA mendapati bahwa kejadian kecelakaan kerja paling tinggi yang pernah terjadi pada Bengkel Bina Karya adalah kaki dan tangan luka akibat gerinda lepas dengan nilai RPN sebesar 106,87. Selanjutnya dilakukan wawancara dengan pihak Bengkel Bina Karya untuk mengetahui potensi-potensi penyebab terjadinya kecelakaan kaki dan tangan luka akibat gerinda lepas yang kemudian disusun menggunakan metode FTA sehingga menghasilkan 13 kombinasi penyebab kecelakaan.