ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ditemukan kurang lebih 10 jenis kecelakaan yang terjadi saat aktivitas pekerjaan pemboran. Setiap aktivitas kerja memiliki risiko munculnya bahaya yang menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan Menganalisis presentase frequency rate dan severity rate kecelakaan kerja, melakukan analisis penyebab kecelakaan kerja, Menganalisa dan membuat metode Job Safety Analysis untuk kasus kecelakaan kerja. Objek penelitian adalah beberapa aktivitas pekerjaan pemboran yang mengandung risiko bahaya. Teknik pengumpulan data studi literatur, observasi, wawancara, kuesioner hingga dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan persentase frequency rate pada tahun 2022 sebesar 50%, sedangkan tahun 2023 sebesar 33.33% dengan severety rate masing-masing sebesar 200%. Dalam kasus kecelakaan kerja pada saat pengoperasian pengangkatan pipa pemboran yaitu pekerja tidak mengerti dengan bahaya pekerjaan saat pengangkatan pipa pemboran, karena pekerja new hire, kemudian karna kondisi lingkungan yang tidak tertata rapi. Kegiatan pengoperasian pengangkatan pipa pemboran diperoleh pengendalian risiko dengan metode Job Safety Analysis yaitu dengan menggunakan Hand of Tool, dan memaksimalkan Penggunaan Hand Glove Heavy Duty (HDHG) untuk menghindari banyaknya cedera tangan serta menggunakan tali pemandu tag line untuk menghindari drop objek saat kegagalan pengangkatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat penting sekali dalam pekerjaan, terutama didalam laboratorium khususnya laboratorium kimia. Laboratorium merupakan satu kesatuan ruangan yang tidak bisa dipisahkan dari SMK SMAK Padang. Dalam laboratorium harus mempunyai sistem pengelolaan yang baik dan terarah sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan benar dan maksimal. Permasalahan yang teridentifikasi yaitu tingginya potensi bahaya dan kecelakaan kerja pada aktifitas penentuan kadar protein, penetuan kadar lemak dan penetuan trayek pH, aktivitas tersebut memiliki potensi membahayakan siswa. Pemahaman akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri belum maksimal untuk dilaksanakan pada saat praktikum berlangsung dan masih minimnya slogan-slogan serta himbauan tentang K3 di laboratorium kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan JSA untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya selama menjalankan pratikum di laboratorium. Hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pratikum Kimia berpotensi bahaya terjadi pada tahap persiapan yang diidentifikasi seperti terkena zat sisa, alat pecah & rusak, bahan tumpah, iritasi dan terpeleset. Potensi bahaya yang terjadi pada tahap persiapan selain dapat disebabkan dari alat dan bahan yang siswa gunakan, juga dapat diakibatkan oleh sikap siswa selama memulai tahap persiapan praktikum. Perbedaan potensi bahaya yang sudah di identifikasi membuat analisis berbeda di setiap langkah kerja pada tahapan kegiatan praktikum. Yang paling dominan dari analisis potensi bahaya di setiap langkah kerja pada tahap persiapan. Mempersiapkan alat-alat laboratorium. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah potensi bahaya pada saat mempersiapkan alat-alat yaitu dengan membawa alat-alat tersebut dengan baik dan benar serta menggunakan wadah agar mengurangi resiko alat jatuh dan pecah. Setiap bahan kimia harus diletakkan sesuai dengan jenis dan karakteristiknya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Batang Hari Barisan Padang bergerak di bidang pengolahan bahan baku getah karet. PT. Batang Hari Barisan Padang memproduksi satu jenis produk, yaitu produk SIR.20. Proses produksi pengolahan karet setengah jadi terdapat bebarapa kecelakaan kerja.Masalah yang dialami oleh karyawan adalah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada bagian produksi. Ini dikarenakan kurangnya kesadaran karyawan akan keselamatan dalam bekerja.Pada penelitian ini penulis melakukan analisa penyebab terjadinya kecelakaan dengan menggunakan diagram fishbone dan menghitung jumlah jenis keecelakaan yang dominan dengan menggunakan diagram pareto di bagian produksi di PT. Batang Hari Barisan Padang. Untuk mengurangi kecelakaan tersebut di terapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan menggunakan pendekatan Job Safety Analysis(JSA). Dengan harpan dapat menambah kesadaraan pekerja dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan Penyakit Akibat Kerja, sehingga dapat meningkatkan kesadaran pekerja bahwasanya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting. Pentingnya pengawasan dari pihak perusahaan terhadap tenaga kerja yang melanggar aturan.