Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: House of Risk
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Perbaikan Menajemen Rantai Pasok Beras dengan Metode House Of Risk (HOR) Studi Kasus di CV Huller Manguang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha CV Huller Mangguang merupakan industri yang bergerak dalam pengolahan padi menjadi beras atau penggilingan padi (Rice Milling Unit). Bisnis ini tentunya memiliki resiko yang cukup tinggi dengan fluktuasi pendapatan yang tidak stabil pertahunnya. Usaha Cv Huller Mangguang memiliki beberapa resiko dari rantai pasok perberasan yaitu ketersediaan pasokan beras yang sedikit sehingga menimbulkan gejolak harga di tingkat pasar, gejolak dan fluktuasi harga yang tidak terkendali menyebabkan ketidakpastian pelaku usaha dan meresahkan konsumen, dan banyak ditemui mutu beras yang di pasaran belum sesuai atau memenuhi syarat mutu yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan faktor-faktor pemicu risiko disepanjang aliran rantai pasok dan melakukan penilaian tingkat risiko di sepanjang aliran rantai pasok beras di CV Huller Mangguang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu House of Risk. Hasil dari penelitian ini adalah pada fase proses HOR 1 petani di CV Huller Mangguang Desa Ulakan Tapakis terdapat 5 Risk Event dan 5 Risk Agent yang terindefikasi dan Pada proses Pedagang pengumpul di CV Huller Mangguang Desa Ulakan Tapakis terdapat 3 Risk Event dan 3 Risk Agent yang terindefikasi. Pada fase proses HOR 2 petani terdapat 11 prioritas strategi penanganan mitigasi) dan pada proses pedagang pengumpul terdapat 5 strategi penangananya.

105 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Perbaikan Manajemen Rantai Pasok Crude Palm Oil (CPO) dengan Metode House Of Risk (HOR) Studi Kasus PTPN VI Ophir Pasaman Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pabrik kelapa sawit merupakan salah satu pabrik kelapa sawit yang mengolah tandan buah segar kelapa sawit menjadi produk minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (Kernel). CPO merupakan komoditas andalan dimana Indonesia menjadi produsen terbesar kelapa sawit. PT. Perkebunan Nusantara VI merupakan salah satu produsen sawit nasional secara tidak langsung mengalami penurunan TBS (Tandan Buah Segar) yang mempengaruhi rantai pasok CPO. Permasalahan yang dialami oleh PTPN VI terkait dengan pasokan TBS yang tidak konsisten. Terkadang TBS yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan (kurang) dan banyak pemasok TBS yang lari ke perusahaan swasta karna pemeriksaan di PTPN VI sangat ketat di bandingkan dengan pabrik swasta selain itu terdapat beberapa pekerja yang lalai dalam melakukan pekerjaan dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki agar TBS tidak berkurang di PTPN VI, hal ini menyebabkan terjadinya pemberhentian produksi untuk sementara waktu sehingga produksi CPO tidak sesuai dengan target. Sehingga pada penelitian di dapatkan faktor-faktor pemicu resiko dalam manajemen rantai pasok buah sawit di PTPN VI Ophir Pasaman Barat dan penilaian tingkat resiko dalam manajemen rantai pasok buah sawit di PTPN VI Ophir Pasaman Barat. Hasil yang didapat yaitu pada proses pemasok teridentifikasi 3 risk event dan 9 risk agent sedangkan proses pabrik terdapat 6 risk event dan 9 risk agen. Hasil dari pada house of risk fase 1 pemasok diketahui 5 agen risiko dominan dan pada house of risk fase 1 pabrik diketahui 5 agen risiko dominan. Kemudian pada house of risk fase 2 dilakukan prioritas strategi penanganan. Pada proses pemasok didapatkan 8 prioritas strategi penanganan dan pada proses pabrik didapatkan 8 prioritas strategi penanganan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail