Profil penulis
Ing
78 karya publik ditemukan.
Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri
Manajemen Produksi Modern Operasi Manufaktur dan Jasa
Otomasasi Pengendalian Produksi
Pendekatan Sistem Dalam Manajemen dan Bisnis
Metode Penelitian Survai
Decision Support Systems and Intelligent Systems
Paling Dicari! JavaScript Source Code
Teknik Elektronika Menuju Ketrampilan
Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat
Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum di Kelurahan Tarantang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang
Abstrak : Air mempunyai makna ganda yakni pertama air sebagai faktor lingkungan dan ekologi pembangkit sistem; dan kedua air sebagai bahan baku untuk kegunaan yang berbeda-beda seperti air minum, industri, pertanian, perikanan, rekreasi, dan lain-lain. Untuk itu diperlukan sarana pengolahan air minum yang memenuhi kriteria kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Perencanaan instalasi pengolahan air minum ini direncanakan di Kelurahan Tarantang. Pengolahan air minum ini bertujuan untuk memasok air minum yang aman yang memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh undang-undang dan yang paling penting dalam merencanakan sistem pengolahan air minum adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Kelurahan Tarantang. Selain itu, tujuan utama ini berfokus pada bagaimana untuk mengoperasikan seluruh sistem pengolahan air dengan biaya efektif dan berkelanjutan. Analisa air baku yang dilakukan diantaranya parameter fisika, kimia dan biologi. Dari hasil analisa didapatkan kualitas air baku mendekati baku mutu pada PP No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air Baku dan Pengendalian Pencemaran Air. Kebutuhan air masyarakat periode 20 tahun adalah 4,6 L/dt dengan rencana unit pengolahan intake, sedimentasi, filtrasi (SPL), desinfeksi dan reservoar.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum di Kelurahan Tarantang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang
Abstrak : Air mempunyai makna ganda yakni pertama air sebagai faktor lingkungan dan ekologi pembangkit sistem; dan kedua air sebagai bahan baku untuk kegunaan yang berbeda-beda seperti air minum, industri, pertanian, perikanan, rekreasi, dan lain-lain. Untuk itu diperlukan sarana pengolahan air minum yang memenuhi kriteria kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Perencanaan instalasi pengolahan air minum ini direncanakan di Kelurahan Tarantang. Pengolahan air minum ini bertujuan untuk memasok air minum yang aman yang memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh undang-undang dan yang paling penting dalam merencanakan sistem pengolahan air minum adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Kelurahan Tarantang. Selain itu, tujuan utama ini berfokus pada bagaimana untuk mengoperasikan seluruh sistem pengolahan air dengan biaya efektif dan berkelanjutan. Analisa air baku yang dilakukan diantaranya parameter fisika, kimia dan biologi. Dari hasil analisa didapatkan kualitas air baku mendekati baku mutu pada PP No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air Baku dan Pengendalian Pencemaran Air. Kebutuhan air masyarakat periode 20 tahun adalah 4,6 L/dt dengan rencana unit pengolahan intake, sedimentasi, filtrasi (SPL), desinfeksi dan reservoar.
Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat
Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).