Profil penulis
S
1.848 karya publik ditemukan.
Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D
Analisis Kuat Tekan Batuan Terhadap Laju Penembusan Batuan di PT. Bintang Sumatra Pacifik
Kegiatan pengeboran merupakan salah satu faktor penting untuk pemenuhan produksi penambangan. Adanya perbedaan warna dan tingkat kekerasan batuan dilapangan menjadi hambatan untuk proses laju penembusan batuan pada mesin bor. Pengujian kuat tekan batuan adalah salah satu parameter penting dalam menentukan kelas massa batuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuat tekan batuan terhadap laju penembusan pengeboran batuan pada penyediaan lubang ledak serta menganalisis efisiensi specific energy (SE) makanik mata bor dengan menggunakan metode terapan. Dari pengujian kuat tekan batuan menggunakan alat point load index (PLI) diperoleh nilai kuat tekan rata-rata untuk batuan A (4,42 Mpa) dan untuk batuan B (3,53 Mpa) sehingga nilai kuat tekan batuan A lebih besar dari batuan B. Untuk nilai laju penembusan dari hasil rata-rata uji batuan didapat (37,61) cm⁄menit untuk sampel A dan (58,95) cm⁄menit untuk sampel B.
Analisis Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja dan Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Hasil Produksi Sawit di PT. Bahana Karya Semesta
Terjadi penurunan produksi sawit sehingga pada tahun 2020 sampai tahun 2021 produksi sawit tidak stabil, dan ada juga pengurangan karyawan pada tahun 2020 sampai 2021 dengan jumlah total 4 karyawan yang di phk. Berdasarkan data observasi tenaga kerja di PT. Bahana Karya Semesta Sungai Air Jernih Estate pada tahun 2020 adalah 433 orang karyawan sedangkan pada tahun 2021 berjumlah 429 orang karyawan. Terjadi pengurangan jumlah karyawan dari tahun 2020 ke tahun 2021 sebanayak 4 orang. PT. Bahana Karya Semesta melakukan phk kepada 4 orang karyawan. Selain tenaga kerja, hal yang perlu diperhatikan adalah luas lahan perkebunan kelapa sawit, metode menggunakan uji dengan software SPSS 16.0 untuk mengetahui pengaruh variabel Tenaga Kerja dan Luas Lahan berpengaruh atau tidak dengan hasil produksiTerhadap Produksi Variabel Tenaga Kerja dengan nilai signifikan 0,214 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, berarti Tenaga Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produksi. Pada PT. Bahana Karya Semesta untuk variabel Tenaga Kerja sudah disebar kuisioner untuk mengetahui pengaruh Tenaga Kerja terhadap hasil Produksi sehingga didapatkan hasil dari 40 responden dengan hasil Tenaga Kerja berpengaruh terhadap hasil Produksi.
Modifikasi Insinerator untuk Mencegah Pencemaran Udara Studi Kasus RSUD Dr. Rasidin Padang
Limbah medis yang berasal dari Rumah Sakit di RSUD Rasidin Padang yang pengolahannya kurang baik dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi lingkungan sekitar rumah sakit. Gangguan yang ditimbulkan dari efek kontak langsung dengan limbah, seperti limbah tajam yang bisa melukai tubuh dan mengandung kuman yang bisa menimbulkan penyakit.Untuk menghindari dampak dari limbah medis tersebut, perlu adanya pengolahan yang tepat, salah satunya dengan metode pembakaran limbah atau yang disebut dengan insinerasi.Pengolahan sampah dengan insinerasi dapat mengurangi volume dan massa serta mengurangi sifat berbahaya dari sampah infeksius. Akan tetapi penggunaan insinerator harus sesuai dengan baku mutu insinerator dan tidak menghasilkan dampak bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi Insinerator di RSUD Rasidin Padang agar sesuai dengan baku mutu emisi udara yang di lengkapi alat filterisasi abu / asap yang dikeluarkan dalam proses pembakaran serta menghitung dimensi cyclone dan nozzle spray yang sesuai untuk pengendalian asap yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukan Insinerator yang akan di modifikasi harus memiliki dimensi cyclone yang sesuai yaitu diameter cyclone 1,0676 m,tinggi cyclone keseluruhan 4,2704 m dengan pressure drop 262,02 Pa dan nozzle spray dengan laju aliran 3,8 liter/ menit dengan tekanan 40 psi atau setara dengan 3 bar.
Drainase Perkotaan
Banjir di kawasan perkotaan dapat terjadi menggenangi daerah perkampungan, perumahan, perdagangan, perkantoran, industri dan juga infrastruktur (seperti jalan, jembatan, saluran drainase, jaringan air bersih, dan lain-lain). Akibat dari banjir tersebut sangat luas dan kerugiannya sangat besar. Kerugiannya pun dapat segera terlihat, seperti rusaknya jalan, tidak berfungsinya peralatan, robohnya bangunan dan sebagainya. Di samping kerugian yang langsung dapat dirasakan, terjadi pula kerugian yang tidak langsung. Sebagai contoh, banjir memacetkan lalu lintas, memboroskan waktu dan bahan bakar, serta mempercepat rusaknya berbagai bangunan dan konstruksi jalan. Banjir juga membawa penyakit, selain itu banjir juga menyebabkan kemarahan, kesedihan, dan ketidaknyamanan. Buku Drainase Perkotaan ini merupakan buku ajar untuk menunjang proses belajar mengajar pada mata kuliah Rancangan Drainase. Buku ajar ini terdiri dari enam bab. Dimulai dengan bab 1 tentang konsep pengendalian banjir, bab 2 menjelaskan makna drainase perkotaan. Pemahaman tentang penentuan debit banjir dijelaskan di bab 3. Selanjutnya penjelasan tentang bagaimana merancang saluran drainase dijelaskan pada bab 4. Pengenalan tentang drainase jalan raya dan drainase bangunan-bangunan khusus disajikan pada bab 5. Pada bab terakhir, yakni bab 6, disajikan pengantar tentang langkah dan macam perencanaan. Pada setiap bab, uraian dimulai dengan memberikan tujuan pembelajaran, pengantar, isi bahasan, rangkuman dan sajian soal-soal latihan. Contoh pengerjaan soal-soal juga disajikan dalam isi bahasan agar pembaca dapat mengimplementasikan materi dalam buku ini.
PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN
Indonesia yang terdiri dari 16.671 pulau (UNGEGN, 2019) dan memiliki pantai sepanjang 95.191,00 km, serta daerah/ area rendah (lowland area) pasang surut seluas 20.096.800,00 Ha (https://pu.go.id) yang potensial dikembangkan untuk perkotaan/ permukiman, kawasan industri, kawasan perniagaan, sawah pertanian/ perkebunan pasang- surut, pelabuhan modern, kawasan wisata terpadu dan lainnya. Banyak kota besar di Indonesia yang terletak dan berkembang di kawasan rendah/ pantai misalnya Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Kendari dan lainnya. Problema daerah rendah adalah bencana banjir, terutama untuk pengembangan kawasan permukiman/ perkotaan modern yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, kesehatan, ketentraman dan keindahan lingkungan, maka perencanaan dan pembangunan sistem drainase perkotaan yang handal adalah kebutuhan yang urgen. Di sisi lain pemanasan global (perubahan iklim) telah mempengaruhi perubahan hidrologis (sebaran dan tinggi curah hujan) di Indonesia, catatan curah hujan di Jakarta selama 50 tahun (1990-1950) mengalami hujan ekstrem 2 x setinggi 150an milimeter per hari, tetapi dalam kurun waktu yang sama 50 tahun (1970-2020) telah terjadi hujan ekstrem lebih dari 5 x dengan tinggi curah hujan 2 x lipat lebih (> 300an milimeter per hari), hal ini berpengaruh nyata terhadap kejadian/ bencana banjir yang terus meluas di perkotaan disamping problem lingkungan yang lainnya.
DRAINASE PERKOTAAN
Aplikasi SWMM dalam Perencanaan Drainase Perkotaan
Sistem Drainase Perkotaan adatah prasarana yang terdiri dari kumpulan sistem saluran di dalam kota yang berfungsi mengeringkan tahan perkotaan dari banjir/genangan akibat hujan dengan cara mengalirkan kelebihan air permukaan ke badan air melalui sistem saluran-saluran tersebut. Sistem drainase perkotaan melayani pembuangan kelebihan air pada suatu kota dengan cara mengalirkannya melalui permukaan tanah atau lewat di bawah permukaan tanah, untuk dibuang ke sungai, danau dan laut. Kelebihan air tersebut dapat berupa air hujan, air limbah domestik maupun air limbah industri. Saat ini masih banyak yang menggunakan sistem drainase konvensional, dimana air yang jatuh ke tanah hanya dialirkan secepat mungkin menuju ke sungai tanpa memperhitungkan konsep konservasi air. Dengan perkembangan berpikir yang komprehensif serta adanya dorongan semangat dalam mengantisipasi permasalahan yang ada maka diperlukan perubahan konsep drainase menuju drainase yang berwawasan lingkungan. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan demi mewujudkan drainase yang berwawasan lingkungan seperti, menampung dalam tampungan buatan atau badan air secara alamiah, menampung dalam bak tandon air yang bisa langsung untuk digunakan, serta meresapkan dan mengalirkan ke sungai terdekat tanpa menambah beban pada sungai yang bersangkutan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi keadaan saluran drainase tersebut apakah cukup memadai atau tidak jika ditinjau dari curah hujan yang terjadi beberapa tahun belakangan dengan menggunakan model EPA SWMM 5.1 yang mampu menganalisis permasalahan kuantitas limpasan daerah perkotaan. Menggunakan EPA SWMM, kondisi yang terjadi di lapangan dapat dimodelkan dengan memasukkan parameter-para meter yang tercatat pada kondisi di lapangan. Selain itu, dengan menggunakan model ini, sistem jaringan drainase dapat disimulasikan ke dalam suatu sistem yang terintegrasi. Buku teks ini dapat digunakan untuk mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana dan praktik insinyur. Buku ini sangat lengkap mencakup penerapan dan perencanaan drainase perkotaan dengan aptikasi EPA SWMM dan dilengkapi dengan contoh perencanaan yang detail. Keunggulan dari buku ini adalah desain perencanaan yang lengkap baik menggunakan green structure maupun grey structure, sehingga pembaca mempunyai alternatif pilihan bangunan apa yang tepat untuk mengantisipasi perencanaan saluran drainase yang ramah lingkungan tersebut.
Drainase Perkotaan Berwawasan Lingkungan
Buku ini dibuat untuk membantu dan menjadi panduan bagi mahasiswa dan praktisi yang ingin belajar tentang sistem drainase perkotaan yang berwawasan lingkungan. Dengan adanya buku ini diharapkan bisa membantu dalam mempelajari sekaligus dapat menerapkannya di lapangan.
Sistem Drainase Perkotaan Berwawasan Lingkungan
Buku ini dibuat untuk membantu dan menjadi panduan bagi mahasiswa dan praktisi yang ingin belajar tentang sistem drainase perkotaan yang berwawasan lingkungan. Dengan adanya buku ini diharapkan bisa membantu dalam mempelajari sekaligus dapat menerapkannya di lapangan.
Analisis Keterkaitan Kendaraan Bermotor dan Suhu Udara dengan Konsentrasi Particulate Matter (PM) di MAN 2 Kota Padang
Salah satu sumber terbesar dari pencemaran udara berasal dari gas buang kendaraan. Salah satu jenis pencemaraan udara adalah particulate matter (PM), yaitu PM10 dan PM2,5. Jalan Gajah Mada, khususnya MAN 2 Kota Padang, setiap harinya dipenuhi oleh kendaraan. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan jumlah kendaraan dan temperatur udara terhadap konsentrasi PM10 dan PM2,5. Pengukuran PM10 dan PM2,5 menggunakan Multifunction Air Detector Digital. Pengukuran jumlah kendaraan secara manual menggunakan counter. Pengukuran temperatur udara menggunakan anemometer. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata harian jumlah kendaraan, temperatur udara, konsentrasi PM10 dan konsentrasi PM2,5 yang didapat di depan MAN 2 Jalan Gunung Pangilun yaitu 625,76 unit, 28,88ºC, 39,37 µg/m3, dan 35,49 µg/m3. Jumlah kendaraan bermotor dengan konsentrasi PM10 dan PM2,5 di udara ambien depan MAN 2 Jalan Gajah Mada memiliki hubungan sedang. Sedangkan kecepatan kendaraan di Jalan Gajah Mada tidak memiliki hubungan atau tidak mempengaruhi konsentrasi PM10 dan PM2,5. Kecepatan kendaraan tidak selalu berpengaruh terhadap konsentrasi PM10 dan PM2,5 dikarenakan konsentrasi PM10 dan PM2,5 terdispersi di udara yang disebabkan oleh faktor lain seperti kecepatan dan arah angin. Variabel temperatur udara dengan konsentrasi PM10 dan PM2,5 di udara ambien Jalan Gajah Mada tidak memiliki hubungan karena alat penelitian tidak ter kalibrasi sehingga data tidak dapat digunakan untuk uji lebih lanjut. Sedangkan menurut jurnal dan penelitian sebelumnya, variabel temperatur udara memiliki hubungan dengan konsentrasi PM10 dan PM2,5.