Analisis Pengaruh Fly Ash dan Kapur Tohor Ph Kualitas Air Asam Tambang di PT. Bara Pratama Kecamatan Indragiri Hilir Provinsi Riau
123
Profil penulis
1.848 karya publik ditemukan.
123
123
123
123
Target produksi pengupasan overburden pada bulan April 2022 sebesar 30.000 Bcm/bulan. Berdasarkan data aktual didapatkan produksi pengupasan overburden sebesar 23.348 Bcm/bulan. Berdasarkan observasi dilapangan ditemukan adanya waktu loss time kategori idle time sebesar1,16 jam/hari dan kategori delay time sebesar 0,51 jam/hari, adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis produktivitas alat gali muat dan alat angkut, menganalisis efisiensi kerja dan nilai ketersedian alat gali muat dan alat angkut dan mendapatkan waktu optimal loss time menggunakan metode regresi linier multivariate. Hasil perhitungan efisiensi kerja dari alat gali muat excavator CAT 330 D L berdasarkan rata-rata nilai efisiensi kerja harian sebesar 89,14% dan alat angkut (DT-017) sebesar 88,29% , dengan nilai ketersediaan alat dari unit excavator CAT 330 D L didapatkan MA 99% , PA 99%,UA 78% dan EU 77,4%. Dan alat angkut (DT-017 didapatkan MA 99%, PA 96%, UA 78,2% dan EU 77,8%. Selanjutnya melakukan simulasi waktu losstime. Berdasarkan persamaaan regresi linier multivariate Y =1276,8 + -127,4 (X1) + -452,6 (X2). Maximal kategori idle time (X1) sebesar 0,96 jam /hari jika X1= 0 dan delay time (X2) sebesar 0,27 jam/hari jika X2 = 0, sehingga didapatkan persamaan matematis dari rumus gradient X2 = -3,555,6X2 + 0,96. Maka dapat dilakukan simulasi waktu losstime, didapatkan waktu optimal loss time untuk mencapai target produksi sebesar 0,84 jam/hari di luar waktu non produktif (waktu istirahat). Menghasilkan produksi pengupasan overburden sebesar 1.156,7 Bcm/hari dengan total produksi sebesar 30.074 Bcm/bulan.
Berdasarkan pengamatan dan data dari periode Januari-Mei 2022 telah terjadi 12 kecelakaan yang terjadi dengan 10 kasus kecelakaan jenis property demage (kerugian property) dan 2 kasus kecelakaan first aid. Di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal masih terdapat Tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman untuk itu perlu dilakukan penilaian dan evaluasi tentang pelaksanaan keselamatan dan Kesehatan kerja untuk menciptakan kondisi aman, menghindari tindakan tidak aman dan pengawasan pada setiap kegiatan. Dalam melaksanakan kegiatan penambangan, sering terjadi kecelakaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kekerapan dan keparahan dari suatu kecelakaan dilakukan perhitungan frequency rate dan severity rate di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal dan Analisa penyebab kecelakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap pekerja di PT. Bhumi Sriwijaya Perdana Coal dan diolah menggunakan metode statistik kecelakaan dan diagram. Nilai frequency rate (FR) periode januari-mei 2022 di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal sebesar 27,11 yang berarti PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal tergolong tingkat bahaya tinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai frequency rate periode januari-mei 2022 adalah FR ≥10. Sedangkan nilai keparahan kecelakaan kerja Severity Rate periode januari-mei melebihi cutting point 0 yakni sebesar 1,2 perusahaan seharusnya tidak kehilangan hari kerja produktif akibat kecelakaan kerja, karena dari insiden-insiden tersebut menyebabkan hilangnya hari kerja sebanyak 1 hari kerja. Persentase faktor penyebab kecelakaan yang ada di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal periode januari-mei adalah tindakan tidak aman (unsafe action) sebesar 63% dan kondisi tidak aman (unsafe condition) sebesar 37%.
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan bergerak di bidang pertambangan batubara yang berdiri pada tahun 2005 menggunakan sistem tambang bawah tanah dengan metode room and pillar. Air asam tambang yang berada pada setling pond berasal dari tambang bawah tanah tepatnya pada lubang THC-04 CV. Taiti Coal kemudian dialirkan ke sungai yang berada di sekitar area penambangan. Indikasi air asam tambang yang ada di CV. Tahiti Coal dapat diketahui dengan terdapatnya air yang berada pada kolam pengendapan memiliki pH sebesar 5 selain itu juga terdapat adanya adanya air limbah keruh berwarna kecoklatan dan coklat kemerahan. Kualitas air asam tambang setelah penambahan kapur tohor, tawas, zeolite pada CV. Tahiti Coal telah memenuhi baku mutu lingkungan untuk pH dan TSS dengan dosis 0,12 g/l kapur tohor, 0,12 g/l tawas, dan 0,2 g/l zeolite. Jumlah kebutuhan untuk menetralkan air asam tambang pada CV. Tahiti Coal jika menggunakan kapur tohor, tawas, dan zeolite adalah 19,1808 kg/hari, jika menggunakan tawas adalah 19,1808 kg/hari, jika menggunakan zeolite adalah 31,968 kg/hari Biaya yang dibutuhkan dalam menetralkan air asam tambang pada CV. Tahiti Coal jika menggunakan kapur tohor adalah Rp 172.627/hari, jika menggunakan tawas adalah Rp 190.180,8/hari, jika menggunakan zeolite adalah Rp 223,776/hari
CV. Bara Mitra Kencana merupakan salah satu pertambangan batubara bawah tanah yang berlokasi di Talawi, Kota Sawahlunto yang memiliki 6 lubang penambangan yaitu KWT 2, KWT 3, KWT 4, BMK 14, BMK 04 dan TK 04. Saat eksekusi penyerahan batubara ke PLTU Ombilin pada Juni 2022, terdapat parameter kualitas batubara yang tidak sesuai dengan kontrak PJBB, sehingga adanya penurunan harga jual beli batubara serta tuntutan untuk bulan berikutnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis beda kualitas batubara berdasarkan hasil laboratorium, kuantitas blending batubara yang tepat serta nilai profit yang dihasilkan. Metode pengolahan yang digunakan adalah metode trial and error dan metode simplex. Hasil pengolahan didapatkan nilai gross calorifc value BMK 14 adalah 5234 Kcal/kg, total moisture 4,71%, ash content 30,33%, dan sulphur 0,9%. Kemudian nilai gross calorifc value BMK 04 adalah 6095 Kcal/kg, total moisture 5,23%, ash content 17,5%, dan sulphur 1,09%. Serta nilai gross calorifc value TK 04 adalah 7728 Kcal/kg, total moisture 4,74%, ash content 1,2%, dan sulphur 0,5%. Kuantitas blending batubara dengan metode trial and error pada lubang KWT 2, KWT 4, BMK 04 dibutuhkan 86,667 ton dan pada lubang KWT 3, BMK 14, TK 04 dibutuhkan 3246,667 ton. Sedangkan dengan metode simplex, pada lubang KWT 2 dibutuhkan 3334,579 ton, KWT 3 dibutuhkan 1738,2 ton, KWT 4 dibutuhkan 325,519 ton, BMK 14 dibutuhkan 1105,242 ton, BMK 04 dibutuhkan 1436,044 ton dan TK 04 dibutuhkan 2060,412 ton. Untuk hasil perhitungan PJBB antara CV. Bara Mitra Kencana dengan PLN didapatkan keuntungan dari hasil penjualan batubara dalam 1 bulan yaitu Rp. 8.500.000.000.
PT Bara Prima Pratama merupakan industri yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara. Saat ini penambangan pada kawasan WIUP yang sedang berjalan cadangannya semakin sedikit, salah satu cara untuk memperpanjang waktu tambang adalah dengan melakukan ekspansi yaitu menambah kawasan wilayah izin usaha penambangan baru yang bernama site sungai retih, dengan demikian perhitungan cadangan terkira dan cadangan terbukti serta optimasi pit limit dan desain pit tentunya menjadi hal yang penting demi keberlangsungan tambang kedepannya. Striping ratio yang digunakan oleh perusahaan adalah 1:18,5, stripping ratio adalah nisbah kupas perbandingan volume batubara dan overburden. Menggunakan metode block strip untuk menentukan pit limit dan metode AOI (Area Of Influence) untuk perhitungan cadangan. Penelitian hanya menggunakan data sekunder, yaitu data bor, data topografi, geometri lereng dan jalan tambang. Proses pengolahan data dengan melakukan permodelan dan perhitungan cadangan menggunakan data log bor sebanyak 289 titik bor, menggunakan sotware surpac 6.3.1, sehingga didapatkan total cadangan sebanyak 2.001.267 ton. Untuk pengoptimasian metode block strip dibuat dengan ukuran 20x20 meter melalui block model pada surpac, di optimasi melalui blok terluar pada block strip dengan memunculkan atribut SR setiap blok . Hasil dari optimasi dalam tahap selanjutnya yaitu desain pit, mengikuti parameter geometri lereng dan jalan tambang yang direkomendasikan perusahaan. Sehingga didapatkan hasil nilai SR 1:18,29 dengan total cadangan terkira 1.468.028 ton, cadangan terbukti 1.394.626,6 ton dan luas area 121,77 hektar. Analisa data cadangan dilakukan dengan penginputan titik bor secara manual dan kontur struktur batubara, setelah dilakukan analisis terhadap cadangan terdapat indikasi patahan dengan jarak 45 m dan beda tinggi 25 m. Sementara untuk optimasi dan desain pit limit dilakukan pembuatan reserve graphic sebelum dan sesudah optimasi pit limit untuk mengetahui bagian block yang di eleminasi .
Dalam Kegiatan Penambangan PT. Pama Persada Nusantara sering terjadi adanya ketidaksesuaian antara rencana dengan kondisi aktual dilapangan dimana target waktu kerja dan target produksi mengalami ketidaksesuaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi aktual, menganalisis losstime menggunakan regresi linier berganda serta menganalisis efisiensi penggunaan alat pada alat gali muat dan alat angkut. Hasil penelitian ini menunjukan target produksi aktual diperoleh 295.942 BCM/bulan dan masih di bawah target produksi yaitu sebesar 373.269 BCM/bulan. Dan hasil persamaan model matematis analisis regresi linear berganda yang dihasilkan dari hubungan delay time (variable bebas X1) dan idle time (variable bebas X2) terhadap target produksi (variable terikat Y) adalah sebagai berikut excavator 1250 (1173) Y= 12730,208 + -188,352X1 + -852,658X2 dengan losstime optimal yang dapat diterapkan pada excavator dengan waktu idle 0,85 jam/hari dan waktu delay 3,8 Jam/hari. Sedangkan untuk HD 785 fleet (1173) Y= 4489,547 + -135,417X1 + -292,811X2 dengan waktu idle 0,64 Jam/hari dan waktu delay 1,39 jam/hari. Dan hasil dari analisis waktu kerja efektif dan efisiensi kerja untuk alat gali muat sebelum dilakukan perbaikan 66% maka setelah dilakukan perbaikan efisiensi kerja sebesar 78%. Dan alat muat sebelum perbaikan efisiensi kerja 65% setelah perbaikan efisiensi kerja 90%.
Pengelolaan air asam tambang dapat dilakukan dengan pengolahan aktif dan pengolahan pasif. Pengelolaan air asam tambang di PT. Bara Prima Pratama dilakukan dengan system metode aktif yaitu dengan pengapuran. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh komposisi campuran fly ash dan kapur tohor terhadap parameter pH air asam tambang dan menganalisis penggunaan fly ash dan kapur tohor terhadap parameter TSS pada penetralan air asam tambang. Proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode eksperiment dengan penambahan koagulan fly ash dan kapur tohor dosis 0,003 g/l, 0,27 g/l dangan dosis keseluruhan 0,30gr. penambahan fly ash dan kapur tohor dengan dosis 0,006 g/l, 0,24 g/l dangan dosis keseluruhan 0,30 g/l. Dari hasil penelitian ini fly ash, kapur tohor tidak berpengaruh besar terhadap perubahan sedangkan kapur Tohor dapat meningkatkan nilai pH dangan cepat. Pengaruh komposisi campuran fly ash dan kapur tohor terhadap pH setelah penetralan memiliki kolerasi nilai R2 = 0,7752 (77,52%) adalah nilai yang sangat kuat, dengan dosis 0,30 gr pada percobaan ke 1(10:90), percobaan ke 2 (20:80), percobaan ke 3(30:70). Pengaruh komposisi campuran fly ash dan kapur tohor terhadap TSS setelah penetralan memiliki kolerasi nilai R2 = = 0,7449 (74,49%) adalah nilai yang sangat kuat, dengan dosis 0,30 gr pada setiap percobaan
PT. Samantaka Batubara menargetkan operasi produksi perjam sebesar 200 BCM/Jam sedangkan produksi aktual berkisar 150 BCM/jam. Artinya target produksi belum tercapai. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target operasi produksi dapat dikarenakan kinerja alat yang tidak efektif, kinerja alat yang rendah menjadi salah satu hal yang menyebabkan tidak tercapainya produksi, sehingga perlu dikaji. Kajian kinerja alat gali muat dan alat angkut meliuputi Mechanical Availability (MA), Use of Utilization (UA), Physicall Availability (PA) dan Effective Utilization (EU). Tujuan penelitian adalah: menganalisis kinerja alat gali muat dan alat angkut pada pengupasan overburden di pit M5 PT. Samantaka Batubara, menganalisis produktivitas alat gali-muat dan alat angkut setalah perbaikan dengan mengunakan teori antrian pada pengupasan overburden di Pit M5 di PT. Samantaka Batubara.Data yang diambil untuk penelitian berupa cycle time alat muat, cycle time alat angkut,waktu kerja efektif,peta topografi,waktu kerja yang tersedia, dan data spesifikasi alat. Ketersedian alat gali muat Excavator Komatshu PC 400 dengan MA=80,56% PA=81,58 % UA=93,55% EU=76,32% , sedangkan untuk efisiensi alat angkut dumpt truck nissan CWB dengan MA=92,31% PA=94,34% UA=66,67% EU=63,16% Produksi aktual alat gali muat Excavator Komatshu PC 400 adalah 172,87 BCM/jam. Perhitungan produktivitas alat angkut Dump Nissan CWB adalah 145,095 Bcm/jam, sedangkan untuk produksi setelah perbaikan mengunakan teori antrian adalah 239,52 BCM/ jam. Setelah melakukan perbaikan mengunakan metode teori antriian unit dump truck perlu dilakukan pengurangan satu unit dump truck sehingga keserasian alat menjadi 0,99
123
Tridaya Nita Prima didirikan pada 21 oktober 2021. Perusahaan yang sedang berkembang pesat penyedia jasa bor dan peledakan dan kontraktor pertambangan di Sumatera Barat. Penelitian ini mengamati quarry penambangan untuk Mendapatkan nilai effisiensi kerja alat muat dan alat angkut, Didapatkan match factor dari alat yang digunakan, mendapatkan nilai produktifitas alat muat dan alat angkut secara aktual. Data Primer berupa Cycle Time dengan waktu edar Alat Gali Muat 19.33 (s), Waktu Edar Alat Angkut = 1.159 (s) dengan Jam Kerja sebanyak 8 jam/hari. Nilai effisiensi dari alat gali muat yaitu sebesar 78,4 %. Sedangkan untuk nilai efisiensi alat angkut sebesar 47,9 %, nilai tersebut dapat digolongkan kecil dan tidak dapat memenuhi target produksi. Berdasarkan data yang di peroleh dari lapangan, berhenti dijam kerja merupakan penyebab terbesar dari kecilnya nilai efisiensi kerja yaitu di rata-rata 156,42 meni/hari. Dengan menghilangkan waktu berhenti di jam kerja atau bekerja secara maksimal dapat meningkatkan nilai efisiensi kerja sebesar 79,7 %. Match faktor dari alat gali muat dan alat angkut adalah 0,5. Besarnya produktifitas pada alat gali muat yaitu sebesar 1.270,74 LCM, dan 77,63 LCM untuk satu alat angkut secara aktual. Alat angkut yang digunakan sebanyak 5 unit di quarry. Hal tersebut menunjukkan tidak tercapainya target produksi yang telah di tentukan. Setelah dilakukan perbaikan efisiensi kerja alat angkut maka di dapat total produksi sebesar 129,2 LCM / hari untuk 1 alat angkut, sedangkan untuk 5 alat angkut yaitu sebesar 646.04 LCM /bulan. Dengan nilai tersebut maka di peroleh total produksi sebesar 19.381,4 LCM/ bulan.
123
123
Limbah cair songket Silungkang dibuang langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan sehingga parameter warna dan pH air limbah melebihi baku mutu PerMen KLHK P.16 tahun 2019 dengan konsentrasi awal warna 1801,1 TCU dan pH 11. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dosis koagulan tawas terhadap penurunan parameter warna dan pH pada limbah cair songket Silungkang dan menentukan efisiensi penyisihan parameter warna pada limbah cair songket Silungkang pada dosis koagulan tawas yang berbeda pada proses koagulasi. Dalam penelitian ini digunakan variasi tawas sebesar 2,5g, 5gr dan 7,5gr dalam 500 ml sampel dan waktu pengadukan cepat selama 2 menit, kemudian dilanjutkan dengan pengadukan lambat selama 30 menit. Selanjutnya diendapkan selama 60 menit. Hasil penelitian didapatkan dosis tawas paling efisien untuk menurunkan kadar zat warna yaitu dengan menggunakan koagulan tawas sebanyak 5g sehingga diperoleh hasil 85 TCU dengan persentase 95,2%. Sehingga berdasarkan hasil pengolahan menggunakan metode koagulasi dapat dijadikan salah satu alternatif bagi usaha pencelupan benang songket Silungkang dalam mengolah limbah cair yang dihasilkan.
Area peledakan dekat dengan crusher, gudang handak, dan kantor. Sehingga pada saat material peledakan Fly rock mengenai area tersebut, yang apabila terjadi terus menerus dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan. Tujuan penelitian adalah menganalisis jarak lemparan batuan menggunakan geometri aktual, merancang geometri radius aman fly rock, dan menganalisis jarak lemparan batuan. Metode yang digunakan adalah metode Richard and Moore dan Metode Lundborg. Jarak lemparan batuan aktual dengan metode richard and moore adalah rata-rata face burst 180,7 m, rata-rata cratering 143,7 m, rata-rata rifling 48,8 m, dan teori lundborg rata-rata 100,6 m. Geometri usulan menurut R.L Ash maka di dapatkan hasil geometri peledakan usulan burden 2 m, spasi 3 m, stemming 2 m, kedalaman lubang 6 m, isian 5 m, dan diameter 3 inch dan metode C.J.Konya maka di dapatkan hasil geometri peledakan usulan burden 2,1 m, burden awal 2,1 m, spasi 2,9 m, stemming 1,5 m, kedalaman lubang 6 m, isian 4,5 m, dan diameter 3 inch. Jarak lemparan batuan menggunakan geometri usulan menurut richard and moore dengan teori R.L.Ash maka di dapatkan jarak fly rock face burst sebesar 45,9 m, cratering 45,9 m, kemiringan lubang tembak 80° maka nilai rifling 10,1 m, dengan Teori C.J.Konya di dapatkan nilai face burst sebesar 31,9 m, dan nilai cratering sebesar 96,9 m, kemiringan lubang tembak 80° maka nilai rifling 21,3 m, dan Berdasarkan geometri peledakan usulan teori R.L.Ash dan C.J.Konya fly rock dihitung menurut Lundborg, maka di dapatkan jarak fly rock 98,67 m dengan teori R.L.Ash, dan 81,51 m dengan teori C.J.Konya.
Kebutuhan air bersih yang tinggi di indonesia merupakan urgensi yang harus diperhatikan karena kualitas air yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satu usaha untuk mendapatkan air bersih dapat dilakukan dengan proses filtrasi dengan bioadsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui efektivitas bioadsorben dari limbah kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit terhadap penurunan kadar Fe(Besi). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen adsorbsi dari sampel air yang mengandung Fe(Besi) dengan menggunakan bioadsorben limbah kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit. Air sumur yang terletak di pemukiman warga ditemukan kadar logam besi (Fe) sebesar 7,88 mg/L , dan telah melebihi ambang batas baku mutu (Permenkes RI No.32 Tahun 2017) yaitu sebesar 1 mg/L. Salah satu metode yang efektif digunakan untuk menurunkan kadar logam Fe (Besi) adalah metode filtrasi menggunakan media kulit ubi kayu sebagai karbon aktif dan fiber kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar logam Fe (Besi) dalam air sumur dengan memanfaatkan bahan alami. Adsorben kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit dengan variasi komposisi yaitu perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:3, hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit adalah 2:3 dengan persentase penurunan kadar logam Fe (Besi) adalah sebesar 89%.
Dalam melakukan operasi penambangan, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti adanya perbedaan volume overburden dari data yang dicatat oleh checker atau orang yang mengambil data produksi di lapangan, serta ritase (truck count), dan data yang diperoleh dari tim survey berdasarkan data kemajuan tambang yang diolah menggunakan software surpac, sehingga menyebabkan perhitungan cadangan tahunan tidak sesuai atau disebut rekosiliasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan volume material tanah penutup (overburden) dan faktor-faktor penyebabnya. Data primer yang dibutuhkan cycle time alat muat, cycle time alat angkut, waktu kerja efektif dan koordinat titik survey. Data sekunder yang didapatkan dari perusahaan yaitu data ritase alat angkut dan alat muat, data spesifikasi alat dan peta topografi.Hasil perhitungan cycle time dengan waktu edar alat gali Excavator Cobelco SK 480 20,32 detik dengan alat angkut Mitsubishi fuso 220 SP 11,25 menit dan alat gali excavator Hitachi 470 ZX 20,6 detik dengan alat angkut Nisaan CWE 370 11,10 menit dengan match factor masing masing alat 0.45 dan 0.50, maka didapatkan volume material tanah penutup sebesar 200.869,74 ton. Hasil perhitungan Truck count atau ritase alat angkut yang merupakan jumlah ritase alat angkut Mitsubishi fuso 220 SP dan Nisaan CWE 370 yang beroperasi untuk hailing overburden didapatkan hasil sebanyak 192.129 ton.Volume overburden hasil pengukuran survey pada tanggal 22 Mei-01 juni 2022 yaitu sebesar 195.809 ton. Selisih perbedaan volume overburden antara dari produksi aktual dan survey yaitu sebesar 2,52%, dan selisih dari cycle time dan truck count atau ritase alat angkut sebesar 4,36%