Profil penulis
S
1.848 karya publik ditemukan.
Perencanaan Interval Waktu Perawatan Niagara Filter Menggunakan Metode Age Replacement Di PT. Wilmar Nabati Indonesia
ANALSISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BOTOL MENGGUNAKAN DMAIC PADA PT. AMIA BATUSANGKAR
ANALISIS PERBAIKAN DELAY TIME UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA ALAT GALI MUAT (PC-1250) DAN ALATANGKUT (HD-465) PADA KEGIATAN PEMINDAHAN TANAH PENUTUP PADA FRONT PENAMBANGANPT. ARTAMULIA TATA PRATAMA
ANALISIS UKURAN FRAGMENTASI RATA-RATTERHADAPGEOMETRI PELEDAKAN DI PT.ATIKA TUNGGAL MANDIRI
ANALISIS PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN K3, SIKAP, PERILAKU, PENGAWASAN DAN DAMPAK TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PT. LEMBAH KARET JALAN BY PASS KM.22
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK MENGOPTIMALKAN GUDANG PENYIMPANAN DI PT. ABHI
PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI KARET MENGGUNAKAN METODE ROUGHT CUT CAPACITY PLANNING DI PT. LEMBAH KARET PADANG
ANALISIS PENGARUH UKURAN PARTIKEL SAMPAH ORGANIK TERHADAP WAKTU PENGOMPOSAN DENGAN METODE KOMPOSTER SEMI ANAEROB DI NAGARI KUNANGAN PARIK RANTANG KEC. KAMANG BARU KAB. SIJUNJUNG
ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE SLOPE MASS RATING (SMR) DI SEKITAR LUBANG BUKAAN SEAM C2 PT. NUSA ALAM LESTARI, DESA SALAK,KECAMATAN TALAWI, KOTA SAWAH LUNTO, PROVINSI SUMATERA BARAT
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENGETAHUI BAKAT ANAK DI TK RAUDHATUL UMMAH MENGGUNAKAN METODE TOPSIS
ANALISIS TEROWONGAN TAMBANG MENGGUNAKAN METODE Q SYSTEM DAN ROCK STRUCTURE RATING DI BMK 14 CV. BARA MITRA KENCANA
ANALISIS PERSEDIAAN CANGKANG DAN SERABUT KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK PADA PT. SUBUR INTI AGRI PLANTATION
Analisis Nilai Total Moisture dan Ash Content Terhadap Calori Value Batubara dari Front ke Stocpile di PT. Asia Multi Investama
123
Perancangan Alat Pencuci Tangan Sistem Pedal Praktis dan Ergonomis
123
Analisis Perbandingan antara Metode Aktif dengan Metode Pasif untuk Proses Penetralan Air Asam Tambang Pada Kolom Pengendapan Lumpur di PT. Bumi Merapi Energi
123
Penerapan Produktivitas Pada Bagian Produksi di PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitkan Ombilin dengan Menggunakan OMAX
123
Sistem Informasi Pelayanan Jasa Laundry Pada Plaza Laundry Berbasis Web
123
Perencanaan Desain Main Pit LSA Balangan Coal PT. Laskar Semesta Alam Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan
123
Perbandingan Penggunaan Kapur Tohor dengan Kalsium Hidroksida Terhadap Parameter pH dan TSS Pada Penetralan Air Asam Tambang PT. Gorby Putra Utama
Air yang keluar dari kolam pengendapan lumpur PT Gorby Putra Utama memiliki nilai pH yang rendah atau belum mencapai baku mutu yang telah ditetapkan oleh peraturan Gubernur Sumsel no.8 Tahun 2012 ,peraturan Pemerintah Republik Indonesia No .22 tahun 2021,air yang keluar harus memliki nilai pH 6-9 sedangkan pada PT Gorby Putra Utama air yang keluar memiliki nilai pH sebesar 5- 5.8 dan TSS sebesar 5.21 mg. Untuk melakukan penetralan/ pengolahan air asam tambang memiliki 2 metode yaitu metode aktif dan pasif,pada penelitian ini menggunakan metode aktif yaitu pengolahan menggunakan kapur tohor dan kalsium hidroksida.Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis perbandingan penggunaan kapur tohor dan kalsium hidroksida pada penetralan air asam tambang dan menghitung kebutuhan biaya yang diperlukan untuk melakukan pengolahan air asam tambang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kalsium hidroksida lebih efektif menetralkan air asam tambang dibandingkan kapur tohor dan dari hasil penelitian diketahui kebutuhan kalsium hidroksida 1 bulan sebanyak 72 kg/bulan dengan biaya sebesar RP 3.168.000/bulan , dan membutuhkan kapur tohor dalam 1 bulan sebanyak 105 kg/bulan dengan biaya sebesar RP. 1.050.000. Data yang diambil peneliti meliputi ph air asam tambang. pH awal 4.67 dan setelah dilakukan penetralan menggunakan kapur tohor 5.83 dengan dosis 0.025 g/l dan kalsium hidroksida pH awal 4.67 dan setelah ditambahkan kalsium hidroksida dengan dosis 0.020 g/l maka nilai pH 6.92, nilai TSS sebelum 5.21 mg/l dan setelah dilakukan penetralan menggunakan kapur tohor dosis 0.025 nilai TSS yang didapat 1.78 mg/l dan kalsium hidroksida nilai awal 5.21 mg/l setelah ditambahkan kalsium hidroksida 0.020 maka didapat nilai TSS sebesar 4.56 mg/l.