Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.036 item publik

Publikasi

Halaman 131 dari 152

Analisis Peramalan Perencanaan Produksi Roti Menggunakan Metode Time Series, Konstan, Linier, Kuadratis di UD. Bunga Bakery Padang

FERI CAHAYOKO
2019 · Book · Open Access

Perencanaan produksi juga dapat didefinisikan sebagai proses untuk memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu sesuai dengan yang diramalkan atau dijadwalkan melalui pengorganisasian sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, mesin serta peralatan lainya. Penentuan jumlah optimal produk yang akan diproduksi menjadi kunci bagi perencanaan produksi yang tepat. Kebutuhaan produksi dilakukan dengan maksud memenuhi permintaan pada tingkat biaya yang minimum. Dalam skripsi ini metode moving average, weight moving average dan exponential smoothing di terapkan untuk meramalkan perencanaan produksi roti isian untuk tahun selanjutnya. Untuk peramalan produksi roti isian dengan menggunakan metode error/kesalahaan terkecil metode SEE. Hasil peramalan di asumsikan sebagai nilai Master Production Schedule (MPS). Permintaan yang makin meningkat perusahaan untuk melakukan perencanaan produksi dari hasil penelitian yang dilakukan di UD. Bunga Bakery. Maka untuk kebutuhaan produksi periode 13 untuk roti isian rasa sarikaya 463514, roti isian rasa coklat 1386996, roti isian rasa kelapa 506408, roti isian rasa blueberry 513582 dan roti isian rasa nenas 255921.

Kajian Intensitas Kebisingan di PT. Bakapindo, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

ADE RISKI YULIANDA
2019 · Book · Open Access

PT. Bakapindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yakni tambang Dolomite yang memiliki Surat Izin Usaha Pertambangan Daerah (SIPD) dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat dengan Nomor surat 303.545/10/DTB- 92 tanggal 19 Mei 1992. Dengan luas 75 ha, Terutama saat diadakannya kegiatan penambangan kuatnya suara (noise) yang dikeluarkan kegiatan tersebut mengakibatkan adanya keluhan sebagian masyarakat di area penambangan karena kebisingan akibat aktifitas penambangan. Terganggunya masyarakat akibat penambangan yang berdekatan langsung terhadap permukiman/perumahan penduduk yang berdampak pada lingkungan sekitar area perumahan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber kebisingan dan mengetahui pengaruh jarak terhadap sumber kebisingan di lokasi penambangan Jenis penelitian adalah penelitian terapan (applied research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diolah secara langsung menggunakan data yang didapat dilapangan.yang menjadi sumber kebisingan di PT. Bakapindo berada pada Area peledakan dengan nilai intensitas kebisingan yang di dapat sebesar 113,3 dB sedangkan pengaruh jarak terhadap sumber kebisingan berada pada Area peledakan dengan jarak pengukuran 500 meter dengan nilai intensitas kebisingan di dapat sebesar 113,3 dB yang berdampak bising pada area lingkungan sekitar penambangan yakni pada berjarak 500-600 m dari lokasi penambangan terhadap perumahan penduduk kebisingan tersebut termasuk kebisingan sesaat yang ditimbulkan oleh aktifitas peledakan dan berdasarkan SNI 7570 : 2010 melebihi tingkat intensitas kebisingan ditetapkan SNI 7570 : 2010 di area peledakan sebesar 110 dB

Evaluasi Kualitas Layanan dengan Metode Service Quality dan Analysis Hirarchy Process di Balai Diklat Industri Padang

TRY PRIHATINI
2019 · Book · Open Access

Balai Diklat Industri Padang (BDIP) merupakan salah satu instansi pemerintahan dibawah kementerian perindustrian yang merupakan pusat pendidikan dan pelatihan yang mempunyai spesialisasi dan kompetensi dibidang bordir dan fesyen, semakin banyaknya tuntutan untuk menghasilkan alumni yang kompeten dibidang bordir dan fesyen untuk itu perlu dievaluasi kualitas layanan yang telah diberikan BDIP kepada peserta diklat selama ini. Dengan menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Analyisis Hirarchy Process (AHP) maka dapat diketahui persepsi dan harapan dari peserta diklat. Servqual digunakan untuk mengetahui persepsi dan harapan peserta diklat berdasarkan dimensi kualitas jasa, dan AHP digunakan untuk mengetahui nilai pembobotan dari setiap variabel pelayanan. Selisih antara persepsi dan harapan peserta akan dikalikan dengan hasil pembobotan AHP sehingga dihasilkan nilai servqual terbobot. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode servqual menghasilkan nilai mean untuk harapan peserta sebesar 4,29 dan nilai mean persepsi peserta sebesar 3,78. Berdasarkan perhitungan servqual terbobot terdapat 10 variabel yang bernilai negatif dan perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Kriteria- kriteria yang menjadi prioritas tersebut antara lain ruang workshop yang memadai, konsumsi diklat dan tenaga pengajar. Kata kunci: \

Estimasi Harga dan Royalti Batubara Izin Usaha Pertambangan Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

DEFRIAN AULIA
2019 · Book · Open Access

Di Indonesia penggunaan batubara hampir 70% digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pertambangan batubara di Provinsi Sumatera Barat khususnya Kota Sawahlunto menyuplai batubara ke PLTU Ombilin, dari 11 izin usaha pertambangan di Kota Sawahlunto 8 IUP diantaranya menyuplai batubara ke PLTU Ombilin, dari situasi lapangan ditentukan masalah ketika IUP harus menjual batubara ke PLTU dengan harga di bawah HBA sedangkan IUP harus membayar royalti dengan dasar perhitungan harga sesuai HBA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung harga batubara IUP Kota Sawahlunto dengan ketetapan HBA yang telah di tetapkan kementerian ESDM serta menghitung royalti yang harus dibayarkan perusahaan kepada Negara. Metode yang digunakan untuk mengestimasi harga batubara IUP Kota Sawahlunto adalah harga batubara acuan yang di tetapkan kementerian ESDM nomor 1320 K/32/MEM/2018 dengan patokan 101,86 US$/ton sedangkan menghitung royalti berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 55 Tahun 2005 dengan acuan tambang dalam 6% dari harga jual dan tambang terbuka 7% dari harga jual. Hasil dari estimasi harga dan royalti batubara IUP Kota Sawahlunto sebagai salah satu contoh CV. Putri Surya Pratama dengan harga jual ke PLTU 55,714 US$/ton hasil Estimasi harga batubara CV. Putri Surya Pratama adalah 101,675US$/ton dengan kerugian 45,961 US$/ton dan royalti yang harus di bayar 177.323 US$/ton. Perhitungan HBA diolah dengan program visual basic

Analisis Sumberdaya Terunjuk Andesit dengan Metode Cross Section dan Kontur di Blok I PT. Atoz Nusantara Mining Pesisir Selatan Sumatera Barat

MAILEYON PUTRA
2019 · Book · Open Access

Perhitungan sumberdaya berperan penting untuk menentukan besaran cadangan serta menentukan jumlah, kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. Sebab hasil dari perhitungan sumberdaya dapat dilanjutkan pada perhitungan cadangan yang baik nantinya untuk dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor, penentuan sasaran produksi, cara penambangan yang akan dilakukan bahkan dalam memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan besaran sumberdaya terunjuk andesit dengan metode cross section dan kontur di Blok I PT. Atoz Nusantara Mining Pesisir Selatan/Sumatera Barat. Pengolahan data dikerjakan dengan bantuan sofware tambang dalam pembuatan kontur, sayatan hingga pada perhitungan. Penentuan batas penelitian didasarkan pada keterdapatan singkapan terluar. Hasil penelitian telah dilakukan dengan metode cross section yaitu membuat garis sayatan yang memotong lapisan tanah penutup, kemudian dihitung luas masing-masing sayatan dan akhirnya dapat ditentukan volume dengan menggunakan jarak antar sayatan mendapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar 9.079.700 ton dan dengan metode kontur yaitu memanfaatkan tiap kontur untuk menghitung luas dan volume area tiap interval kontur didapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar sebesar 8.435.602,5 ton dengan dengan total volume OB sebesar 43.650 m³.

Pengaruh Campuran Komposisi Biobriket terhadap Kuat Tekan dan Mutu Biobriket pada Proses Pembakaran

NUR HAMIDAH
2019 · Book · Open Access

Meningkatnya penggunaan batubara sebagai bahan bakar menghasilkan limbah padat dari sisa batubara yang terbakar yaitu bottom ash dan fly ash. Bottom ash yang memiliki nilai kalor dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi briket dan dicampur dengan jerami padi. Jerami padi memiliki potensi yang cukup besar dan dapat digunakan sebagai salah satu campuran bahan biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi yang tepat antara bottom ash dan jerami padi serta pengaruh jumlah bahan perekat terhadap nilai kuat tekan. Pengujian kalori biobriket menggunakan alat bom kalorimeter dan untuk mendapatkan nilai kuat tekan dilakukan dengan pengujian menggunakan alat point load indeks. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variasi jumlah campuran antara bottom ash dan jerami padi. Jerami padi harus dikarbonisasi terlebih dahulu sedangkan bottom ash dipisah dari pengotornya. Nilai kalori yang paling tinggi diperoleh dari pengujian pada campuran bottom ash: jerami padi adalah campuran 50:50 2492 cal/gr, dengan kadar air 22.99% dan kadar abu 24,28%. Untuk nilai korelasi hubungan kuat tekan dengan jumlah penggunaan perekat mempunyai hubungan sangat erat dan hampir sempurna yaitu 0.941.

Pemanfaatan Limbah Fly Ash sebagai Adsorben Logam Fe pada Limbah Cair (Studi Kasus : Limbah Cair PLTU Teluk Sirih, Sumatera Barat)

FANDI SAFRUL NALDI
2018 · Book · Open Access

Abu terbang batubara (Fly Ash) telah banyak dimanfaatkan sebagai adsorben pada penyisihan parameter pencemar dalam limbah cair. Pada penelitian ini fly ash dimanfaatkan sebagai adsorben penyisihan logam Fe pada limbah cair dengan studi kasus limbah cair PLTU Teluk Sirih, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan proses adsorbsi yang bertujuan untuk melihat besarnya efektivitas penyisihan logam Fe yang dihasilkan. Limbah cair yang diuji adalah limbah cair pada kolam inlet WWTP PLTU Teluk Sirih dengan konsentrasi Fe awal adalah 3,47 ppm. Setelah dilakukan proses adsorbsi menggunakan adsorben fly ash yang telah diaktivasi dengan NaOH 6 M dan waktu kontak 30 menit, konsentrasi logam Fe pada limbah cair turun hingga 0,02 ppm dengan persentase efektivitas penyerapan adalah 99,42 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adsorben fly ash efektif digunakan sebagai adsorben pada limbah cair.

Analisis Keuntungan Penambangan Batubara PT. Jambi Primacoal Tahun 2017

TAJUDIN
2018 · Book · Open Access

PT. Jambi Prima Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang berada di Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Dengan luas izin usaha pertambangan adalah 1.000 ha dengan SK izin No 66 tahun 2016 dan total cadangan 75.594,192 ton. Penambangan dimulai tahun 2017 dengan rencana produksi 600.000 ton batubara saja, dengan realisasi yang dapat tercapai 20.000 ton batubara.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya operasional penambangan PT. Jambi Prima Coal untuk mengetahui berapa biaya operasional pada tahun 2017 dan mengetahui berapa keuntungan pada tahun 2017. Dari hasil pengolahan data, komponen biaya yang dihitung untuk kegiatan operasional penambangan di PT. Jambi Prima Coal adalah biaya pengupasan overburden biaya pembongkaran 1 bcmnya US$ 1.93 total biaya US$ 260.550 , Coal getting dengan biaya $1,33/ bcm dengan total biaya US$ 26.600, Land Clearing dengan biaya $1481.48/ Ha dengan total biaya US$17.911, BBM US$ 146.667 dan Gaji Karyawan US$ 175.056 dan keuntunagan PT. Jambi Prima Coal pada Tahun 2017 sebesar US$ 308.244.

Kajian Teknis Sistem Penyaliran Area Tambang pada Front B PT. Genesha Minerals Jaya Kab. Sarolangun Prov. Jambi

ADRI WARHADI
2018 · Book · Open Access

Pada musim penghujan, front b pt. Genesha Minerals Jaya (gmj) sering tergenang air dari limpasan air hujan disekitar tambang. Pompa atau mine dewatering yang digunakan pt. Gmj belum sesuai dengan debit air yang akan dipompakan, dimana alat masih sering menunggu proses pengeringan sebelum melakukan kegiatan penambangan. Semakin luas area penambangan atau daerah tangkapan hujan, maka jumlah debit air yang harus ditanggulangi cendrung semakin besar. Kemudian daya pompa dan kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan juga semakin besar. Pemecahan masalah penelitian, yaitu dengan menghitung curah hujan rancangan menggunakan distribusi Log Normal, menghitungan intensitas curah hujan, debit limpasan dan daya pompa, serta merancang dimensi kolam pengendapan lumpur, yang dapat menampung air dan lumpur hasil pemompaan sampai waktu pengerukan yaitu dua kali dalam satu tahun. Dari hasil analisa data, didapatkan curah hujan rancangan sebesar 24,89 mm/hari, debit limpasan 0,48 m3/detik dan daya pompa sebesar 89,469 kW. Untuk menampung air dan lumpur hasil pemompaan dibutuhkan volume 1 (satu) kolam pengendapan lumpur sebesar 207,36 m3 . Berdasarkan hasil analisa data, dapat disimpulkan bahwa debit air yang harus dipompakan adalah sebesar 1.728 m3/jam. Dengan kapasitas pompa 450 m3/jam dibutuhkan 4 unit pompa, untuk mengeluarkan genangan air pada dasar front penambangan, dan dimensi kolam pengendapan lumpur dengan panjang 10 m, lebar 7 m dan tinggi atau kedalaman 3 m.

Efisiensi Tenaga Kerja Crew Set-Up Produksi LHD Minegem untuk Meningkatkan Target Produksi di DOZ Departemen Produksi di PT. Freeport Indonesia

RAHMAT TRIDIO SAPUTRA
2018 · Book · Open Access

P.T Freeport Indonesia memiliki beberapa panel dengan kondisi draw point basah (wet muck). Kondisi tersebut sangat membahayakan karena sewaktu – waktu dapat terjadi luncuran lumpur yang mengandung batuan (boulder) atau biasa disebut spill out. Namun ada beberapa masalah yang terjadi saat pengoperasiannya, salah satunya adalah lamanya waktu set up crew untuk memastikan loader minegem ini siap untuk dioperasikan atau ketika terjadi masalah yang menyebabkan loader tidak berjalan seefektif yang diharapkan dan ketercapaian target produksi sulit untuk diraih. Untuk mengatasi masalah tersebut maka penelitian ini dilaksanakan. Penelitian ini mengusung metode ketepatan waktu dan jumlah tenaga kerja untuk mengevaluasi dan memaksimalkan keefektifan kerja LHD. Ketepatan waktu diukur juga diukur melalui jarak tempuh dan lama perjalanan traveling dari tiap – tiap panel ke RTA dan XC#14. Dari hasil penelitian didapatkan standar operasional terbarukan dan skema kerja yang dapat menunjang keefektifan pencapaian target produksi yaitu dengan menggunakan 10 orang pekerja dan menggunakan rancangan skema parallel yang dibuat maka didapatkan 4.200 ton hingga 7.000 ton tambahan untuk meningkatkan keberhasilan pencapaian target produksi harian.

Analisis Persediaan Bahan Baku Kelapa Sawit di PTP Nusantara VI Ophir Pasaman Barat

MATEUS YOGI RESKI GANDA
2018 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaan bahan baku pada PTP Nusantara VI Ophir Pasaman Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan diagram fishbone. Hasil analisis kuantitas pemebelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 278,75 ton per hari, sedangkan berdasarkan metode Economic Order Quntity kuantitas pembelian yang optimum adalah 506,60 ton per hari. Frekuensi pembelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 312 kali, sedangkan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity adalah 171 kali. Total biaya persediaan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah Rp 4.584.882 per tahun, sedangkan menggunakan metode Economic Order Quantity dapat mengefisiensikan besarnya biaya persediaan perusahaan adalah 3.872.958 pertahun. Sementara itu untuk persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan tidak ada, sedangkan menurut perhitungan metode Economic Order Quantity besarnya persediaan pengaman sebanyak 1.712 ton dan titik pemesanan ulang sebesar 1.990,75 ton. Pada analisis diagram fishbone di temukan 5 faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target bahan baku sawit yaitu faktor metode, material, mesin, manusia, dan lingkungan.

Perencanaan Tambang untuk Periode Triwulan dalam Memenuhi Target Produksi di PIT 7 PT. Seluma Prima Coal, Jambi

RONAL FLOREN
2018 · Book · Open Access

PT. Seluma Prima Coal adalah salah satu perusahaan tambang swasta yang sedang melakukan penambangan batubara di Desa Rangkiling Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Metode penambangan yang digunakan oleh PT. Seluma Prima Coal adalah tambang terbuka dan melakukan operasi penambangan pada 7 pit, yaitu pit 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Berdasarkan hasil perhitungan cadangan Menggunakan Software RockWorks16 terdapat cadangan sebesar 30.627 ton dan 60.200 bcm dengan striping ratio 1:2,48, Pembuatan final desain pit menggunakan Software Autocad telah mengingikuti rekomendasi Engineering PT. Seluma Prima Coal. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu rancangan design pit 7, rancangan mine sequence dan kebutuhan jumlah alat mekanis setiap fleet nya 1 Excavator melayani 5 Dump Truck untuk tiga bulan kedepan.

Analisis pH Air Asam Tambang dengan Menggunakan Alat Sensor RS13SEN0161 di PT. Surya Global Makmur Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi

RISKI ILAHI
2018 · Book · Open Access

Industri pertambangan batubara sering terjadi permasalahan lingkungan munculnya air asam tambang berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, untuk itu maka dilakukan penelitian tujuannya mengetahui proses terjadinya air asam tambang sebelum dialiri ke badan sungai.Dengan melakukan pengujian di lapangan mengunakan alat sensor pH meter RS13SEN0161 pada masing-masing kolam endapan dan cara pemberian kapur tohor yang baik dan benar. Dari hasil data pengujian di lapangan pada masing-masing kolam endapan pertambangan batubara, hasil tersebut diolah dan dimasukkan kedalam model grafik untuk mengetahui perubahan kadar pH air asam tambang tersebut. Hasil penelitian kadar pH air asam tambang di PT. Surya Global Makmur kolam satu nilai pH terendah pada titik (satu) 5,48 untuk pH tertinggi pada titik (lima) 5,71, kolam dua nilai pH terendah pada titik (satu) 5,71 pH tertinggi pada titik (lima) 5,84, kolam tiga nilai pH terendah pada titik (satu) 5,99 pH tertinggi pada titik (lima) 6,68, untuk kolam (empat) nilai pH terendah pada titik (satu) 6,63 untuk pH tertinggi pada titik (lima)6,69, kolam lima nilai pH terendah pada titik (satu) 6,58 untuk pH tertinggi pada titik (lima) 6,73, selanjut aliran sungai pH terendah 6,32 dan pH tertingginya 6,40.

Analisis Geometri Jalan Angkut Menggunakan Metode Antrian dari Front Penambangan ke Dissposal di PT. Allied Indo Coal Jaya Kec. Talawi Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

WIDYA PURNAMA SARI
2018 · Book · Open Access

PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Kegiatan pengangkutan overburden dari front penambangan ke dissposal memiliki panjang ± 650 m. Kegiatan operasi penambangan overburden menggunakan 5 unit dump truck Hino ranger 500 fm 260 JD dan 1 unit excavator caterpillar 320 D. Penelitian ini dilakukan dikarenakan sering terjadi antrian dump truck pada saat proses loading karena adanya waktu tunggu alat muat di front penambangan, adanya 2 dump truck yang berhenti pada saat berpapasan dikarenakan geometri jalan angkut yang belum sesuai dengan standar AASTHO (American Association Of State Higway And Transportation Officials). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan geometri jalan angkut dan mendapatkan model antrian jalan angkut tambang. Metode penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu dengan cara melakukan pengukuran jalan angkut dari front penambangan ke dissposal dengan memperhitungkan lebar jalan lurus, jalan tikungan, kemiringan jalan (grade), cross slope, dan cycle time alat angkut. Hasil penelitian didapatkan lebar jalan lurus 8,575 m, lebar jalan tikungan 13,120 m, kemiringan jalan (grade) 10% dan 16% kemiringan melintang (cross slope) 14,8 cm dan perhitungan dengan menggunakan metode antrian diperoleh jumlah dump truk yang diperlukan agar mampu dilayani oleh alat muat tanpa adanya waktu antri adalah 7 truck.

Produktivitas Shaking Table dengan Variasi Kemiringan Deck Meja untuk Pemisahan Pasir Besi

HANDSEMAN PUTRA
2018 · Book · Open Access

Pasir besi umumnya terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran batuan asal oleh proses pelapukan dan erosi. Material tersebut kemudian tertransportasi dan diendapkan di sepanjang pantai. belum adanya penggunaan alat modern seperti mesin shaking table pada desa sunur kota Pariaman yang berfungsi sebagai alat pemisahan pasir besi dan minimnya pengolahan untuk pasir besi dilapangan khususnya didaerah pariaman menjadi masalah pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah; menganalisa perbandingan konsentrat dengan tailing pada pencucian pasir besi dengan alat meja goyang (shaking table), menganalisa hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi, dan menganalisa hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi. Penelitian dilakukan tahapan dengan pengambilan sampel di pantai sunur kota pariaman, selanjutnya pemisahan konsentrat dan tailing dengan alat shaking table dengan kemiringan 1°, 2° dan 3° dengan berat sampel 500 gr, 750 gr dan 1000 gr. Kegiatan pengayakan dengan menggunakan ayakan ASTM C 136-06, setelah melakukan kegiatan tersebut maka diperoleh hasil perbandingan konsentrat dan tailing di kemiringan 3° lebih baik dibandingkan kemiringan 1° dan 2°, hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi Semakin bagus kemiringan yang dipakai deck meja alat shaking table maka akan lebih maksimal dalam memisahkan antara konsentrat dengan tailing. Kemiringan 3° sangat efektif diterapkan pada alat shaking table karena dapat memisahkan konsentrat lebih banyak jika dibandingkan dengan kemiringan 1° dan 2°, dan hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi pada shaking table pada kemiringan 3° lebih efesien dibandingkan kemiringan 1° dan °.