Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.036 item publik

Publikasi

Halaman 133 dari 152

Pemanfaatan Limbah Abu Dasar Batubara (Bottom Ash) sebagai Adsorben Logam Fe pada Limbah Cair PLTU Teluk Sirih, Sumatera Barat

AZIZAH
2018 · Book · Open Access

Abu dasar batubara (Bottom Ash) adalah limbah B3 yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga thermal yang jumlahnya semakin banyak dan sangat berpitensi mencemari lingkungan. Abu dasar batubara (Bottom Ash) telah banyak dimanfaatkan sebagai adsorben pada penyisihan parameter pencemar dalam limbah cair karena mempunyai porositas tinggi dan luas permukaan besar. Penelitian sebelumnya menyebutka bahw bottom ash ini mempunyai kandungan utama silika, iron, alumina, magnesium dan SO3, dan bottom ash merupakan suatu media adsorbsi yang digunakan untuk mengadsorb limbah. Pada penelitian ini bottom ash dimanfaatkan sebagai adsorben penyisihan logam Fe pada limbah cair dengan studi kasus limbah cair PLTU Teluk Sirih, Sumatera Barat. Produk akhir Bottom Ash akan berbentuk serbuk dengan ukuran 60 mesh dan di aktifasi dengan basa kuat yaitu Natrium Hidroksida. Dengan proses aktifasi tersebut diharapkan dapat merusak permukaan bottom ash sehingga penyerapan terhadap logam Fe lebih besar. Proses adsorbsi dilakukan dengan cara pengadukan 700 rpm dengan variasi waktu dan konsentrasi aktifator yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kondisi optimum penurunan efektifitas terhadap penyisihan logam Fe pada sampel limbah cair. Alat yang digunakan untuk mengukur konsentrasi logam Fe adalah spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 510 nm. Limbah cair yang di uji adalah limbah cair pada kolam inlet WWTP PLTU Teluk Sirih dengan konsentrasi Fe awal adalah 3,52 Ppm. Setelah dilakukan proses adsorbsi dengan adsorben bottom ash yang telah di aktivasi NaOH 3 M dan waktu kontak 7 jam konsentrasi logam Fe pada limbah cair turun hingga 0.05 ppm dengan persentase efektifitas penyerapan adalah 98,60 %. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa adsorben bottom ash efektif digunakan sebagai adsorben pada limbah cair.

Analisis Kualitas Pupuk Cair Dari Ampas Kopi Dan Teh

MAFTUKHOH CERGIA
2018 · Book · Open Access

Semakin meningkatnya cafe kopi dan teh di Kota Padang dari tahun ke tahun akan berbanding lurus dengan produktivitas dari ampas kopi dan teh ini. Salah satu upaya terbaik untuk pengolahan ampas-ampas tersebut adalah dengan cara menjadikan pupuk organik/kompos. Untuk proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos serta pupuk cair, diperlukan bahan dekomposer. Bahan dekomposer yang umum digunakan adalah Effective Mikroorganisme (EM-4). Proses pengomposan dilakukan dengan metode anaerob. Komposter yang digunakan ada 8 macam (P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8) dengan volume yang sama, komposisi berbeda. Dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penggunaan ampas kopi dan teh sebagai pupuk cair yang optimum dan menunjukkan bahwa campuran antara ampas kopi dan teh (P2) lebih efektif menjadi pupuk cair daripada komposter lain, yakni dengan komposisi ampas kopi 375 gram + teh 125 gram + 250 larutan EM-4. Analisa yang dilakukan meliputi Nitrogen (N), Timbal (Pb), pH, C-Organik (Bahan Organik), dan Jumlah Total Koloni (Mikroba). Dari hasil uji laboratorium didapatkan pengaruh signifikan dan didapatkan komposisi optimum. Dari hasil tersebut didapatkan nilai kandungan Nitrogen (N) 1,12%; Timbal (Pb) 0,089 ppm; pH 5,67; C-Organik (Bahan Organik) 21,80%; dan Jumlah total koloni 154x103 cfu/ml, sehingga dari hasil tersebut jika dibandingkan dengan standart SNI 19-7030-2004 hasil dari pengomposan dan pupuk cair sudah memenuhi standart.

Studi Pengolahan Limbah Tempurung Kelapa dengan Metode Pirolisis untuk Menghasilkan Asap Cair

FALDI LULRAHMAN
2018 · Book · Open Access

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, salah satu daerah yang menghasilkan kelapa adalah Sumatera barat. Bertambahnya produksi kelapa, maka bertambahnya limbah tempurung kelapa. Metode yang diperkirakan sangat efektif dalam menangani limbah tempurung kelapa adalah metode pirolisis yang dapat mengasilkan asap cair. Proses pirolisis limbah tempurung kelapa adalah dengan cara memberikan panas ke limbah tempurung kelapa tanpa adanya udara. Asap hasil pembakaran akan di kondensasi (perubahan fasa gas menjadi fasa cair) dengan menggunakan kondensor, kemudian hasil asap cair keluaran kondensor akan ditampung dengan menggunakan gelas ukur. Pada penelitian ini dilakukan variasi terhadap temperatur proses pirolisis, waktu/lama proses pirolisis, ukuran limbah tempurung kelapa, dan kadar air limbah tempurung kelapa. Hasil Rendemen asap cair yang didapatkan pada variasi temperatur adalah 17,6466%,19,3226%, 21,8426% dan 26,0420%. Rendemen asap cair pada variasi waktu pirolisis adalah 14,7735%, 15,4574, 17,7999 dan 20,1498%. Rendemen asap cair untuk variasi ukuran partikel adalah 11,8923%, 150928% dan 17,1074%. Rendemen asap cair untuk variasi kadar air limbah tempurung kelapa adalah 17,2636%, 13,4098% dan 6,7132%. Hubungan temperatur pirolisis terhadap rendemen asap cair adalah berbanding lurus. Hubungan waktu pirolisis dengan rendemen asap cair adalah berbanding lurus. Hubungan ukuran limbah tempurung kelapa dengan rendemen asap cair adalah berbanding terbalik. Hubungan kadar air material dengan rendemen asap cair adalah berbanding terbalik. Sehingga didapatkan Kondisi operasi optimum terjadi pada temperatur pirolisis 3500C, waktu pirolisis 150 menit, ukuran partikel limbah tempurung kelapa 2-3 cm, dan kadar air limbah tempurung kelapa 4,8835%.

Pemanfaatan Limbah Industri VCO untuk Pembuatan Sabun Mandi

VIVINA AZMAR YUNAL
2018 · Book · Open Access

Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) memiliki potensi besar menjadi produk olahan yang bermanfaat. Salah satu produk olahan dari tanaman kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO ). Industri yang melakukan pengolahan kelapa menjadi vco menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan ini disebut blondo yang apabila dibuang begitu saja dapat mencemari lingkungan. Salah satu upaya untuk menangani limbah yaitu memanfaatkan limbah untuk pembuatan sabun mandi cair dengan proses saponifikasi.Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat komposisi limbah yang tepat untuk membuat sabun mandi cair dengan perbandingan (1:5), (2:5), (3:5), (4:5), (5:5). Pengujian mutu sabun ini dilakukan dengan cara melakukan pengujian di laboratorium dengan menguji nilai pH, alkali bebas, berat jenis, dan angka lempeng total. Komposisi yang tepat dalam pemanfaataan limbah industri vco untuk pembuatan sabun mandi yaitu pada perbandingan 5:5 karena dari data penelitian yang diperoleh memenuhi syarat mutu SNI sabun mandi cair dengan nilai pH sebesar 10,64, nilai berat jenis sebesar 1,10, nilai alkali bebas sebesar 0,11%, dan angka lempeng total tidak ada. Sedangkan untuk uji organoleptiknya sabun memiliki bentuk kurang cair, wangi dan bewarna sedikit gelap. Karena limbah industri vco bisa dimanfaatkan untuk pembuatan sabun mandi cair maka pemanfaatan limbah industri vco ini dapat menguntungkan secara materi.

Perencanaan dan Analisis Biaya Perawatan Check Dump pada Tambang BatuKapur PT. Semen Padang Provinsi Sumatera Barat

RIDO FERNANDO
2018 · Book · Open Access

Operasi penambangan batukapur PT. Semen Padang merupakan tambang terbuka. Dengan diterapkanya sistem tambang terbuka maka seluruh kegiatan penambangan dipengaruhi oleh kondisi iklim. Penulis menemukan beberapa masalah yang terjadi di lapangan yaitu adanya genangan air pada lokasi penambangan saat hujan sehingga saluran drainase yang ada tidak dapat menampung curah hujan yang tinggi karena volume air yang besar pada saluran drainase, sistem drainase kurang baik sehingga sangat dibutuhkan untuk pengendalian air yang masuk dalam areal penambangan agar tidak mengganggu aktivitas pernambangan, antara lain jalan tambang, lantai kerja, pemboran dan lain-lain, kurangnya maintenance terhadap paritan yang ada sehingga membuat terganggunya aliran air yang mengakibatkan meluapnya air kebadan jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan besar debit curah hujan rancangan yang masuk kedalam catchment area, untuk mendapatkan model sistem saluran drainase yang mampu menampung curah hujan yang masuk ke catchment area, untuk mendapatkan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan saluran drainase. Hasil dari penelitian adalah debit limpasan sebesar 291,31 m³/detik. Bentuk saluran berbentuk trapesium dengan lebar dasar saluran 0,6 m tinggi air 0,6 m tinggi saluran 0,75 m luas penampang 0,15 m² panjang saluran 281 m. Biaya perencanaan dan perawatan saluran drainase antara lain biaya sewa excavator 20.800.000 biaya upah operator 2.600.000 biaya bahan bakar excavator 24.960.000.

Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan

FITRATUL HUSNA
2018 · Book · Open Access

Kecamatan Lubuk Kilangan yang terletak dipinggir Kota Padang dengan luas wilayah 85,99 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 54.525 jiwa pada tahun 2016. Dengan kondisi wilayah yang cukup jauh, tentu dalm proses pengelolaan sampah akan menjadi terkendala. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya sampah yang menumpuk di sumber maupun di TPS yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan. Agar permasalahn ini tidak berlangsung lama, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi dari sistem pengelolaan sampah yang ada di kecamatan Lubuk Kilangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan dimulai dari pewadahan, pemilahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan serta bentuk serta masyarakat dalam meminimalisir timbulan sampah di wilayah ini. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan tujuan dapat mendeskripsikan fenomena yang terjadi. Hasil dari penelitian ini adalah dengan asumsi data timbulan sampah domestik sebesar 2,64 l/o/h berdasarkan wilayah pinggiran serta data timbulan sampah komersil sebesar 3,11 l/o/h dan sampah institusi sebesar 1,37 lo/h. Dari data tersebut didapatkan debit timbulan sampah domestik Kecamatan Lubuk Kilangan sebesar 143,96 m3/hr, sampah komersil 0,19 m3/hr dan sampah institusi 14,35 m3/hr dengan total debit timbulan sampah sebesar 158,50 m3/hr yang baru mencapai pelayan 60%. Agar semua sampah yang dihasilkan di Kecamatan Lubuk Kilangan dapat terkelola dengan baik maka perlu penambahan sarana prasarana seperti becak motor yang sebelumnya hanya tersedia 12 unit becak motor menjadi 79 unit dengan volume 1 m3, serta perlu dilakukan penambahan kontainer sampah yang sebelumnya hanya tersedia 6 kontainer menjadi 26 kontainer bermuatan 6 m3 serta penataan ulang titik penempatan TPS dan pembentukan TPST dengan harapan pelayanan akan lebih menjadi intensif diseluruhwilayah yaitu meningkat menjadi 80%. Namun penambahan sarana prasarana yang cukup banyak tentu akan membutuhkan biaya yang banyak juga, maka dari itu perlunya peran serta masyarakat untuk dapat meminimalisir sampah yang dihasilkan seperti melakukan pemilahan sampah terlebih dahulu di sumber, melakukan daur ulang dari sampah organik dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang masih bisa digunakan untuk pembuatan pupuk kompos, pakan ternak, pupuk cair serta masih banyak penanganan yang dapat dilakukan sehingga dapat menutupi keterbatasan ketersediaan sarana prasarana di Kecamatan lubuk Kilangan. Dari komposisi sampah kota padang wilayah pinggiran kota dimana sampah organik sebesar 97,77% dan anorganik 2,23% sehingga didapatkan Komposisi sampah makanan sebesar 69,96%, sampah plastik sebesar 11,84%, kertas sebesar 7,39%, sampah halaman 6,67%, sampah tekstil sebesar 0,62%, sampah kulit sebesar 0,15%, sampah karet sebesar 0,83%.

Analisis Kestabilan Lereng PIT B pada Tambang Batubara PT. Miyor Pratama Coal di Desa Kumanis Atas Perambahan Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

ALEXANDER
2018 · Book · Open Access

Lereng merupakan kondisi topografi yang banyak ditemukan di pekerjaan kontruksi sipil, lereng bisa terbentuk secara alami atau buatan manusia dengan beberapa tujuan. Analisis kestabilan lereng mempunyai peran penting untuk perencanaan kontrkusi sipil. Penulis menemukan beberapa masalah yang terjadi di lapangan, yaitu ditemukan kelongsoran dilereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Lereng yang terlalu curam dengan kemiringan 〖45〗^° dan ketinggian mencapai 65 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kelas massa batuan RMR (rock mass rating) di pit B dan juga menentukan faktor keamanan dari lereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Metode pada penelitian ini adalah untuk menentukan faktor keamanan dengan menggunakan dua metode, yaitu dengan metode Janbu dan metode Bishop. Analisis dari faktor keamanan dibantu oleh program slide 6.0 Hasil dari penelitian adalah kelas massa batuan menurut RMR (rock mass rating) diperoleh tergolong kelas III (sedang) dengan bobot 51. Untuk faktor keamanan lereng di pit B dengan metode janbu di ketahui FK = 2.180 dan dengan metode bishop di ketahui = 2.093.

Desain Ulang Perencanaan Sistem Plambing Hospitality Center Universitas Negeri Padang (UNP)

LIAN DAHLIANA
2018 · Book · Open Access

Hospitality Centermerupakan salah satu gedung penunjang perkuliahan di Universitas Negeri Padang, maka diperlukan perencanaan sistem plambing yang sesuai dengan peruntukan gedung tersebut. Kebutuhan air bersih Hospitality Centersebesar 75 m3/hari dengan kapasitas tangki bawah digunakan sebesar 18 m3, dan kapasitas tangki atas digunakan sebesar 9 m3, menggunakan pompa deep wellsebanyak 2 unit dengan daya poros pompa 14,75 kW dan daya motor pompa 17,70 kW sedangkan pompa transmisi menggunakan daya poros pompa 1,72 kW dan daya motor pompa 2,07 kW. Untuk memenuhi head dilantai 3,4,dan 5 sebesar 395,86 digunakanlah pompa booster dengan daya poros pompa pompa 38,11 kW dan daya motor pompa 45,73 kW. Sistem penyaluran air buangan menggunakan sistem tercampur dengan diameter minimum pipa air kotor 65 mm –75 mm dan air bekas 32 mm –75 mm. Sistem ven yang digunakan adalah sistem ven sirkit dansistem ven tunggaldengan diameter minimum pipa ven 40 mm –75 mm. Sistem penyaluran air hujan menggunakan pipa tegak air hujan dengan diameter 3 inch –4 inch yang kemudian dialirkan ke saluran drainase gedung menuju riol kota. Sistem pencegahan kebakaran menggunakan sistem hidran tipe basah-otomatis dengan pelayanan kelas II, pompa yang digunakan adalah diesel pump dan electrical pump dengan daya poros pompa 11,53 kW dan daya motor pompa 25,95 kW sedangkan jockey pump dengan daya poros pompa 4,32 kW dan daya motor pompa 5,19 kW. Total rencana anggaran biaya pada perencanaan sistem plambing perencanaan sistem plambing Hospitality Center adalah sebesar Rp. 5.940.000.000,00.

Desain Ulang Perencanaan Sistem Plambing Gedung Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat

NELSY MARIZA SYAHYUDA
2018 · Book · Open Access

Gedung Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat adalah gedung pelayanan pemerintahan Kota Padang. Demi meningkatkan kenyamanan di lingkungan gedung maka diperlukannya merencanakan sistem plambing yang meliputi sistem penyediaan air bersih, sistem penyaluran air buangan dan ven, sistem penyaluran air hujan dan sistem pencegahan kebakaran. ESDM bertingkat 5 lantai dengan jumlah penghuni sebesar 160 orang memerlukan air bersih sebesar 16 m3/hari. Kapasitas bak penampung air bawah digunakan sebesar 26,6 m3, untuk bak air atas (Roof Tank) digunakan bak penampung air sebasar 1,8 m3 pompa yang digunakan sebanyak 2 unit dengan daya poros pompa 5,24 Kw dan daya motorpompa 6,29 kW. Sistem penyaluran air buangan menggunakan sistem terpisah sedangkan untuk ukuran pipa air bekas berkisar 40 mm – 65 mm serta untuk air kotor berkisar 65 mm – 100 mm. Sistem ven yang digunakan adalah ven sirkit dan ven tunggal untuk ukuran pipa berkisar 40 mm – 65 mm. Sistem penyaluran air hujan menggunakan pipa tegak air hujan dan kemudian dialirkan ke saluran drainase gedung menuju roil kota dengan ukuran pipa berkisar 3 – 4 inci. Sistem pencegahan pencegahan kebakaran menggunakan sistem hidran tipe basah-otomatis pelayanan kelas II. Pompa yang digunakan adalah diesel dan electric pump dengan daya poros pompa 7,57 kW dan daya motor pompa 9 kW sedangkan jockey pump daya poros pompa 2,6 kW dan daya motor pompa 3,1 kW. Total rencana anggaran biaya pada perencanaan sistem plambing Gedung Energi Sumber Daya (ESDM) Sumbar adalah sebesar Rp 4.320.000.000,00.

Pemanfaatan Limbah Daun Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair di Daerah Alahan Panjang Kabupaten Solok

MARLINA YASMI
2018 · Book · Open Access

Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok adalah salah satu daerah penghasil tanaman bawang merah. Produktivitas bawang merah dari tahun ketahun mengalami peningkatan terutama di daerah Alahan Panjang pada tahun 2013 menurut data pusat informasi pertanian 2013 sebesar 28.897,8 ton/tahun. Tingginya produktivitas bawang merah setara dengan besarnya limbah yang dihasilkan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pupuk organik cair dari limbah daun bawang merah dengan komposisi bahan berfariasi yaitu sampel I sebanyak 250 gr, sampel II 500 gr dan sampel III 750 gr dengan bantuan bioaktivator EM4 masing masing sampel I 150 ml, sampel II 250 ml,dan sampel III 350 ml dan penambahan air masing masing 850 ml, 500 ml, dan 150 ml didapatkan kualitas kandungan N, P dan K tertinggi pada sampel II masingmasing 0,947 %, 0,147 % dan 2,832 % dan beberapa logam fe,Mn dan Zn masingmasing 0,012 %, 0,234 %, 0,028% yang mendekati standar peraturan mentri pertanian no 70 tahun 2011. Daun bawang merah bisa di jadikan pupuk organik cair namun belum layak digunakan sebagai pupuk organik cair karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Pemanfaatan Biomassa Cangkang Langkitang (Faunus ater) sebagai Biosorben Logam Berat Krom pada Limbah Cair (Studi Kasus Industri Penyamakan Kulit)

NIDIA NUR JAMIL H.Z
2018 · Book · Open Access

Cangkang langkitang (Faunus ater) merupakan limbah yang dapat dijadikan sebagai biosorben karena mengandung senyawa turunan kalsium karbonat (CaCO3) secara fisik mempunyai pori-pori yang memungkinkan memiliki kemampuan mengadsorpsi zat-zat lain kedalam pori-pori permukaannya yang dapat mengikat ion logam. Salah satu logam berat yang merupakan sumber pencemaran dan perlu dihilangkan dalam perairan adalah logam kromium (Cr). Logam ini digunakan dalam industri penyamakan kulit, pelapisan logam, industri cat dan industri tekstil, bersifat karsinogenik sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Pembuatan biosorben dari cangkang langkitang bertujuan untuk mengetahui apakah adsorben tersebut dapat menurunkan kadar ion logam kromium dalam limbah penyamakan kulit. Variasi pH, ukuran adsorben, dan ketebalan adsorben dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum terhadap proses penyerapan ion logam kromium dengan cangkang langkitang menggunakan SSA. Variasi pH dilakukan pada pH 2, 3, 4, 5 dan 6 dan keadaan optimum diperoleh pada pH 2 dengan variasi ukuran adsorben 40, 70 dan 100 Mesh dan variasi ketebalan adsorben 2, 6 dan 10 cm. Hasil dari penyerapan 20 ml limbah Cr menggunakan adsorben cangkang langkitang sebesar 72,57 ppm. Setelah diadsorpsi sampel dianalisis dengan SSA, didapatkan hasil bahwa logam kromium pada sampel memiliki nilai efektifitas terbesar yaitu pada ukuran 100 mesh sebesar 99, 29 % sedangkan untuk ukuran 40 dan 70 mesh sebesar 98,23 % dan 98, 78 %.

Alternatif Pengelolaan Air Asam Tambang Menggunakan Sistem Destilasi Terhadap Kegiatan Penambangan Batubara PT. Miyor Pratama Coal Parambahan Desa Batu Tanjuang, Kec. Talawi, Kota Sawahlunto

EKA ERIYATI
2018 · Book · Open Access

Air Asam Tambang (AAT) merupakandampak lingkungan yang negatif dan sulit dihentikan kecuali salah satu reaktanyang terlibat (mineral sulfida, air dan udara) tidak tersedia lagi. Maka dibutuhkan pengolahan AATdengan tujuan untuk meningkatkan pH dan menghilangkan logam terlarut. Proses pengelolaan AATdilakukan melalui penelitian ekperimen menggunakan sistem destilasi yakni proses pemanasan suatu bahan pada temperatur tertentu dengan menggunakan pemanas burner berbahan bakar spritus dan memperhatikan karakteristik air berupa TDS (Total Dissolved Solid), pH (Power of Hydrogen), DHL (Daya Hantar Listrik) atau EC (Electrical Conductivity), suhu, kadar sulfat (SO4), kadar logam (besi (Fe) dan mangan (Mn)). Kegiatan destilasi pada pengelolaan AAT ini memiliki pengaruh terhadap nilai pH,TDS, DHL, dan suhu, penurunan kadar sulfat dan laju penurunan kada rlogam dengan perbedaan nilai yang sangat signifikan, dimana nilai parameter untuk sampel awal AAT berada pada rentang tengah, sedangkan hasil dari destilasi berada pada nilai paling rendah sehingga cocok digolongkan sebagai air Kelas I menurut PP No 82 Tahun 2001tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Airdan tidak melebihi nilai maksimum yang telah ditetapkan pada KEPMEN-LH RI No.113 Tahun 2003tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Batu Barasedangkan sisa dari destilasi memiliki nilai tertinggi dibandingkan AAT dan shasil destilasi.

Analisis Konsentrasi Gas CO dan Temperatur Udara pada Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

LEO AFRENDA
2018 · Book · Open Access

Gas CO (Karbon monoksida) adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi sangat beracun bila terhirup dalam jumlah yang cukup besar atau dalam waktu yang lama juga mudah terbakar. apabila tidak adanya kajian khusus untuk Gas CO dan temperatur udara maka sewaktu-waktu bisa terjadi nya kecelakaan bagi para pekerja di dalam tambang tersebut dan akan mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan itu sendiri dan bahkan kematian bagi para pekerjanya. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dirancang dan dibangun alat yang mampu memantau dan memonitoring gas CO dan temperatur udara yaitu alat sensor gas CO dan Temperatur udara pada tambang bawah tanah berbasis Arduino Mega, sehingga didapatakan Gas CO terhadap waktu yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y= -0.042x + 11.03 dan R² = 0.208. dan waktu terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = -0.035x + 23.55 dan R² = 0.051. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap waktu yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = -0.036x + 9.701 dan R² = 0.015 dan waktu terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 0.046x + 21.69 dan R² = 0.028. Gas CO terhadap kecepatan angin yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y = 3.938x + 7.152 dan R² = -4E-1. dan kecepatan angin terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = 19.33x + 5.867 dan R² = -3E-1. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap kecepatan angin yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = 3.740x + 5.298 dan R² = 8E-15 dan kecepatan angin terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 7.491x + 13.82 dan R² = 4E-14

Penentuan Jarak Aman Peledakan Terhadap Wilayah Pertambangan Menggunakan Alat Sensor RR06 pada PT. Koto Alam Sejahtera Kecamatan Pangkalan Koto Baru

REZKY RAHMAT ILLAHI
2018 · Book · Open Access

PT. Koto Alam Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batu andesit, salah satu kegiatan penambangan yang berada di Jorong Polong Duo Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Lima Puluh Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Saat ini PT. Koto Alam Sejahtera melakukan pengambilan bahan galian batu andesit dengan cara peledakan. Sebelum operasi peledakan terlebih dahulu dilakukan persiapan lubang tembak dengan cara pemboran. Kegiatan peledakan akan menghasilkan getaran. Getaran peledakan yang dihasilkan harus berada pada kondisi aman bagi keadaan sekelilingnya, pengukuran ground vibration dilakukan untuk mengetahui besarnya peak particle velocity (PPV). Dari pengukuran ground vibration didapatkan jarak aman untuk melakukan aktifitas penambangan maupun pembangunan infrastruktur pada wilayah pertambangan. Pengukuran ground vibration dilakukan dengan alat pengukur getaran RR06 yang nilai ambang batas getaran 5 mm/d dengan output berupa sms peringatan bagi nomor yang telah didaftarkan. Persamaan rumus hubungan PPV dengan SD digunakan untuk menentukan isian bahan peledak dengan jarak aman untuk kegiatan penambangan yang didasarkan dari Standar Nasional Indonesia (SNI) 7571:2010. Dari percobaan pengukuran ground vibration dengan menggunakan alat RR06 didapatkan jarak aman untuk melakukan kegiatan penambangan maupun untuk pembangunan infrastruktur didapatkan pada jarak 400m dengan nilai PPV 1,92 mm/d, dengan nilai PPV dibawah dari 5 mm/d dapat dikatakan aman. Setelah dibandingkan dengan SNI 7571:2010 dengan nilai PPV dari alat RR06 didapat jarak aman untuk melakukan penambangan yaitu pada jarak 400 M.

Evaluasi Jalan Angkut dari Front Tambang Batubara Menuju Stockpile pada PT. Jambi Prima Coal, Kecamatan Mandiangin, Provinsi Jambi

HERIANSYAH
2018 · Book · Open Access

Penelitian ini membahas geometri jalan mengacu terhadap standar AASTHO (American Association Of State Highway And Transportation Officials). Dalam operasi penambangan, jalan angkut tidak dapat beroperasi secara optimal dikarenakan kondisi jalan angkut yang sempit, tanjakan yang curam, permukaan jalan licin bila terkena hujan dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa lebar jalan lurus dan jalan tikungan, dan menganalisa nilai kemiringan/grade dan cross slope yang sesuai dengan standarisasi berdasarkan alat angkut dump truck Hino DJ 500. Metode penelitian yang dilakukan di lapangan dengan cara mengukur jalan hauling dari front menuju stokpile dengan memperhitungkan geometri jalan angkut dengan menyesuaikan standarisasi perhitungan teknis. Proses pengambilan data dilapangan dengan melakukan pengukuran secara langsung mengenai studi kasus seperti pengukuran lebar jalan lurus, lebar tikungan, grade dan cross slope, aspek pendukung kegiatan pengangkutan melihat alat angkut yang digunakan di lapangan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa lebar jalan lurus yaitu 4,7 m s/d 8,5 m, jalan tikungn 7,2 m s/d 9,3 m dan cross slope 0 mm s/d 672 mm, kemudian data tersebut di design mengunakan autocad 2007, map info dan google sketcup 8. kesimpulan yang di dapatkan bahwa jalan keadaan lurus di perlukan penambahan selebar 0,09 m s/d 4,092 m pada tiap segmen dan jalan tikungan selebar 3,827 m s/d 5,927 m, dan pada kemiringan melintang diperlukan pembuatan dan penurunan cross slope sebesar 34 mm s/d 632 mm pada tiap segmen.

Evaluasi Geometri Jalan Produksi dari Front ke Disposal Terhadap Produktifitas Alat Angkut Hino 500 FM, 260 TI pada Kegiatan Penambangan Overburden di PIT Central Timur pada PT. Allied Indo Coal Jaya, Parambahan Kec. Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

EDO PRATAMA PUTRA
2018 · Book · Open Access

Operasi pengangkutan pengupasan OverBurden ke Disposal PT. Allied Indo Coal Jaya menggunakan Dump Truck Hino 500 FM, 260 Ti. Operasi pengangkutan memegang terhadap target produksi. Keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan tidak pernah lepas dari interaksi antara jalan angkut dan alat angkut itu sendiri. Geometri jalan angkut di pit central timur PT. Allied Indo Coal Jaya belum memenuhi syarat jalan angkut tambang yang baik, diperoleh data lebar jalan yang sebenarnya di lapangangan untuk 2 jalur adalah lebar jalan lurus 7,2 m, lebar jalan pada tikungan 15,8 m, jari-jari pada tikungan 11 m, superelevasi 0,63 m/m dan grade pada jalan tanjakan 13% - 19%. Karena grade jalan yang tinggi dan adanya goemetri jalan yang kecil, maka cycle time jadi bertambah yaitu sebesar 622 detik, mengakibatkan produksi berkurang, produktifitas alat angkut sebelum perbaikan jalan adalah 31,03 bcm/jam, selain itu tidak ada saluran penirisan di tepi jalan angkut tambang, yang mengakibatkan badan jalan angkut tambang tergenang air pada saat hujan. Oleh karena itu di lakukan evaluasi geometri jalan terhadap produktifitas alat angkut pada pit central timur di PT. Allien Indo Coal Jaya, untuk keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan. Berdasarkan spesifikasi alat angkut terlebar yaitu Hino 500 FM, 260 Ti diperoleh lebar jalan angkut minimum untuk dua jalur pada jalan lurus adalah 8,61 m, pada jalan tikungan yaitu 17,11 m, jari-jari tikungan yaitu 8,8 m, superelevasi atau kemiringan pada tikungan adalah 0,55 m/m, grade jalan yang akan digunakan 11% - 12%, dan cross clope pada bagian tengah jalan yaitu 17,2 cm. Dan produksi alat angkut sesudah melakukan perbaikan jalan mengalami peningkatan, di dapat cycle time alat angkut yaitu 363 detik, kapasitas persiklus yaitu 9,12 m3, dan produktifitas dump truck Hino 500 FM, 260 Ti yang berproduksi dari front penambangan ke disposal dengan jarak 652 meter, yaitu sebesar 61,41 bcm/jam.

Analisis Metode Pengujian Block Punch Index (BPI) dan Point Load Index (PLI) untuk Memprediksi Nilai Uniaxial Compressive Strength (UCS)

WIDYA JUNIANTARI
2018 · Book · Open Access

UCS adalah salah satu parameter mekanika batuan yang paling penting dan paling banyak digunakan dalam rekayasa batuan. Standar pengujian UCS memerlukan sampel batuan yang berkualitas (bagus). Sedangkan, tidak mungkin selalu didapat sampel core yang sesuai dengan standar pengujian UCS, sehingga pengujian UCS memakan waktu lama dan biaya yg mahal. Karena standar tersebut sulit didapat, maka banyak dilakukan penelitian untuk mencari alternatif untuk memprediksi nilai UCS batuan. Selain itu, masalah yang dijumpai ialah belum adanya alat uji kuat tekan untuk sampel yang bidang perlapisannya tipis. Salah satu metode yang muncul untuk memenuhi kriteria di atas adalah uji BPI dan PLI. Uji BPI sangat berguna apabila batuan memiliki bidang perlapisan yang tipis sehingga sulit untuk mendapatkan sampel yang memenuhi syarat untuk uji UCS bahkan uji PLI sekalipun. Karena alat BPI tidak tersedia dipasaran, maka alat uji BPI ini harus dirancang bangun terlebih dahulu. Alat ini nantinya dapat digunakan untuk memprediksi nilai UCS batuan. Prinsip kerja alat ini hampir sama dengan alat PLI, yang membedakannya hanya bagian peletakan sampel. Pada penelitian ini, alat BPI yang dirancang bangun telah digunakan untuk menguji batupasir dan batulanau yang diambil dari CV. Bara Mitra Kencana yang mana ukuran sampel yang digunakan yaitu diameter 50 mm dengan ketebalan 10 mm. Sedangkan untuk sampel PLI digunakan sampel irregular. Hasil pengujian sampel batuan menggunakan alat BPI dan PLI untuk memprediksi nilai UCS, yaitu menghasilkan nilai UCS rata-rata dari BPI untuk batupasir sebesar 0.8111 MPa dan nilai UCS rata-rata untuk batulanau sebesar 1.2675 MPa, persamaan linear yang dihasilkan antara BPI dan UCS untuk batupasir, yaitu y = 5.099x dengan regresi (R² = 1) dan untuk persamaan linear yang dihasilkan antara BPI dan UCS untuk batulanau, yaitu y = 5.1 x dengan regresi (R² = 1). Sedangkan untuk pengujian PLI untuk kedua sampel berupa batulanau dan batupasir diketahui bahwasannya nilai UCS rata-rata untuk batupasir sebesar 0.8463 MPa dan nilai UCS rata-rata untuk batulanau sebesar 0.7386 MPa persamaan linear yang dihasilkan antara PLI dan UCS untuk batupasir yaitu y = 15.31 x dengan regresi (R² = 1) dan untuk persamaan linear yang dihasilkan antara PLI dan UCS untuk batulanau, yaitu y = 15.31 x dengan regresi (R² = 1).

Analisis Sistem Ventilasi pada Lubang C1 Tambang Bawah Tanah PT. Nusa Alam Lestari Desa Salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

HERU FIRMAN NANDA
2018 · Book · Open Access

PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan tambang yang bergerak dalam produksi batubara bawah tanah yang terletak di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Tambang bawah tanah lubang C1 PT. Nusa Alam Lestari menggunakan satu blower utama dengan sistem hembus kapasitas 82 m3/m. Lubang C1 terdapat tiga front kerja aktif yaitu front kerja cabang 2, cabang 3 dan front maju. Berdasarkan hasil pengamatan tambang bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari kemampuan blower yang ada saat ini pada lubang C1 tidak mencukupi kebutuhan udara bagi para pekerja jika terjadi kemajuan penambangan. Serta Banyak terjadi kebocoran pada saluran udara dan temperatur udara yang tinggi di dalam tambang menyebabkan kondisi tidak nyaman bagi pekerja. Tambang bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari belum memiliki perencanaan ventilasi. Pengukuran dilakukan pada front kerja cabang 1, cabang 2, cabang 3 dan front maju dengan mengukur kecepatan angin pada saluran udara atau terowongan menggunakan alat annemometer digital dan stopwatch sebagai alat pengukur waktu. Untuk menunjukan tekanan, temperatur (suhu) serta kelembaban udara pada tambang bawah tanah dilakukan pengukuran menggunakan barometer, dan pengukuran kualitas udara menggunakan gas detector. Perencanaan sistem ventilasi pada lubang C1 tambang bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari menggunakan software ventsim untuk panjang front maju dibatasi sepanjang 200 m dan front kerja cabang dibatasi 100 m. Sistem ventilasi aktual pada tambang bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari menggunakan sistem hembus (forcing). Kualitas udara dan gas tambang pada lubang C1 cukup baik berdasarkan standart Kepmen no 555k. Perencanaan ventilasi untuk penambangan kedepan yang akan digunakan yaitu dengan langsung mengalirkan udara langsung ke terowongan. Blower yang digunakan blower hembus dengan kapasitas 12.6 m3/s dan menggunakan 3 blower bantu kapasitas 5.8 m3/s.

Analisis Stand-Up Time Menggunakan Metode Rock Mass Rating dan Faktor Keamanan Menggunakan Metode Finite Element di Lubang Tambang CV. Bara Mitra Kencana 14 Sawahlunto

DANU PRATAMA NUGRAHA
2018 · Book · Open Access

Daerah penelitian (CV. BMK) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis stand up time dan faktor keamanan lubang tambang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode numerik yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil analisis stand-up time berdasarkan parameter di atas dengan menggunakan grafik, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga. Batubara memiliki RMR 55, setelah dilakukan plot pada grafik stand-up time, didapatkan waktu bertahan terowongan selama 700 jam atau 4 minggu lebih 1 jam dengan span 6,2 m. Batulanau memiliki RMR 67, didapatkan waktu bertahan terowongan selama 6500 jam atau 9 bulan dengan span 8,4 m. Analisis faktor keamanan didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 4,4 mm sedangkan untuk displacement minimum sebesar -5,0 mm, vertical displacement maksimum sebesar 4,2 mm sedangkan displacement untuk minimum sebesar -4,2 mm dan untuk total displacement sebesar 6,4 mm. Berdasarkan pengolahan data menggunakan software Phase2 didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,30 yang masuk dalam kategori aman.

Analisis Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Serta Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di KUD Sinamar Sakato Provinsi Sumatera Barat

ANGGI KURNIAWAN PUTRA
2018 · Book · Open Access

Penulis merumuskan permasalahan yang dihadapi adalah pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di KUD Sinamar Sakato. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode dalam menganalisa data. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Dapat dilihat bahwa nilai t variable kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebesar 6.200 dengan nilai signifikan 0,000. Ini berarti bahwa nilai signifikan t lebih dari alpha 5% yakni (0,000 < 0,05). Dengan kata lain hipotesis 1 Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Disiplin kerja karyawan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Dapat dilihat bahwa nilai t variable disiplin kerja sebesar 3.474 dengan nilai signifikan 0,002. Ini berarti bahwa nlai signifikan t lebih besar dari alpha 5% yakni (0,002 < 0,05). Hipotesis 2 Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. nilai F sebesar 68.684 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Ini berarti nilai signifikan F lebih kecil dari alpha 5% yakni (0,000 < 0,05). Hipotesis 3 Ha diterima sedangkan Ho ditolak.