Pengaruh Variasi Starter Mol Sabut Kelapa dan EM4 Terhadap Kualitas Kompos Menggunakan Komposter Takakura
Sampah rumah makan mayoritasnya terdiri dari sampah organik. Sampah jika tidak dikelola dengan benar akan berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kendala pada pengelolaan sampah pada umumnya terletak pada lahan dan proses pengerjaannya. Sehingga membutuhkan proses pengomposan yang sederhana, cepat, dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Pada penelitian ini digunakan metode takakura yang mempunyai bentuk praktis, bersih, bisa ditempatkan dimana saja dan tidak berbau sehingga aman digunakan langsung oleh masyarakaat. Sampah organik diolah dengan penambahan variasi MOL sabut kelapa dan EM4 sebagai starter. Analisis yang dilakukan meliputi temperatur, pH, kelembaban, warna, tekstur, bau, kandungan C, N, P, K, dan rasio C/N serta uji tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa starter MOL sabut kelapa dapat digunakan sebagai starter dalam pembutan kompos. Variasi C yang menggunakan EM4 sebagai starter merupakan variasi terbaik dari segi kematangan, kualitas dan kuantitasnya. Kompos yang dihasilkan pada variasi C berwarna hitam kecoklatan, beraroma tanah dan bertekstur remah serta memiliki kandungan N-total 1,155%, P-total 0,516%, K-total 0,733%, C-organik 17,057% dan rasio C/N 14,768. Hal ini menunjukkan bahwa kompos yang dihasilkan memenuhi standar SNI-19-70302004 tentang spesifikasi kompos dari sampah domestik, sehingga dapat digunakan sebagai kompos untuk media tanam.