Pemanfaatan Kulit Ikan Tuna Menjadi Kerupuk Kulit
Ikan tuna adalah jenis ikan dengan kandungan protein yang tinggi dan lemak yang rendah. Ikan tuna mengandung protein antara 22,6 - 26,2 g/100 g daging, lemak antara 0,2 - 2,7 g/100 g daging. Ikan tuna mengandung mineral (kalsium, fosfor, besi, sodium), vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin, dan niasin). Setiap perkembangan industri pengolahan perikanan, termasuk pengolahan ikan tuna pasti akan menyisakan hasil samping berupa kulit, kepala, tulang ataupun isi perut ikan. Penelitian ini hanya memfokuskan pada kulit ikan. Kulit ikan tuna bisa diolah menjadi kerupuk kulit, selain itu penelitian ini juga melakukan uji organoleptik, perhitungan harga pokok produksi menggunkan metode full costing dan penentuan harga jual dengan metode cost plus pricing. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kulit ikan tuna bisa diolah menjadi kerupuk kulit. Berdasarkan hasil uji organoleptik dengan sampel 50 orang konsumen, menyatakan “sangat suka” dengan kerupuk kulit dari kulit ikan tuna. Berdasarkan metode full costing harga pokok produksi untuk satu bulan yaitu sebesar Rp. 1.892.333 dan untuk 1 kg kerupuk Rp. 33.792. Sedangkan untuk harga jualnya menggunakan metode cost plus pricing yaitu untuk 1 kg kerupuk harga jualnya sebesar Rp. 45.786 dan untuk kerupuk 100g/bks yaitu Rp. 4.579