Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Daur ulang
DaftarKartu
ArticleOpen AccessMetadata saja

Perancangan Sistem Cerdas Perawatan Tanaman Berbasis Arduino

2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Penggunaan teknologi tepat guna dapat mengurangi biaya produksi, penggunaan sistem irigasi tetes atau sistem irigasi menggunakan sprinkler dapat membantu petani menjaga kelembaban tanah tetapi diperlukan campur tangan manusia untuk mengoperasikannnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem irigasi menggunakan sprinkler yang dapat bekerja secara otomatis sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga manusia. Sistem ini merupakan sistem cerdas yang dikendalikan oleh mikrokontroler sehingga dapat bekerja secara berkesinambungan dengan sedikit bantuan manusia. dengan adanya sistem ini, proses perawatan tanaman dapat dilakukan lebih optimal, menghemat air, waktu, tenaga dan biaya. Peneilitian ini merupakan penelitian terapan dengan memikirkan infrastruktur yang dibutuhkan (perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat sumber daya manusia), kemudian membuat desain gambar dengan teknik siklus daur ulang yang terdiri dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, uji coba dan evaluasi. Analisa kebutuhan diperlukan untuk melihat apa saja yang dibutuhkan oleh sistem agar dapat bekerja sesuai yang di inginkan, pembuatan gambar skematik, menguji coba rancangan pada program simulasi (Proteus). Kemudian pada saat implementasi dilakukan pemasangan komponen sesuai dengan gambar skematik. Terakhir pada tahapan testing, dilakukan pengujian unjuk kerja sistem dengan melakukan tahapan evaluasi.

104 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Timbulan, Komposisi dan Potensi Daur Ulang Sampah di Kampus Politeknik ATI Padang

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis timbulan, komposisi, dan potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang dengan jumlah sampel dan metode sampling ditentukan berdasarkan SNI 19-3964-1994. Rata-rata timbulan sampah di kampus Politeknik ATI Padang adalah 0,0076 kg/o/h untuk satuan berat atau 0,0922 l/o/h untuk satuan volume. Berdasarkan sumber, diperoleh timbulan sampah fasilitas administrasi 0,1456 l/o/h, ruang perkuliahan 0,0106 l/o/h, fasilitas ukm 0,0865 l/o/h, fasilitas perpustakaan 0,0898 l/o/h, ruang dosen 0,1971 l/o/h, kantin 0,1442 l/o/h, laboratorium 0,1204 l/o/h, fasilitas ibadah 0,0353 l/o/h, dan halaman/taman 0,0847 l/m2/h. Komposisi sampah di kampus Politeknik ATI Padang didominasi oleh sampah kering 63,40 %, yang terdiri dari sampah kertas 26,49 %, plastik 28,24 %, tekstil 0,08 %, karet 0,40 %, kaca 0,38 %, logam 0,05 %, kaleng 0,95 %, dan lain-lain 6,81 % dan sampah basah 36,60 % yang terdiri dari atas sampah makanan 13,32 %, sampah halaman 23,07 % dan kayu 0,21%. Komponen sampah yang berpotensi di daur ulang adalah sampah kertas 60,41 %, plastik 94,85 %, kaca 57,50 %, sampah kaleng 100 %,sampah halaman 100 % , dan sampah makanan 82,80 %. Rata-rata potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang sebanyak 74, 39 % yang terdiri dari potensi daur ulang sampah kering 52,05 % dan potensi daur ulang sampah basah 22,34 %.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Briket Limbah Tempurung Kelapa dan Minyak Tanah Ditinjau Dari Nilai Kalori dan Keekonomisan di Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai

2016•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Briket Limbah Tempurung Kelapa Dan Minyak Tanah Ditinjau Dari Nilai Kalori dan Keekonomisan Di Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai Nama : Linda Defianti NPM : 1210024428002 Pembimbing I : Yaumal Arbi, ST. MT Pembimbing II : Sri Yanti Lisha, ST. M.Si Kelapa adalah tumbuhan yang hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan, terutama oleh masyarakat pesisir pantai. Sebagai daerah kepulauan, sebagian besar pesisir pantai Mentawai ditumbuhi oleh pohon kelapa. Menurut data dari pemerintahan daerah Mentawai tahun 2016, luas perkebunan tanaman kelapa di Mentawai adalah sebesar 7.910,75 ha dengan jumlah produksi 7.634 ton. Kelapa yang dihasilkan diolah menjadi kopra dan sebagian digunakan untuk konsumsi rumah tangga, limbah tempurung yang dihasilkan biasanya ditinggal begitu saja dan sampah rumah tangga dibuang ke laut, sehingga merusak perairan kelautan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pengolahan limbah ini adalah mengelolanya menjadi briket. Briket dapat dijadikan sebagai bahan bakar, dengan hal ini permasalahan kelangkaan bahan bakar yang selama ini terjadi, bisa sedikit teratasi. Briket yang dibuat dari limbah tempurung kelapa memiliki nilai kalori yang tinggi. Dari hasil penelitian lapangan didapatkan nilai kalori untuk 1 kg briket 2.048 Kal/g dengan waktu pembakaran selama 3 jam 20 menit sedangkan nilai kalori untuk 1 L minyak tanah 3.193,75 Kal/g dengan waktu pembakaran selama 3 jam 19 menit. Hasil penelitian yang didapatkan dengan menggunakan bom calorimeter nilai kalori briket 7.486,5 Kal/g dan minyak tanah 11.039,5 Kal/g. Pada percobaan yang dilakukan di lapangan 1 kg briket bisa mendidihkan ± 33 L air dengan biaya Rp 50/L air sedangkan 1 L minyak tanah bisa mendidihkan ± 47 L air dengan biaya Rp 212,76/L air. Walaupun nilai kalori minyak tanah lebih tinggi briket tetapi dari segi harga dan ketersediaan bahan baku briket lebih ekonomis daripada minyak tanah. Apabila penggunaan briket diaplikasikan ke masyarakat maka banyak masalah yang teratasi seperti permaslahan sampah dan kelangkaan bahan bakar yang sering terjadi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail