ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaan bahan baku pada PTP Nusantara VI Ophir Pasaman Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan diagram fishbone. Hasil analisis kuantitas pemebelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 278,75 ton per hari, sedangkan berdasarkan metode Economic Order Quntity kuantitas pembelian yang optimum adalah 506,60 ton per hari. Frekuensi pembelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 312 kali, sedangkan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity adalah 171 kali. Total biaya persediaan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah Rp 4.584.882 per tahun, sedangkan menggunakan metode Economic Order Quantity dapat mengefisiensikan besarnya biaya persediaan perusahaan adalah 3.872.958 pertahun. Sementara itu untuk persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan tidak ada, sedangkan menurut perhitungan metode Economic Order Quantity besarnya persediaan pengaman sebanyak 1.712 ton dan titik pemesanan ulang sebesar 1.990,75 ton. Pada analisis diagram fishbone di temukan 5 faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target bahan baku sawit yaitu faktor metode, material, mesin, manusia, dan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KARAKTERISTIK MUTU JAGUNG BERDASARKAN TEMPAT PENYIMPANAN(Studi Kasus di Kelompok Tani Karya Makmur) Nama : Gusti Prandana NPM : 1210024425023 Pembimbing I : Tri Ernita, ST, MP Pembimbing II : Meldia Fitri, ST, MP ABSTRAK Kelompok Tani Karya Makmur merupakan suatu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dibidang pertanian jagung luas sebesar 80 ha yang terdiri dari 30 ha lahan sawah dan 50 ha lahan kering yang tersebar di 12 jorong yang ada di Kecamatan Pasaman. Pada penelitian ini terdapat dua jenis jagung yaitu jagung pioneer p32 dalam kemasan karung goni dan jagung bisi 12 dalam kemasan karung plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu jagung dan mutu jagung sesuai SNI-01-3920-1995. Salah satu metoda pengukuran karakteristik mutu penyimpanan jagung dengan menggunakan Diagram Control (Control p-chart), Diagram Pareto dan Diagram Fishbone dan mutu jagung dengan menggunakan alat grain moisture meter untuk mengukur kadar air dari jagung pioneer p32 dan jagung bisi 12 pada kemasan karung goni dan kemasan karung plastik. Hasil penelitian dengan menggunakan Diagram Control (p-chart) proporsi jagung yang ditolak pada jagung pioneer p32 masih dalam tahap kendali sedangkan untuk jagung bisi 12 berada diluar batas kendali. Tingkat kerusakan jagung bisi 12 dari terbesar ke terkecil dengan Diagram Pareto yaitu butir pecah 23%, butir warna lain 21%, kotoran 20%, kadar air 19% dan butir rusak 17%. Faktor yang mempengaruhi kualitas jagung bisi 12 dengan menggunakan Fishbone Diagram ada 4 yaitu bahan baku, karyawan, mesin dan metode. Pengukuran nilai kadar air dengan menggunakan grain moisture meter untuk jagung pioneer p32 dan jagung bisi 12, didapat nilai kadar air penyimpanan jagung pioneer p32 sebesar 14,06% yang berarti sesuai dengan SNI-01-3920-1995 dan nilai kadar air penyimpanan jagung bisi 12 sebesar 17,3% tidak sesuai dengan SNI-3920-1995.