ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencampuran batubara adalah salah satu cara untuk menyesuaikan parameter kualitas batubara yang dijual agar sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh pembeli. Pencampuran menggunakan batubara yang berasal dari beberapa perusahaan tambang sehingga simulasi pencampuran perlu dilakukan dalam menentukan dan menghasilkan nilai produk paling optimum untuk mendapatkan nilai kalori 6.300 kcal/kg dan mendapatkan keuntungan dari penjualan hasil pencampuran dengan penjualan tanpa melakukan pencampuran. Simulasi pencampuran coal blending beda kualitas yang dilakukan di PT. Allied Indo Coal Jaya didapatkan hasil perbandingan campuran batubara untuk memenuhi target 6.300 kcal/kg, dimana kualitas PT. Allied Indo Coal Jaya (7.033 kcal/kg) dengan Tebo-01 (3.104 kcal/kg) menghasilkan 700:300 sebesar 5.854,3 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.050,75 kcal/kg, 800:200 sebesar 6.247,2 kcal/kg, 850:150 sebesar 6.443,65 kcal/kg, 900:100 sebesar 6.640,1 kcal/kg dan proporsi yang sesuai yaitu 820:180 sebesar 6.325,78 kcal/kg. Sedangkan opsi pencampuran kualitas PT. Allied Indo Coal Jaya (7.033 kcal/kg) dengan M.Bungo-04 (4.386 kcal/kg) menghasilkan 700:300 sebesar 6.238,9 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.371,25 kcal/kg, 800:200 sebesar 6.503,6 kcal/kg, 850:150 sebesar 6.635,95 kcal/kg, 900:100 sebesar 6.768,3 kcal/kg dan proporsi yang sesuai yaitu 730:270 sebesar 6.318,31 kcal/kg. Jika dilakukan simulasi blending dan melakukan perhitungan biaya operasi blending maka didapatkan keuntungan PT. Allied Indo Coal Jaya pada bulan November 2019 sebesar Rp. 5.788.258.262,8,-
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencampuran batubara adalah salah satu cara untuk menyesuaikan parameter kualitas batubara yang dijual agar sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh pembeli. Pencampuran menggunakan batubara yang berasal dari beberapa perusahaan tambang dan simulasi pencampuran perlu dilakukan dalam menentukan beberapa opsi rumusan pencampuran untuk memenuhi kriteria parameter kualitas batubara. Dari beberapa opsi tersebut dipilih yang menghasilkan nilai produk paling optimum. Simulasi pencampuran dilakukan antara kualitas CV. Tahiti Coal (7.800 kcal/kg) dengan Tebo-01 (3.104 kcal/kg) menghasilkan pencampuran 500:500 sebesar 5.452 kcal/kg, 550:450 sebesar 5.686,8 kcal/kg, 600:400 sebesar 5.921,6 kcal/kg, 650:350 sebesar 6.156,4 kcal/kg, 700:300 sebesar 6.391,2 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.626 kcal/kg dengan proporsi yang sesuai yaitu 690:310 sebesar 6.344,24 kcal/kg. Sedangkan opsi pencampuran kualitas CV. Tahiti Coal (7.800 kcal/kg) dengan M.Bungo-04 (4.386 kcal/kg) menghasilkan 500:500 sebesar 6.093 kcal/kg, 550:450 sebesar 6.263,7 kcal/kg, 600:400 sebesar 6.434,4 kcal/kg, 650:350 sebesar 6.605,1 kcal/kg, 700:300 sebesar 6.775,8 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.946,5 kcal/kg dengan proporsi yang sesuai yaitu 570:430 sebesar 6.331,98 kcal/kg. Penjualan batubara di CV. Tahiti Coal dengan kontrak PLTU pada bulan April 61,057 US$ dan penjualan hasil estimasi sesuai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) adalah 87,297 US$ dengan selisih kerugian per Tonnya 26,24 US$/Rp.374.050,26. Jika dilakukan simulasi blending dalam 1.000 ton batubara didapatkan keuntungan CV. Tahiti Coal dengan Tebo-01 Rp. 1.393.179.063/ 1.000 ton dan CV. Tahiti Coal dengan M.Bungo-04 Rp. 1.230.452.396/1.000 Ton.