ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bukitapit Bumi Persada merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang oil well service. Pada sumur KR-X seharusnya berproduksi sebesar 200 BOPD, tetapi yang terjadi dilapangan produksinya hanya 30 BOPD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis produksi sebelum dan setelah dilakukan hydraulic fracturing. Berdasarkan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dan data sekunder, selanjutnya akan dilakukan perhitungan dalam pelaksanaan hydraulic fracturing. Dimana sebelum dilakukan hydraulic fracturing didapatkan permeabilitas formasi yang relatif kecil yaitu 8 mD dengan skin faktornya +11. Setelah dilakukan hydraulic fracturing didapatkan perhitungan manual hasil permeabilitas rekahan sebesar 781,55 mD dan nilai permeabilitas rata-rata sebesar 35,5 mD dengan productivity index sebesar 3,28 kali. Sedangkan untuk produksi yang didapatkan setelah dilakukan hydraulic fracturing sebesar 94,5 BOPD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Borneo Indobara saat ini memilik 3 stockpile batubara aktif yang mana lokasi stockpile dibagi menjadi 2 area yaitu, Kusan Bawah & Girimulya dengan total kapasitas keseluruhan 705,518 Mt , permintaan manajemen akan kebutuhan demand batubara di akhir tahun 2021 yaitu sebesar 1.199.581 mt jika dilihat dari kapasitas existing saat ini tentu saja masih kurang. Untuk memenuhi kapasitas yang diminta maka dilakukanlah penambahan area stockpile, dengan adanya area baru tersebut maka perlu dilakukan perhitungan atau estimasi terkait kapasitas di area tersebut selain kapasitas skema lalu lintas juga penting di rencanakan agar dapat menunjang operasional yang aman dan produkitf. Dari penambahan area stockpile tersebut maka didapatkanlah kapasitas tambahan berdasarkan hitungan menggunakan metode cut and fill di software minescape sebesar 579,903 ton dengan design 4 blok atau timbunan dan tinggi timbunan di 8m sesuai dengan Standar prosedur perusahaan , dan diapatkan pula dari perhitungan limas terpancung kapasitas stockpile sebesar 545,616 Ton. Untuk skema lalu lintas output yang diperlukan adalah simulasi lalu lintas dan jumlah rambu-rambu lalu lintas yang diperlukan untuk simulasi tersebut . Hasil perhitungan stockpile baru akan dikomparasikan dengan kapasitas aktual saat ini , dimana data yang dipakai adalah hasil perhitungan dengan metode cut and fill di minescape karena lebih applicable diperusahaan, hasil akhir yang didapatkan untuk kapasitas stockpile adalah sebesar 1,285,421 Ton yang mana sudah dapat mengakomodir permintaan manajemen di akhir tahun 2021, untuk simulasi lalu lintas didapatkan jumlah rambu-rambu yang dibutuhkan sebanyak 10 pcs rambu yang terdiri dari rambu petunjuk, peringatan, informasi dan larangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencampuran batubara adalah salah satu cara untuk menyesuaikan parameter kualitas batubara yang dijual agar sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh pembeli. Pencampuran menggunakan batubara yang berasal dari beberapa perusahaan tambang sehingga simulasi pencampuran perlu dilakukan dalam menentukan dan menghasilkan nilai produk paling optimum untuk mendapatkan nilai kalori 6.300 kcal/kg dan mendapatkan keuntungan dari penjualan hasil pencampuran dengan penjualan tanpa melakukan pencampuran. Simulasi pencampuran coal blending beda kualitas yang dilakukan di PT. Allied Indo Coal Jaya didapatkan hasil perbandingan campuran batubara untuk memenuhi target 6.300 kcal/kg, dimana kualitas PT. Allied Indo Coal Jaya (7.033 kcal/kg) dengan Tebo-01 (3.104 kcal/kg) menghasilkan 700:300 sebesar 5.854,3 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.050,75 kcal/kg, 800:200 sebesar 6.247,2 kcal/kg, 850:150 sebesar 6.443,65 kcal/kg, 900:100 sebesar 6.640,1 kcal/kg dan proporsi yang sesuai yaitu 820:180 sebesar 6.325,78 kcal/kg. Sedangkan opsi pencampuran kualitas PT. Allied Indo Coal Jaya (7.033 kcal/kg) dengan M.Bungo-04 (4.386 kcal/kg) menghasilkan 700:300 sebesar 6.238,9 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.371,25 kcal/kg, 800:200 sebesar 6.503,6 kcal/kg, 850:150 sebesar 6.635,95 kcal/kg, 900:100 sebesar 6.768,3 kcal/kg dan proporsi yang sesuai yaitu 730:270 sebesar 6.318,31 kcal/kg. Jika dilakukan simulasi blending dan melakukan perhitungan biaya operasi blending maka didapatkan keuntungan PT. Allied Indo Coal Jaya pada bulan November 2019 sebesar Rp. 5.788.258.262,8,-
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencampuran batubara adalah salah satu cara untuk menyesuaikan parameter kualitas batubara yang dijual agar sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh pembeli. Pencampuran menggunakan batubara yang berasal dari beberapa perusahaan tambang dan simulasi pencampuran perlu dilakukan dalam menentukan beberapa opsi rumusan pencampuran untuk memenuhi kriteria parameter kualitas batubara. Dari beberapa opsi tersebut dipilih yang menghasilkan nilai produk paling optimum. Simulasi pencampuran dilakukan antara kualitas CV. Tahiti Coal (7.800 kcal/kg) dengan Tebo-01 (3.104 kcal/kg) menghasilkan pencampuran 500:500 sebesar 5.452 kcal/kg, 550:450 sebesar 5.686,8 kcal/kg, 600:400 sebesar 5.921,6 kcal/kg, 650:350 sebesar 6.156,4 kcal/kg, 700:300 sebesar 6.391,2 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.626 kcal/kg dengan proporsi yang sesuai yaitu 690:310 sebesar 6.344,24 kcal/kg. Sedangkan opsi pencampuran kualitas CV. Tahiti Coal (7.800 kcal/kg) dengan M.Bungo-04 (4.386 kcal/kg) menghasilkan 500:500 sebesar 6.093 kcal/kg, 550:450 sebesar 6.263,7 kcal/kg, 600:400 sebesar 6.434,4 kcal/kg, 650:350 sebesar 6.605,1 kcal/kg, 700:300 sebesar 6.775,8 kcal/kg, 750:250 sebesar 6.946,5 kcal/kg dengan proporsi yang sesuai yaitu 570:430 sebesar 6.331,98 kcal/kg. Penjualan batubara di CV. Tahiti Coal dengan kontrak PLTU pada bulan April 61,057 US$ dan penjualan hasil estimasi sesuai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) adalah 87,297 US$ dengan selisih kerugian per Tonnya 26,24 US$/Rp.374.050,26. Jika dilakukan simulasi blending dalam 1.000 ton batubara didapatkan keuntungan CV. Tahiti Coal dengan Tebo-01 Rp. 1.393.179.063/ 1.000 ton dan CV. Tahiti Coal dengan M.Bungo-04 Rp. 1.230.452.396/1.000 Ton.