ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses degradasi lahan secara terus menerus serta kurangnya penggunaan pupuk organik terhadap tanahdapat menurunkan kesuburan tanah dari unsur fisik, kimia dan biologi. Pemberian pupuk kompos dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah.Pupuk kompos dapat dibuat dari berbagai macam bahan organic salah satunya limbah pertanian yaitu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan jerami padi karena keberadaanya yang melimpah dan masih belum dimanfaatkan secara optimal.Pengomposan kombinasi komposisi TKKS dan jerami padi bertujuan untuk menghasilkan kompos yang memenuhi baku mutu berdasarkan SNI-19-7030-2004. TKKS dan jerami padi dapat terdekomposisi secara alami namun membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 2-4 bulan.Dalam percepatan pengomposan diperlukan penambahan bioaktivator (EM4) dengan metode pengomposan semi anaerob.Pengomposan ini dibuat dengan 5 perlakuan diantaranya 100% TKKS, 75% TKKS + 25% Jerami padi,50% TKKS + 50% Jerami padi, 25% TKKS + 75% Jerami padi, dan 100% Jerami padi. Dari hasil analisis kualitas kompos didapatkan hasil kompos kombinasi terbaik yaitu 75% TKKS + 25% Jerami padi.Hal ini terbukti dengan pengujian kandungan hara kompos parameter kadar air 18,00%, nitrogen 1,16%, fosfor 0,16%, kalium 0,18%, dan karbon 10,8% untuk yang tidak memenuhi standar yaitu pH 6,00, dan rasio C/N kompos 7,30.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecamatan Pulau Punjung berada di Kabupaten Dharmasraya Provisi Sumatera Barat, yang memiliki luas wilayah 48.250 Ha dan jumlah penduduk sebanyak 49103 jiwa dengan administrasi pemerintah yang meliputi 6 (enam) nagari. Pengelolaan sampah di kecamatan Pulau Punjung masih rendah, sehingga harus di lakukan penanganan lebih lanjut seperti manajemen pengelolaan persampahan. Tujuan penelitian mengevaluasi sistem manajemen pengelolaan persampahan. Dari hasil penelitian di dapatkan proyeksi timbulan sampah pada tahun 2023 sebesar 2,36 l/o/h, di proyeksi menggunakan metode least square, komposisi sampah total untuk jenis sampah basah yang di dapatkan sebesar 52,32%, sampah kering sebesar 39,01%, dan sampah lain-lain sebesar 8,67%. Debit timbulan sampah yang di dapatkan sebesar 135.512 l/h. Dengan waktu pemindahan dari TPS di Kecamatan Pulau Punjung ke TPA Sitiung V Ragusa kurang lebih selama 2 jam/rit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis timbulan, komposisi, dan potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang dengan jumlah sampel dan metode sampling ditentukan berdasarkan SNI 19-3964-1994. Rata-rata timbulan sampah di kampus Politeknik ATI Padang adalah 0,0076 kg/o/h untuk satuan berat atau 0,0922 l/o/h untuk satuan volume. Berdasarkan sumber, diperoleh timbulan sampah fasilitas administrasi 0,1456 l/o/h, ruang perkuliahan 0,0106 l/o/h, fasilitas ukm 0,0865 l/o/h, fasilitas perpustakaan 0,0898 l/o/h, ruang dosen 0,1971 l/o/h, kantin 0,1442 l/o/h, laboratorium 0,1204 l/o/h, fasilitas ibadah 0,0353 l/o/h, dan halaman/taman 0,0847 l/m2/h. Komposisi sampah di kampus Politeknik ATI Padang didominasi oleh sampah kering 63,40 %, yang terdiri dari sampah kertas 26,49 %, plastik 28,24 %, tekstil 0,08 %, karet 0,40 %, kaca 0,38 %, logam 0,05 %, kaleng 0,95 %, dan lain-lain 6,81 % dan sampah basah 36,60 % yang terdiri dari atas sampah makanan 13,32 %, sampah halaman 23,07 % dan kayu 0,21%. Komponen sampah yang berpotensi di daur ulang adalah sampah kertas 60,41 %, plastik 94,85 %, kaca 57,50 %, sampah kaleng 100 %,sampah halaman 100 % , dan sampah makanan 82,80 %. Rata-rata potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang sebanyak 74, 39 % yang terdiri dari potensi daur ulang sampah kering 52,05 % dan potensi daur ulang sampah basah 22,34 %.