Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: TKKS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Maleic Anhydride (MAH) terhadap Kualitas Papan Komposit Termodifikasi sebagai Produk Daur Ulang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan penduduk menyebabkan terjadinya peningkatan produksi limbah yang dihasilkan khususnya limbah plastik. Di pulau Sumatera kontribusi limbah plastik menepati posisi kedua setelah limbah organik yaitu 17% dengan jenis terbanyak adalah limbah plastik jenis Polyprophylene (PP). Disamping itu produksi minyak kelapa sawit menghasilkan limbah tandan kosong yang hanya dibuang ke lingkungan karena tidak dimanfaatkan dengan maksimal sehingga merusak lingkungan. Salah satu solusi untuk memberdayakan potensi limbah plastik dan tandan kosong kelapa sawit adalah dengan mendaur ulangnya menjadi papan komposit. Untuk meningkatkan kualitas papan komposit tersebut dan sesuai dengan standar, maka dilakukan penambahan zat aditif Maleic Anhydride (MAH). Penelitian ini dilakukan dengan menvariasikan komposisi MAH sebanyak 5%, 10%, dan 15% dari total berat TKKS dan Plastik PP (40% : 60%). Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanik berdasarkan pada SNI 03–2105–2006. Dari hasil pengujian papan komposit yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 03–2105–2006 kecuali untuk nilai MOE masih jauh dibawah standar. Secara keseluruhan papan komposit yang menghasilkan nilai terbaik adalah pada penambahan MAH 15% dimana hasil uji sifat fisiknya (kerapatan 0,72 g/cm3, pengembangan tebal 0%, kadar air 1,6%) dan sifat mekaniknya (MOR 139 kgf/cm2, dan MOE 13.965,42 kgf/cm2).

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Limbah Lumpur IPAL dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Refuse-Derived Fuel (RDF)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan energi merupakan salah satu permasalahan utama dunia saat ini. Setiap tahunnya kebutuhan akan energi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar minyak yang diperoleh dari fosil tumbuhan maupun hewan yang terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu. Ketersediaan bahan bakar fosil semakin lama akan semakin langka. Kurangnya lahan landfill dan pasokan energi mendorong untuk memanfaatkan limbah pertanian menjadi RDF. Limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai RDF adalah biomassa dari TKKS. Indonesia memiliki limbah pabrik kelapa sawit yang sangat melimpah, umumnya limbah lumpur tersebut hanya ditumpuk atau dimanfaatkan sebagai kompos. Namun ada juga limbah lumpur yang belum dikelola dengan baik, sehingga mengganggu estetika lingkungan dan menyebabkan pencemaran air dan tanah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, limbah IPAL dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran RDF. Didalam penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu menggunakan metode Uji ISO 1928:2009 E bertujuan untuk menganalisa nilai kalor, metode Uji ISO 11722:2013 E bertujuan untuk menganalisa kadar air, dan metode Uji ISO 1171:2010 E bertujuan untuk menganalisa kadar abu. Variasi optimum yang memenuhi SNI 01-6235-2000 yaitu pada variasi campuran 20:80 menggunakan perekat tepung kanji, dengan nilai kalor 5079 kal/g, kadar air 6,33% dan kadar abu 14,15%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Padat Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Jerami Padi Sebagai Pupuk Organik Secara Semi Anaerob

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses degradasi lahan secara terus menerus serta kurangnya penggunaan pupuk organik terhadap tanahdapat menurunkan kesuburan tanah dari unsur fisik, kimia dan biologi. Pemberian pupuk kompos dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah.Pupuk kompos dapat dibuat dari berbagai macam bahan organic salah satunya limbah pertanian yaitu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan jerami padi karena keberadaanya yang melimpah dan masih belum dimanfaatkan secara optimal.Pengomposan kombinasi komposisi TKKS dan jerami padi bertujuan untuk menghasilkan kompos yang memenuhi baku mutu berdasarkan SNI-19-7030-2004. TKKS dan jerami padi dapat terdekomposisi secara alami namun membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 2-4 bulan.Dalam percepatan pengomposan diperlukan penambahan bioaktivator (EM4) dengan metode pengomposan semi anaerob.Pengomposan ini dibuat dengan 5 perlakuan diantaranya 100% TKKS, 75% TKKS + 25% Jerami padi,50% TKKS + 50% Jerami padi, 25% TKKS + 75% Jerami padi, dan 100% Jerami padi. Dari hasil analisis kualitas kompos didapatkan hasil kompos kombinasi terbaik yaitu 75% TKKS + 25% Jerami padi.Hal ini terbukti dengan pengujian kandungan hara kompos parameter kadar air 18,00%, nitrogen 1,16%, fosfor 0,16%, kalium 0,18%, dan karbon 10,8% untuk yang tidak memenuhi standar yaitu pH 6,00, dan rasio C/N kompos 7,30.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail