ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses pembongkaran overburden yang di lakukan oleh PT. Allied Indo Coal Jaya dengan cara pengeboran dan peledakan. Dalam peledakan fragmentasi dipengaruhi oleh penggunaan powder factor. Powder factor adalah suatu bilangan yang menyatakan perbandingan antara penggunaan bahan peledak dan terhadap jumlah material yang diledakkan dalam satuan kg/m3. Dari hasil pengamatan dilapangan geometri peledakan yang diterapkan perusahaan diperoleh fragmentasi bongkahan besar dari 60 cm dengan persentase lebih dari 20% yang mengakibatkan alat bongkar muat dan target produktivitas tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang geometri peledakan dan mengoptimal kan penggunaan powder factor berdasarkan metode R.L Ash dan Kuz Ram. Geometri usulan yang diterapkan adalah burden 2 spacing 4 stemming 1,9, kedalaman lubang 8 subrilling 0,6 tinggi jenjang 7,4 powder column 5,5 dan powder factor 0,338 kg/m3 dengan analisis kuz ram telah memenuhi target standar perusahaan dengan persentase tertahan ukuran 60 cm dibawah 20%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pasific merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu andesit dengan peledakan sebagai cara untuk melepas dari batuan induk dan memecah batuan menjadi ukuran yang lebih kecil, saat ini hasil fragmentasi dari peledakan tersebut masih banyak yang berbentuk boulder yang berukuran 40 cm lebih dari 25%, Tujuan penelitian untuk menganalisis nilai Powder Factor dan rancangan geometri peledakan yang ideal dan menganalisis distribusi ukuran fragmentasi pada peledakan batu andesit di PT. Bintang Sumatra Pasifik, Metode yang digunakan untuk mendapatkan geometri peledakan yang ideal ialah metode R.L.Ash (1967) dan C.J.Konya (1990), dan untuk menentukan hasil fragmentasi peledakan menggunakan software splite desktop, Metode R.L. Ash (1967) dan metode C.J. Konya (1990), maka didapatkan distribusi hasil fragmentasi yang berukuran 40 cm menggunakan metode R.L.Ash (1967) yang lolos ayakan 61,94%, dan menggunakan metode C.J.Konya (1990) yang lolos ayakan 83,75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi Geometri Peledakan Menggunakan Perangkat Lunak Pada Penambangan Batu Andesit PT. Koto Alam Sejahtera
Nama : Alfi Rahman
NPM : 1210024427009
Pembimbing I : Rifky Adi Nata, S.T., M.T.
Pembimbing II : Dian Hadiyansyah, M.T.
ABSTRAK
PT. Koto Alam Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batu andesit, salah satu kegiatan penambangan yang berada di Jorong Polong Duo Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Lima Puluh Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Saat ini PT. Koto Alam Sejahtera melakukan pengambilan bahan galian batu andesit dengan cara peledakan. Sebelum operasi peledakan terlebih dahulu dilakukan persiapan lubang tembak dengan cara pemboran.
Kegiatan peledakan sangat berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas penambangan. Dimana produksi batu andesit sebelum dipasarkan harus diolah dulu pada bagian crusher, maka hasil fragmentasi batuan peledakan sangat berpengaruh terhadap produksi batu andesit. fragmentasi hasil peledakan dipengaruhi oleh geometri peledakan dan nilai powder factor. Sementara bahan peledak yang digunakan adalah ANFO (Ammonium Nitrat Fuel Oil).
Berdasarkan hasil perhitungan data pengukuran di lapangan didapatkan rata-rata nilai powder factor dan fragmentasi hasil peledakan masing-masing sebesar 0.27 kg/m3 dan 30,50 cm, dan distribusi fragmentasi yang berukuran ≤ 50 cm masih tinggi, sehingga perlu dilakukan perhitungan geometri peledakan dengan menggunakan beberapa metode, agar didapatkan geometri peledakan yang tepat untuk mengahasilkan rata-rata framentasi hasil peledakan sesuai yang dikehendaki.
Berdasarkan hasil analisa geometri peledakan mengunakan metode R. L. Ash dan CJ. Konya didapatkan nilai powder factor masing-masing sebesar 0,40 kg/m3 dan 0,44 kg/m3. Serta rata-rata fragmentasi masing-masing sebesar 24,32 cm dan 21,35 cm.
Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan kedua metode diatas, geometri peledakan yang tepat digunakan adalah hasil analisa metode C.J. Konya, yaitu: burden (B) = 2 m, spasi (S) = 2,3 m, stemming (T) = 1,4 m, subdrilling (J) = 0,6 m, kedalaman (H) = 5,17 m, tinggi jenjang (L) = 4.57 m, panjang kolom isian (PC) = 3.77 m dan diameter (D) = 3 inchi.