Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Produktifitas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Desain Kemajuan Penambangan di Site Retih PT. Bara Prima Pratama Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bara Prima Pratama telah membuka site baru yaitu Site Retih dengan luas IUP 1018 Hektare. Tentunya akan diperlukanya pembuatan desain kemajuan penambangan agar kegiatan pertambangan dapat tersusun dengan baik. Target produksi pada Site Retih sebesar 30.000 ton batubara dengan nilai stripping ratio (SR) maksimum 18.5 bcm/ton. Tahapan perencanaan yaitu, perencanaan arah kemajuan penambangan, urutan sequence pit penambangan sesuai dengan sebaran cadangan area rencana atau Pit Limit, target produksi perusahaan, serta geometri penambangan yang aman. Fungsi perencanaan penambangan yaitu sebagai kerangka susunan yang rinci terkait proyek penambangan dan menunjukkan urutan eksploitasi yang sesuai dengan desain serta peralatan (Taylor, 1977). Data yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan penambangan yaitu data topografi, bor, area rencana, alat penambangan, jam kerja, serta data penunjang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain kemajuan penambangan pada Site Retih dan juga mengetahui produktifitas dari ketersedian alat dan juga waktu kerja efektif dalam satu bulan. Data primer yang dibutuhkan yaitu Cycle Time alat gali muat dan Cycle time alat angkut, dan Data sekunder yang didapat adalah Peta Topografi, Peta geologi, Data Survey, Data Pit Limit dan spesifikasi alat gali muat dan alat angkut. Hasil perhitungan volume dari desain kemajuan penambangan dengan software surpac adalah pada Sequence 1 untuk OB 643.069 dan batubara 30.234, sequence 2 untuk OB 556.260 dan batuabra 29.527, sequence 3 untuk OB 467.478 dan Batubara 36.724, sequence 4 untuk OB 518.081 dan Batubara 29.331, sequence 4 untuk OB 518.081 dan Batubara 28.036 dan untuk sequence 6 untuk OB 721.368 dan Batubara 186.700. Estimasi total volume dan tonase batubara dari desain kemajuan dalam 6 sequence adalah OB 3,463,468 dan Batubara 186,700 ton dengan luasan area 16.2 Hektare. Dengan nilai total Striping Ratio adalah 18.55. Dan produktifitas alat Dossan 300 180 Bcm/Jam dan DT Hino 500 produktifitas 40.62 Bcm/Jam. Dengan Jumlah Unit yang dipakai adalah 10 Unit Excavator Dossan 300 dan 40 unit Untuk Dump Truck

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Kinerja Alat Muat dan Alat Angkut untuk Tercapainya Target Produksi Penambangan Clay pada PT. Tridaya Nita Prima

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tridaya Nita Prima didirikan pada 21 oktober 2021. Perusahaan yang sedang berkembang pesat penyedia jasa bor dan peledakan dan kontraktor pertambangan di Sumatera Barat. Penelitian ini mengamati quarry penambangan untuk Mendapatkan nilai effisiensi kerja alat muat dan alat angkut, Didapatkan match factor dari alat yang digunakan, mendapatkan nilai produktifitas alat muat dan alat angkut secara aktual. Data Primer berupa Cycle Time dengan waktu edar Alat Gali Muat 19.33 (s), Waktu Edar Alat Angkut = 1.159 (s) dengan Jam Kerja sebanyak 8 jam/hari. Nilai effisiensi dari alat gali muat yaitu sebesar 78,4 %. Sedangkan untuk nilai efisiensi alat angkut sebesar 47,9 %, nilai tersebut dapat digolongkan kecil dan tidak dapat memenuhi target produksi. Berdasarkan data yang di peroleh dari lapangan, berhenti dijam kerja merupakan penyebab terbesar dari kecilnya nilai efisiensi kerja yaitu di rata-rata 156,42 meni/hari. Dengan menghilangkan waktu berhenti di jam kerja atau bekerja secara maksimal dapat meningkatkan nilai efisiensi kerja sebesar 79,7 %. Match faktor dari alat gali muat dan alat angkut adalah 0,5. Besarnya produktifitas pada alat gali muat yaitu sebesar 1.270,74 LCM, dan 77,63 LCM untuk satu alat angkut secara aktual. Alat angkut yang digunakan sebanyak 5 unit di quarry. Hal tersebut menunjukkan tidak tercapainya target produksi yang telah di tentukan. Setelah dilakukan perbaikan efisiensi kerja alat angkut maka di dapat total produksi sebesar 129,2 LCM / hari untuk 1 alat angkut, sedangkan untuk 5 alat angkut yaitu sebesar 646.04 LCM /bulan. Dengan nilai tersebut maka di peroleh total produksi sebesar 19.381,4 LCM/ bulan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Geometri Jalan Produksi dari Front ke Disposal Terhadap Produktifitas Alat Angkut Hino 500 FM, 260 TI pada Kegiatan Penambangan Overburden di PIT Central Timur pada PT. Allied Indo Coal Jaya, Parambahan Kec. Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Operasi pengangkutan pengupasan OverBurden ke Disposal PT. Allied Indo Coal Jaya menggunakan Dump Truck Hino 500 FM, 260 Ti. Operasi pengangkutan memegang terhadap target produksi. Keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan tidak pernah lepas dari interaksi antara jalan angkut dan alat angkut itu sendiri. Geometri jalan angkut di pit central timur PT. Allied Indo Coal Jaya belum memenuhi syarat jalan angkut tambang yang baik, diperoleh data lebar jalan yang sebenarnya di lapangangan untuk 2 jalur adalah lebar jalan lurus 7,2 m, lebar jalan pada tikungan 15,8 m, jari-jari pada tikungan 11 m, superelevasi 0,63 m/m dan grade pada jalan tanjakan 13% - 19%. Karena grade jalan yang tinggi dan adanya goemetri jalan yang kecil, maka cycle time jadi bertambah yaitu sebesar 622 detik, mengakibatkan produksi berkurang, produktifitas alat angkut sebelum perbaikan jalan adalah 31,03 bcm/jam, selain itu tidak ada saluran penirisan di tepi jalan angkut tambang, yang mengakibatkan badan jalan angkut tambang tergenang air pada saat hujan. Oleh karena itu di lakukan evaluasi geometri jalan terhadap produktifitas alat angkut pada pit central timur di PT. Allien Indo Coal Jaya, untuk keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan. Berdasarkan spesifikasi alat angkut terlebar yaitu Hino 500 FM, 260 Ti diperoleh lebar jalan angkut minimum untuk dua jalur pada jalan lurus adalah 8,61 m, pada jalan tikungan yaitu 17,11 m, jari-jari tikungan yaitu 8,8 m, superelevasi atau kemiringan pada tikungan adalah 0,55 m/m, grade jalan yang akan digunakan 11% - 12%, dan cross clope pada bagian tengah jalan yaitu 17,2 cm. Dan produksi alat angkut sesudah melakukan perbaikan jalan mengalami peningkatan, di dapat cycle time alat angkut yaitu 363 detik, kapasitas persiklus yaitu 9,12 m3, dan produktifitas dump truck Hino 500 FM, 260 Ti yang berproduksi dari front penambangan ke disposal dengan jarak 652 meter, yaitu sebesar 61,41 bcm/jam.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Alat Muat dan Alat Angkut pada Penambangan Andesit PT. Koto Alam Sejahtera Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Koto Alam Sejahtera (KAS) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan andesit, berlokasi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Perusahaan menargetkan produksi andesit 30.000 ton perbulan, sedangkan produksi lapangan hanya 20.000 ton perbulan. Hal ini dikarenakan adanya boulder andesit sehingga dalam proses pemuatan dan pengangkutan peralatan mekanis kurang efisien dalam bekerja. Sehubungan dengan hal tesebut, maka sekiranya perlu diadakan analisa teknik terhadap kebutuhan alat muat, angkut, pada penambangan andesit PT. Koto Alam Sejahtera Berdasarkan data lapangan yang diperoleh dan hasil analisis yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan dari pengamatan yang dilakukan antara lain:Produksi alat muat excavator hitachi 330 adalah sebesar 22923,81 ton perbulan setelah adanya perbaikan dari efisiensi kerja dan waktu hambatan kerja maka produksi excavator hitachi 330 menjadi 28522,18 ton perbulan. Produksi alat angkut dump truck mitsubishi fuso intercollar 6X4 HD 220 sebanyak 3 unit sebelum perbaikan adalah 28598,32 ton perbulan, setelah dilakukan pengoptimalan alat angkut maka produksinya menjadi 41499,88 ton perbulan. Penyebab tidak tercapainya target produksi sebelum perbaikan adalah waktu kerja yang tidak efektif disebabkan oleh hambatan material pada alat seperti bongkahan andesit yang terlalu besar, dipengaruhi oleh cuaca, pengalaman dan skill dari operator serta adanya waktu standby yang disebabkan oleh waktu perbaikan alat

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penentuan Waktu Baku untuk Menentukan Produktifitas Karyawan di Perusahaan Tas CV. A’Tilyo Andalas Prima

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENENTUAN WAKTU BAKU UNTUK MENENTUKAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN DI PERUSAHAAN TAS CV. A’TILYO ANDALAS PRIMA                                                                                     Nama            : Sofni Aziria                                                                                    NPM             : 1210024425057                                                                                    Pembimbing I : Tri Ernita, ST,MP                                                                                    Pembimbing II : Alisutan Nasution, ST.MM RINGKASAN       CV.A’tilyo Andalas Prima yang beralamat di jalan Andalas No.77 Kecamatan Padang Timur adalah merupakan perusahaan yang bergerak di Industri tas yang memproduksi berbagai macam tas seminar, tas haji, tas sekolah dan produk produk sejenis. Perusahaan ini berdiri tahun 2004 ini memiliki karyawan sebanyak tujuh orang dan jam kerja 9 jam/hari. Menurut pengamatan penulis belakangan CV.A’tilyo Andalas Prima sering mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan. Selain permasalahan tersebut, perusahaan ini juga belum mempunyai target produksi. Berdasarhan permasalahan diatas penulis tertarik mengangkat judul “Penentuan Waktu Baku untuk Menentukan Produktifitas Karyawan di Perusahaan Tas CV. A’tilyo Andalas Prima. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu baku yang dibutuhkan karyawan dalam membuat 1 unit tas seminar dan menentukan produktifitas Karyawan. Dengan menggunakan metode pengukuran Stopwhatch Time Study, maka diperoleh perhitungan Waktu Baku yang dibutuhkan untuk membuat 1 unit tas adalah waktu baku 52,96 menit dan produktifitas karyawan dalam membuat tas adalah 10 unit/hari. 

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail