Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Quality Function Deployment
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Pelayanan Perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun dengan Metode Quality Function Deployment (QFD)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Good governance merupakan agenda reformasi tuntutan masyarakat yang menginginkan perbaikan secara fundamental pengelolaan di sektor publik khususnya pemerintahan. Pemerintah Daerah sebagai service provider dan service arranger memiliki kewenangan yang luas untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Tugas utama pemerintah terhadap rakyatnya adalah memberikan pelayanan dalam rangka memenuhi dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Sebagai organisasi perangkat daerah yang memberikan pelayanan publik kepada masyarakat khususnya pelaku usaha, maka Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Karimun perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan agar dapat memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen dengan mempertimbangkan kepabilitas organisasi. Dalam analisis tingkat kualitas pelayanan perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Karimun diperlukan suatu metode yang tidak hanya dapat mengukur tingkat kualitas namun juga dapat menjabarkan tingkat prioritas kebutuhan konsumen serta langkah antisipatif prioritas yang dapat diberikan DPMPTSP Kabupaten Karimun guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen atas pelayanan yang diberikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD). Dengan metode QFD, telah dapat diketahui data kepuasan konsumen berdasarkan 20 atribut pertanyaan yang diajukan berdasarkan tingkat kepuasan dan diketahui urutan tingkat kepuasan dari peringkat 1 sampai dengan peringkat 20, dimana kemudahan prosedur layanan di DPMPTSP Kabupaten Karimunmerupakan aspek yang paling memuaskan para pelaku usaha terhadap pelayanan di DPMPTSP Kabupaten Karimun. Selain itu juga diketahui tingkat prioritas kebutuhan konsumen serta parameter teknik yang harus dilakukan oleh DPMPTSP Kabupaten Karimun guna meningkatkan kualitas pelayanan perizinan. Adapun tingkat kebutuhan konsumen utama yang prioritas diinginkan oleh konsumen adalah kenyamanan sarana prasarana pelayanan dan parameter teknik utamanya yaitu meningkatkan kapabilitas petugas di DPMPTSP Kabupaten Karimun.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Produk Air Minum dalam Kemasan Ayia 240 ml Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Studi Kasus di PT. Gunung Naga Mas)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Banyaknya persaingan antar industri air minum dalam kemasan baik produk lokal maupun produk global membuat pelanggan lebih memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Maka dari itu kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama. PT. Gunung Naga Mas adalah perusahaan milik swasta yang bergerak dalam industri air minum kemasan, perusahaan ini memproduksi air minum dalam kemasan dengan merek AYIA. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan analisis kepuasan pelanggan dengan menggunakan metode QFD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap air minum dalam kemasan Ayia 240 ml dan mengetahui tingkatan prioritas karakteristik teknik yang harus dilakukan PT. Gunung Naga Mas untuk meningkatkan kualitas Ayia 240. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan adalah 3,4 (puas). Urutan tingkatan prioritas karakteristik teknik adalah Sanitasi dan cleaning (18%), SPC (Statistical Process Control) (18%), penyebaran agen secara merata (17,8%), pemilihan bahan baku (15,2%), penelitian dan pengembangan (11,95), Hygiene (6,14%), HACCP (Hazard Analysis Critical Crisis Point) (6,14%), dan terakhir promosi (5,95%). Disamping itu PT. Gunung Naga Mas sebaiknya melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap kualitas produk karena masih adanya kesenjangan (Gap) dari penilaian konsumen. PT. Gunung Naga Mas sebaiknya melakukan perbaikan dimulai dari Sanitasi dan Cleaning, SPC, dan penyebaran agen secara merata, maka perusahaan telah melakukan perbaikan secara keseluruhan sebesar 53,8 %. Diharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan ke tahap 2 yaitu perencanaan desain, tahap 3 yaitu perencanaan proses, dan tahap 4 yaitu perencanaan pengendalian proses.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail