ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pacific adalah salah satu perusahaan tambang batuan andesit yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena rata-rata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. PT. Bintang Sumatra Pacific memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 14,24 KN/m3 dan lereng timbunan 16,32 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software slide v 6.0 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,732 dan 0,698 untuk lereng timbunan didapatkan FK 0,724 dan 0,696 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,346 dan lereng timbunan 0,532. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV Aliya merupakan usaha industri yang bergerak di bidang garmen dalam memproduksi baju tidur. Dalam menghasilkan produksi baju tidur, CV Aliya memiliki beberapa faktor yang menunjang kegiatan produksi. Adapun beberapa faktor penunjang kegiatan tersebut yaitu raw material, proses produksi dan penyelesaian produksi akhir. Dari hasil pengamatan pertama dan wawancara singkat dengan pemilik usaha CV Aliya, CV Aliya memproduksi order baju tidur sebanyak 6.000 pieces. Target yang harus dicapai adalah sebanyak 1.000 pieces/hari. Dengan jumlah operator jahit sebanyak 31 orang dibagian operator. CV Aliya mendapatkan komplenan dari buyer terkait kualitas baju tidur yang yang diproduksi oleh CV Aliya kurang baik. Adapaun jenis komplenan yang terjadi yaitu adanya sisa panjang benang yang berlebihan pada bagian dalam baju baik itu hasil dari sisa benang jahitan yang belum ditrimming, maupun dari materialnya itu sendiri sehingga mengakibatkan kurang nyamannya baju tidur ketika dipakai oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk pnerapan AQL (Acceptabel Quality Level) di CV Aliya untuk perbaikan mutu. Hasil dari penelitian ini yaitu dari hasil penerapan AQL (Acceptabel Quality Level) dalam penelitian ini kita mendaptakan reject sebesar 12 dan tidak meliebihi 14 yang telah ditetapkan pada tabel AQL (Acceptabel Quality Level) maka reject atau lot ini diterima sehingga dalam penerapan metode AQL (Acceptabel Quality Level) di CV Aliya ini layak untuk diterapakan dan berbanding jauh dengan CV Aliya sebelum menerapakn AQL (Acceptabel Quality Level) dengan sebelum menerapakn metode AQL (Acceptabel Quality Level). Sebelum menerapakan metode AQL (Acceptabel Quality Level) CV Aliya mendapatkan reject sebanyak 30 Pcs sedangkan setelah menggunkan metode AQL CV Aliya mendapatkan reject yang lebih kecil yaitu sebesar 12 dan tidak melebihi ketentuan nilai yang telah distandarkan oleh AQL.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana adalah salah satu perusahaan tambang bawah tanah batubara yang berada di Kabupaten Sawahlunto Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena ratarata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. CV. Bara Mitra Kencana memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 50,99 KN/m3 dan lereng timbunan 37,27 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software geostudio 2012 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,135 dan 0,138 untuk lereng timbunan didapatkan FK 1,443 dan 1,417 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,475 dan lereng timbunan 2,9. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.