Kajian Teknis Kinerja Jig Kapal Isap Produksi Timah 16 Unit Penambangan Laut Bangka PT. Timah (Persero) Tbk Provinsi Bangka Belitung
KAJIAN TEKNIS KINERJA JIG KAPAL ISAP PRODUKSI TIMAH 16 UNIT PENAMBANGAN LAUT BANGKA (Studi Kasus PT. Timah (Persero) Tbk) Nama : Rifky Andry NPM : 1210024427046 Pembimbing I : Drs. Murad MS, MT Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST, MT RINGKASAN PT Timah (Persero) Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan atau ekplorasi timah. Proses penambangan dilakukan di lepas pantai (off shore) menggunakan Kapal Keruk (KK), Kapal Isap Produksi (KIP), Bucket Wheel Dregde (BWD) dan di darat menggunakan pompa semprot (Gravel Pump).Pencucian bijih timah merupakan bagian dari penambangan di objek produksi. Material bijih timah yang ditambang di lepas pantai (off shore) adalah material lepas dan tidak kompak, sehingga proses penambangan dan pencucian harus benar-benar dimaksimalkan untuk menghindari material yang terbuang (losses). Alat konsentrasi pada kapal isap produksi terdiri dari tiga jenis, yaitu saring putar, jig, dan pompa. Jig yang digunakan pada kapal isap produksi terdiri dari dua tingkatan yaitu jig primer dan jig clean up.Indikator keberhasilan dalam proses pencucian yang merupakan bagian dari sistem operasi produksi di kapal isap produksi yaitu jumlah bijih didapatkan dan kadar Sn yang tinggi. Pengoperasian pada proses pencucian dari alat pemisah ini berhubungan dengan nilai variabel-variabel dan kinerja jig. Adapun nilai variabel-variabel dari kinerja jig yaitu: kecepatan aliran, panjang pukulan, jumlah pukulan dan tebal bed.Dalam proses pencucian bijih timah, konsentrat tidak sepenuhnyabersih dari mineral pengotor dan sebaliknya pada tailing juga masih terdapat mineral utamanya. Hal ini bisa dikarenakan alat dan ariabel jig yang digunakan dalam proses pencucian kurang baik dan pengaruh kondisi dari umpan sehingga terjadinya losses pada saat proses pencucian. Recovery yang dihasilkan dari hasil pencucian berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitusebesar 93%. Maka dari itu diperlukan evaluasi variabel jig dalam proses pencucian untuk mengetahui losses yang terjadi dan meningkatkan recovery bijih timah.Setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja jig pada KIP timah 16 recovery meningkat menjadi 97,88%, produksi meningkat menjadi 56 kampil/hari dan pendapatan menjadi Rp 2.463.525.000. Dimana persentase recovery meningkat sebesar 5,1% dari sebelumnya.