Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Konsentrat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Proses Pencucian Pan American Jig untuk Meningkatkan Recovery pada Kapal Isap Produksi 20 Wilayah Operasi Kepri dan Riau PT. Timah Tbk

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT Timah, Tbk, merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang penambangan timah. Proses pemisahan pada jig dipengaruhi beberapa variabel seperti panjang dan jumlah pukulan, ketebalan dan ukuran bed, kecepatan aliran horizontal, kebutuhan underwater dan feed rate. Air merupakan media utama pemisahan pada jig, sehingga kebutuhan air tambahan (underwater) memiliki peranan yang penting terhadap kecukupan air pada jig. Dalam proses penambangannya sekaligus dilanjutkan dengan proses pencucian untuk menghasilkan target recovery pencucian sebesar > 96% dengan kadar seluruh jig 20-30% Sn, sesuai dengan ketentuan perusahaan. Faktor pendukung kesuksesan pencucian ada pada proses jigging yaitu pengaturan parameter pada jig (kecepatan aliran, tebal bed, panjang pukulan, dan jumlah pukulan). Perolehan pada kondisi jig aktual nilai recovery seluruh jig adalah 93.39% artinya ada ketidaktercapaian target 2.61% dengan kadar akhir SnO2 25.11%. Penyebab ketidaktercapaian tersebut terdapat adanya nilai parameter jig diluar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan banyak timah yang terbuang jadi tailing (looses) serta banyak mineral ikutan masuk kedalam jig. Untuk mendapatkan recovery dan kadar SnO2 optimum dilakukan perbaikan kondisi jig sesuai SOP dan kondisi jig simulasi. Perolehan recovery kondisi jig sesuai SOP sebesar 96,12% dan kadar konsentrat akhir SnO2 27.69%, serta perolehan recovery kondisi jig simulasi sebesar 97,31% dan kadar konsentrat akhir SnO2 28.01% itu artinya hasil kedua kondisi ini sudah sesuai dengan target perusahaan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Produktivitas Shaking Table dengan Variasi Kemiringan Deck Meja untuk Pemisahan Pasir Besi

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pasir besi umumnya terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran batuan asal oleh proses pelapukan dan erosi. Material tersebut kemudian tertransportasi dan diendapkan di sepanjang pantai. belum adanya penggunaan alat modern seperti mesin shaking table pada desa sunur kota Pariaman yang berfungsi sebagai alat pemisahan pasir besi dan minimnya pengolahan untuk pasir besi dilapangan khususnya didaerah pariaman menjadi masalah pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah; menganalisa perbandingan konsentrat dengan tailing pada pencucian pasir besi dengan alat meja goyang (shaking table), menganalisa hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi, dan menganalisa hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi. Penelitian dilakukan tahapan dengan pengambilan sampel di pantai sunur kota pariaman, selanjutnya pemisahan konsentrat dan tailing dengan alat shaking table dengan kemiringan 1°, 2° dan 3° dengan berat sampel 500 gr, 750 gr dan 1000 gr. Kegiatan pengayakan dengan menggunakan ayakan ASTM C 136-06, setelah melakukan kegiatan tersebut maka diperoleh hasil perbandingan konsentrat dan tailing di kemiringan 3° lebih baik dibandingkan kemiringan 1° dan 2°, hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi Semakin bagus kemiringan yang dipakai deck meja alat shaking table maka akan lebih maksimal dalam memisahkan antara konsentrat dengan tailing. Kemiringan 3° sangat efektif diterapkan pada alat shaking table karena dapat memisahkan konsentrat lebih banyak jika dibandingkan dengan kemiringan 1° dan 2°, dan hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi pada shaking table pada kemiringan 3° lebih efesien dibandingkan kemiringan 1° dan °.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Kinerja Jig Kapal Isap Produksi Timah 16 Unit Penambangan Laut Bangka PT. Timah (Persero) Tbk Provinsi Bangka Belitung

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KAJIAN TEKNIS KINERJA JIG KAPAL ISAP PRODUKSI TIMAH 16 UNIT PENAMBANGAN LAUT BANGKA (Studi Kasus PT. Timah (Persero) Tbk)                                                                                        Nama             : Rifky Andry                                                                                       NPM              : 1210024427046                                                                                       Pembimbing I  : Drs. Murad MS, MT                                                                                       Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST, MT RINGKASAN PT Timah (Persero) Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan atau ekplorasi timah. Proses penambangan dilakukan di lepas pantai (off shore) menggunakan Kapal Keruk (KK), Kapal Isap Produksi (KIP), Bucket Wheel Dregde (BWD) dan di darat menggunakan pompa semprot (Gravel Pump).Pencucian bijih timah merupakan bagian dari penambangan di objek produksi. Material bijih timah yang ditambang di lepas pantai (off shore) adalah material lepas dan tidak kompak, sehingga proses penambangan dan pencucian harus benar-benar dimaksimalkan untuk menghindari material yang terbuang (losses). Alat konsentrasi pada kapal isap produksi terdiri dari tiga jenis, yaitu saring putar, jig, dan pompa. Jig yang digunakan pada kapal isap produksi terdiri dari dua tingkatan yaitu jig primer dan jig clean up.Indikator keberhasilan dalam proses pencucian yang merupakan bagian dari sistem operasi produksi di kapal isap produksi yaitu jumlah bijih didapatkan dan kadar Sn yang tinggi. Pengoperasian pada proses pencucian dari alat pemisah ini berhubungan dengan nilai variabel-variabel dan kinerja jig. Adapun nilai variabel-variabel dari kinerja jig yaitu: kecepatan aliran, panjang pukulan, jumlah pukulan dan tebal bed.Dalam proses pencucian bijih timah, konsentrat tidak sepenuhnyabersih dari mineral pengotor dan sebaliknya pada tailing juga masih terdapat mineral utamanya. Hal ini bisa dikarenakan alat dan ariabel jig yang digunakan dalam proses pencucian kurang baik dan pengaruh kondisi dari umpan sehingga terjadinya losses pada saat proses pencucian. Recovery yang dihasilkan dari hasil pencucian berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitusebesar 93%. Maka dari itu diperlukan evaluasi variabel jig dalam proses pencucian untuk mengetahui losses yang terjadi dan meningkatkan recovery bijih timah.Setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja jig pada KIP timah 16 recovery meningkat menjadi 97,88%, produksi meningkat menjadi 56 kampil/hari dan pendapatan menjadi Rp 2.463.525.000. Dimana persentase recovery meningkat sebesar 5,1% dari sebelumnya. 

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail