ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam melakukan operasi penambangan, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti adanya perbedaan volume overburden dari data yang dicatat oleh checker atau orang yang mengambil data produksi di lapangan, serta ritase (truck count), dan data yang diperoleh dari tim survey berdasarkan data kemajuan tambang yang diolah menggunakan software surpac, sehingga menyebabkan perhitungan cadangan tahunan tidak sesuai atau disebut rekosiliasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan volume material tanah penutup (overburden) dan faktor-faktor penyebabnya. Data primer yang dibutuhkan cycle time alat muat, cycle time alat angkut, waktu kerja efektif dan koordinat titik survey. Data sekunder yang didapatkan dari perusahaan yaitu data ritase alat angkut dan alat muat, data spesifikasi alat dan peta topografi.Hasil perhitungan cycle time dengan waktu edar alat gali Excavator Cobelco SK 480 20,32 detik dengan alat angkut Mitsubishi fuso 220 SP 11,25 menit dan alat gali excavator Hitachi 470 ZX 20,6 detik dengan alat angkut Nisaan CWE 370 11,10 menit dengan match factor masing masing alat 0.45 dan 0.50, maka didapatkan volume material tanah penutup sebesar 200.869,74 ton. Hasil perhitungan Truck count atau ritase alat angkut yang merupakan jumlah ritase alat angkut Mitsubishi fuso 220 SP dan Nisaan CWE 370 yang beroperasi untuk hailing overburden didapatkan hasil sebanyak 192.129 ton.Volume overburden hasil pengukuran survey pada tanggal 22 Mei-01 juni 2022 yaitu sebesar 195.809 ton. Selisih perbedaan volume overburden antara dari produksi aktual dan survey yaitu sebesar 2,52%, dan selisih dari cycle time dan truck count atau ritase alat angkut sebesar 4,36%
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penambangan Tanah Liat/ Clay di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang oleh Sdr. jumaidi melakukan kegiatan operasi produksi, Kegiatan Operasi Produksi seluas lebih kurang 1 hektare dan luas rencana konsesi seluas 5,0 hektare. Tujuan dari penelitian ini yaitu Melakukan desain akhir penambangan di IUP Jumaidi, Menentukan sisa volume galian penambangan di IUP Jumaidi, Menentukan waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan penambangan di IUP Jumaidi, Menghitung produktivitas alat angkut dan alat muat untuk mencapai target produksi penambangan di IUP Jumaidi. Desain akhir penambangan Clay IUP Jumaidi dilakukan menggunakan software Global mapping, surpac, dan autocad menghasilkan 4 jenjang yang masing-masing memiliki luas area 27.689,70 m², 32.414,82 m², 36.571,44 m², dan 40.915,37 m². Ketinggian jenjang mencapai 5 m dan lebar jalan 7 m.Total volume dan tonase di IUP Jumaidi yaitu volume 286,031 bcm dan tonase 600,665 ton/bulan. Produktivitas alat gali muat dan alat angkut yaitu produktivitas alat gali muat sebesar 11,460 ton/bulan dan produktivitas alat angkut 2 unit 10,344 ton/bulan.Waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan penambangan IUP Jumaidi yaitu selama 58 bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan Batubara dengan metode tambang bawah tanah, dan memanfaatkan metode Room and Pillar. Dalam proses penambangan bawah tanah diperlukan sistem ventilasi tambang bawah tanah agar dapat mengalirkan udara dari luar menuju terowongan tambang dan membawa udara kotor dari dalam terowongan menuju keluar terowongan tambang. Perencanaan Sistem Ventilasi tidak menimbulkan permasalahan. Permasalahan dalam penambangan sering terjadi akibat tidak sempurnanya pemasangan sistem ventilasi tambang bawah tanah, dan suhu didalam terowongan yang terlalu tinggi yang mana dapat menyebabkan turunnya produktifitas penambangan. Dari hasil pengolahan data didapat jumlah total udara masuk adalah senilai 25,116 m3/s, dan suhu efektif rata-rata 29,7ᵒC dengan kelembaban relative rata-rata 99,9%. Dengan perhitungan Korelasi Headloss dan Duct Resistance terhadap Air Volume adalah R2 0,950 untuk Headloss R2 0,876 untuk Ducth Restistance. Nilai R2 untuk korelasi Headloss dan Duct Resistance membuktikan bahwa antara Headloss dengan Air Volume, sedangkan untuk Duct Resistance dengan Air Volume hubungan korelasinya tidak sebesar Headloss dengan Air Volume memiliki hubungan yang kuat. Maka dari itu untuk pemasalahan suhu dan kelembaban relatif dibutuhkan penambahan jumlah debit udara segar kedalam terowongan tambang bertujuan untuk menurunkan suhu terowongan agar produktifitas pekerja tidak terganggu.