ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Aceh Mineral Prima Developmet (PT. AMPD) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu gamping, perusahaan tersebut yang berdiri pada tahun 2010 dengan luas IUP 16,01 Ha. PT. Aceh Mineral Prima Developmet terletak di Jorong Tanjung Gadang, Kenagarian Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat. Sumber daya alam yang terdapat pada PT. Aceh Mineral Prima Development adalah bahan galian batu gamping, bahan galian ini berfungsi sebagai bahan konstruksi bangunan dan jalan. Tujuan penelitian ini menganalisis produktivitas dan efisiensi kerja alat gali muat Excavator Liugong 920E dan alat angkut Dump Truck Colt Diesel, menganalisis delay time alat gali muat Excavator Liugong 920E dan alat angkut Dump Truck Colt Diesel, serta menganalisis match factor alat gali muat Excavator Liugong 920E dan alat angkut Dump Truck Colt Diesel di PT. Aceh Mineral Prima Development. Mencapai target efisiensi kerja alat gali muat dan alat angkut sebesar 85%. Proses penambangan yang digunakan di PT. Aceh Mineral Prima Development adalah sistem tambang terbuka (Open Pit Mining) dengan metode quarry. Produktivitas yang dihasilkan dari Excavator Liugong 920E dalam 1 bulan sebanyak 34.485,6 ton/bulan dan produktivitas dari Dump Truck Colt Diesel dalam 1 bulan sebanyak 8.881,92 ton/bulan. Dari hasil diatas menunjukkan bahwa produktivitas dari Excavator Liugong 920E sudah melebihi dari target produksi yang ditetapkan oleh PT. Aceh Mineral Prima Development yaitu sebesar 25.000 ton/bulan, namun produktivitas dari Dump Truck Colt Diesel masih kurang dari target produksi yang ditetapkan oleh PT. Aceh Mineral Prima development yaitu sebesar 9.000 ton/bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas aktual penambangan bijih besi PT. Mineral Sukses Makmur pada bulan bulan Desember 2020 – Maret 2021 secara berurutan adalah 10.768 ton/bulan, 11.574 ton/bulan, 10.362 ton/bulan dan 12.820 ton/bulan, sedangkan target produksi adalah 17.500 ton/bulan, 16.800 ton/bulan, 15.740 ton/bulan dan 15.460 ton/bulan. Hal ini menunjukkan bahwa produksi belum mencapai target yang sudah direncanakan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi produksi alat gali muat dan alat angkut agar target produksi yang telah di tetapkan oleh perusahaan tercapai dengan cara menganalisis kondisi aktual alat gali muat dan alat angkut yang beroperasi dilapangan. Metode optimalisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quality Controle Circle untuk 1 unit alat gali muat Excavator Komatsu PC 200 dan alat angkut dumptruck Colt Diesel Mitsubishi sebanyak 4 unit. Hasil penelitian menunjukan setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode Quality Controle Circle ini maka produksi bisa di capai oleh perusahaan adalah 18.775 ton/bulan dimana dengan menggunakan metode ini bisa memaksimalkan efesiensi kerja alat dan memaksimalkan efesiensi kerja alat akibat losstime dan hambatan-hambatan yang terjadi saat opersi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bara Indah Lestari adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi batubara. Dalam menunjang produksinya tentu PT. Bara Indah Lestari memerlukan rancangan akses jalan yang efektif (ideal) supaya tidak menghambat dalam produksinya. Dalam penambangan batubara kondisi jalan harus baik, terutama akses jalan antara lokasi penambangan dengan stockpile, perhitungan geometri jalan harus dipertimbangkan, karena alat-alat beroperasi secara massal dan kontinyu setiap harinya. Desain jalan yang tidak baik akan menyebabkan kecelakaan kerja, serta keterlambatan suatu alat angkut tersebut yang berdampak terhambatnya laju produksi sehingga waktu edar alat angkut tersebut tidak efektif (tidak ideal). Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan perancangan pada geometri jalan angkut untuk memperlancar akses dalam menunjang target produksi pada produktivitas alat angkut. Sehingga PT. Bara Indah Lestari akan mengalami peningkatan dalam menunjang target produksinya bila jalan angkut tersebut di rancang dengan efektif (ideal). Kondisi jalan angkut yang baik akan mempertinggi nilai efisiensi dan efektivitas kerja alat angkut serta tingkat keamanannya. Jika geometri jalan tidak dalam kondisi terbaiknya, maka kemungkinan akan memperlambat pada produksi penambangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Semen Padang melakukan penambangan batu gamping di kuari bukit karang putih yang terletak di kelurahan batu gadang, kec. Lubuk kilangan sekitar 1,5 km dari pabrik. Lokasi penambangan terletak pada ketinggian 273-400 meter di atas permukaan laut. Dalam melakukan operasi pengangkutan menggunakan dump truck Komatsu type HD 785 yang dimiliki oleh PT. Semen Padang. Operasi pengangkutan memegang peranan yang sangat penting. Kelancaran dan keamanan operasi pengangkutan tidak pernah lepas dari interaksi antara jalan angkut dan dump truck. Jalan angkut tambang batu gamping di kuari bukit karang putih berada sepanjang 450 meter. Dari ketinggian 273,7 meter sampai 351 meter dari permukaan laut. Jalan ini terbagi menjadi 2 segmen, yaitu dengan nama segmen 1-2. Jalan tambang ini mempunyai kemiringan yang sangat besar. Rata-rata kemiringan sebesar 14,8%. agar operasional pengangkutan dapat berjalan dengan lancar, bebrapa aspek juga harus diperhatikan seperti saluran penirisan, tanggul, dan superelevasi. Untuk perhitungan geometri jalan angkut didapat lebar jalan lurus minimum adalah 22,4 meter, lebar jalan tikungan adalah 18,58 meter, superelevasi untuk tikungan adalah 1,7 meter, jari-jari tikungan adalah 9,9 meter, dan produksi dump truck adalah 4.329,364 Ton/shift. Geometri jalan diperlukan juga pendukung keamanan jalan dan keselamatan kerja pada jalan yaitu kecepatan maksimum alat angkut pada kondisi jalan lurus adalah 25 km/jam, maka jarak berhenti alat angkut tersebut rata-rata adalah 17 meter. Rata-rata jarak berhenti alat angkut saat melewati tikungan adalah 12,3 meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam melakukan operasi produksi batubara PT. Minemex Indonesia menggunakan alat mekanis yang terdiri atasExcavatorKobelco SK 300 PC 1 unit, bulldozer D65 DX 1 unit, Grader G930 1 unit, Dump Truck Fusso 220 PC 5 unit.Pada bulan Agustus tahun 2017PT. Minemex Indonesia menetapkan target produksi batubara mencapai 100.000 ton/bulan dan pengupasan overburden mencapai 380.000 bcm bulandengan stripping ratio sebesar 2. Maka sekiranya perlu diadakan analisa teknik terhadap kebutuhan alat muat ExcavatorKobelco SK 330 dan alat angkut Dump Truck Fusso 220 PCpada penambangan batubara pada PT. MMI Indonesia. Hal ini dikarenakan berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan masih sering terjadinya tidak keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut dikarenakan adanya peralatan yang tidak bekerja dengan efisien.Faktor keserasian alat yang tidak serasi (Macth Factor) lebih kecil dari 1 menyebabkan alat muat menunggu. Berdasarkan perhitunganya, faktor keserasian eexcavator cobelco SK 330 dan dump truck fusso 220 PC untuk produksi batubara pada PT. Minemex Indonesia adalah sebesar 0,71. Jumlah alat muat dan alat angkut yang dibutuhkan untuk mencapai faktor keserasian adalah 1 unit untuk alat muat dan 7 unit untuk alat angkut.Produksi Dump Truck Fusso 220 PC sebesar 31.549,2 ton/bulan dengan jumlah alat angkut sebnayak 5 unit. Setelah dilakukan penambahan alat angkut menjadi 7 unit maka produksi menjadi 44.168,88 ton/bulan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT.Intan Borneo Internasional adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan mineral yaitu pertambangan bijih tembaga, yang terletak di nagari sibarambang kecamatan x koto di ateh kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. PT.Intan Borneo Internasional belum melakukan kegiatan penambangan pada saat ini, pada perencanaan penambangan nanti PT.Intan Borneo Internasional akan melakukan kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka dengan mengikuti arah dan kemiringan batuan. dari hasil eksplorasi wilayah IUP pertambangan bijih tembaga seluas 6.745 Ha, yang memiliki luas area pit penambangan 966 Ha.terdapat dua pit penambangan pit 1 seluas 859 Ha,pit 2 seluas 107 Ha dengan total jumlah cadangan kedua pit 2.467.416.00M³. Cadangan tersebut belum ditambang untuk proses produksi, kondisi itu kelihatan harus adanya jumlah kebutuhan alat muat dan alat angkut yang akan digunakan. Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan analisis mengenai perencanaan pengadaan alat muat dan alat angkut untuk menentukan jumlah alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dalam kegiatan penambangan nanti, untuk memenuhi sasaran produksi yang ditetapkan perusahaan, perlu ditentukannya faktor keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut agar target produksi dapat tercapai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANGAN ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI SASARAN PRODUKSI ANDESIT PADA PT. BUKIT SARI INVESTAMA DI KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Jon Afrizal NPM : 1210024427029 Pembimbing I : Yahdi Azzuhry A. md., S.T., M.Eng Pembimbing II : Drs. Murad MS. MT ABSTRAK PT. Bukit Sari Investama adalah perusahaan yang akan bergerak dibidang pertambangan mineral yaitu pertambangan batu andesit, PT. Bukit Sari Investama berlokasi di Jorong Simpang Tiga Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat, perusahaan ini telah melakukan eksplorasi untuk mengetahui sebaran, sumberdaya maupun sifat fisik dari andesit tersebut, hasil eksplorasi PT. Bukit Sari Investama (2015) didapatkan sumberdaya andesit pada wilayah IUP eksplorasi andesit seluas 211 Hektar, diperoleh cadangan layak tambang 12.000.000 m³, terdiri dari blok I seluas 14,78 hektar dengan cadangan 7.300.000 m³ dan blok II seluas 15,86 hektar dengan cadangan 4.700.000 m³.Target produksi yang diinginkan perusahaan sebanyak 960.000 ton/tahun dari hasil peledakan, kondisi itu kelihatan harus adanya jumlah alat angkut dan alat muat yang akan digunakan dalam operasi produksi andesit nantinya agar target produksi yang diinginkan tercapai maka perusahaan merancang berapa jumlah alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dan menghitung produktivitas alat muat dan alat angkut dan perkiraan harga alat komulatif agar perusahaan dapat mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan dalam pembelian alat muat dan alat angkut nantinya.Dari hasil pengolahan data dan analisa data yang penulis lakukan maka dapat diketahui Jumlah alat muat dan alat angkut yang diperlukan dalam operasi produksi andesit PT. Bukit Sari Investama dengan jenis alat muat Hitachi ZX350LC sebanyak 2 unit dan 1 unit alat cadangan dan jenis alat angkut Hino FM 260 JD sebanyak 7 unit dan 1 unit cadangan, jumlah produksi 2 unit alat muat sebesar 3.268 ton/hari dan jumlah alat angkut yang melayani alat muat sebanyak 7 unit dan jumlah biaya yang akan dikeluarkan dalam pembelian alat muat dan alat angkut sebesar Rp. 12.991.000.000.