ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam melakukan operasi produksi batubara PT. Minemex Indonesia menggunakan alat mekanis yang terdiri atasExcavatorKobelco SK 300 PC 1 unit, bulldozer D65 DX 1 unit, Grader G930 1 unit, Dump Truck Fusso 220 PC 5 unit.Pada bulan Agustus tahun 2017PT. Minemex Indonesia menetapkan target produksi batubara mencapai 100.000 ton/bulan dan pengupasan overburden mencapai 380.000 bcm bulandengan stripping ratio sebesar 2. Maka sekiranya perlu diadakan analisa teknik terhadap kebutuhan alat muat ExcavatorKobelco SK 330 dan alat angkut Dump Truck Fusso 220 PCpada penambangan batubara pada PT. MMI Indonesia. Hal ini dikarenakan berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan masih sering terjadinya tidak keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut dikarenakan adanya peralatan yang tidak bekerja dengan efisien.Faktor keserasian alat yang tidak serasi (Macth Factor) lebih kecil dari 1 menyebabkan alat muat menunggu. Berdasarkan perhitunganya, faktor keserasian eexcavator cobelco SK 330 dan dump truck fusso 220 PC untuk produksi batubara pada PT. Minemex Indonesia adalah sebesar 0,71. Jumlah alat muat dan alat angkut yang dibutuhkan untuk mencapai faktor keserasian adalah 1 unit untuk alat muat dan 7 unit untuk alat angkut.Produksi Dump Truck Fusso 220 PC sebesar 31.549,2 ton/bulan dengan jumlah alat angkut sebnayak 5 unit. Setelah dilakukan penambahan alat angkut menjadi 7 unit maka produksi menjadi 44.168,88 ton/bulan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT.Intan Borneo Internasional adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan mineral yaitu pertambangan bijih tembaga, yang terletak di nagari sibarambang kecamatan x koto di ateh kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. PT.Intan Borneo Internasional belum melakukan kegiatan penambangan pada saat ini, pada perencanaan penambangan nanti PT.Intan Borneo Internasional akan melakukan kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka dengan mengikuti arah dan kemiringan batuan. dari hasil eksplorasi wilayah IUP pertambangan bijih tembaga seluas 6.745 Ha, yang memiliki luas area pit penambangan 966 Ha.terdapat dua pit penambangan pit 1 seluas 859 Ha,pit 2 seluas 107 Ha dengan total jumlah cadangan kedua pit 2.467.416.00M³. Cadangan tersebut belum ditambang untuk proses produksi, kondisi itu kelihatan harus adanya jumlah kebutuhan alat muat dan alat angkut yang akan digunakan. Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan analisis mengenai perencanaan pengadaan alat muat dan alat angkut untuk menentukan jumlah alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dalam kegiatan penambangan nanti, untuk memenuhi sasaran produksi yang ditetapkan perusahaan, perlu ditentukannya faktor keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut agar target produksi dapat tercapai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANGAN ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI SASARAN PRODUKSI ANDESIT PADA PT. BUKIT SARI INVESTAMA DI KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Jon Afrizal NPM : 1210024427029 Pembimbing I : Yahdi Azzuhry A. md., S.T., M.Eng Pembimbing II : Drs. Murad MS. MT ABSTRAK PT. Bukit Sari Investama adalah perusahaan yang akan bergerak dibidang pertambangan mineral yaitu pertambangan batu andesit, PT. Bukit Sari Investama berlokasi di Jorong Simpang Tiga Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat, perusahaan ini telah melakukan eksplorasi untuk mengetahui sebaran, sumberdaya maupun sifat fisik dari andesit tersebut, hasil eksplorasi PT. Bukit Sari Investama (2015) didapatkan sumberdaya andesit pada wilayah IUP eksplorasi andesit seluas 211 Hektar, diperoleh cadangan layak tambang 12.000.000 m³, terdiri dari blok I seluas 14,78 hektar dengan cadangan 7.300.000 m³ dan blok II seluas 15,86 hektar dengan cadangan 4.700.000 m³.Target produksi yang diinginkan perusahaan sebanyak 960.000 ton/tahun dari hasil peledakan, kondisi itu kelihatan harus adanya jumlah alat angkut dan alat muat yang akan digunakan dalam operasi produksi andesit nantinya agar target produksi yang diinginkan tercapai maka perusahaan merancang berapa jumlah alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dan menghitung produktivitas alat muat dan alat angkut dan perkiraan harga alat komulatif agar perusahaan dapat mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan dalam pembelian alat muat dan alat angkut nantinya.Dari hasil pengolahan data dan analisa data yang penulis lakukan maka dapat diketahui Jumlah alat muat dan alat angkut yang diperlukan dalam operasi produksi andesit PT. Bukit Sari Investama dengan jenis alat muat Hitachi ZX350LC sebanyak 2 unit dan 1 unit alat cadangan dan jenis alat angkut Hino FM 260 JD sebanyak 7 unit dan 1 unit cadangan, jumlah produksi 2 unit alat muat sebesar 3.268 ton/hari dan jumlah alat angkut yang melayani alat muat sebanyak 7 unit dan jumlah biaya yang akan dikeluarkan dalam pembelian alat muat dan alat angkut sebesar Rp. 12.991.000.000.