Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: desinfeksi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Sarana Pengolahan Limbah Botol Infus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah botol infus merupakan jenis limbah yang dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik jika difasilitasi dengan sarana pengelolaan limbah botol infus. Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pasal 38, ada kriteria limbah jenis tertentu yang dapat dilaksanakan pada lokasi penghasil seperti limbah botol infus (non darah/cairan tubuh). Berdasarkan Data Laporan Unit Sanitasi RSUD dr.Rasidin Padang Tahun 2022, limbah botol infus yang dihasilkan per bulannya rata-rata mencapai 300 kg/bulan. Jumlah timbulan limbah botol infus berkisar 20-30% dari total timbulan limbah medis. Perencanaan pengolahan limbah botol infus RSUD dr. Raidin Padang dapat berupa tahapan pewadahan dari sumber, pengumpulan, pengangkutan (internal), pengolahan di TPS LB3 berupa proses pemilahan dan pengosongan, pembersihan, desinfeksi, pengeringan serta pencacahan. Estimasi ukuran sarana untuk menunjang tahapan tersebut disesuaikan dengan estimasi timbulan limbah botol infus yang diperoleh dari estimasi jumlah limbah medis 10 tahun yang akan datang. Dari perhitungan estimasi biaya pengolahan limbah 10 tahun akan datang, maka diperoleh efisiensi sebesar 29-30 %. Jika estimasi biaya pengolahan limbah medis Tahun 2032 sebesar Rp. 343.337.250,00 maka biaya dapat diefisiensi sebesar Rp.103.000.000,- jika dilakukan pengolahan botol infus.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Residual Klorin Terhadap Kualitas Mikrobiologi pada Jaringan Distribusi Air Bersih

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desinfeksi merupakan proses pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh mikrooganisme dalam air. Konsentrasi klor di sepanjang jaringan distribusi harus memenuhi baku mutu air minum Permenkes no. 492/MENKES/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum sebesar 0,2-0,5 mg/L. Dalam jaringan distribusi, air dapat mengalami kontaminasi seperti masalah kebocoran pipa. Ini merupakan celah bagi mikroorganisme dari luar masuk ke dalam jaringan pipa distribusi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas air dalam jaringan distribusi dan menganalisis penurunan klor dalam pipa jaringan distribusi. Metode penelitian dilakukan dengan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu Dari penelitian didapatkan bahwa pada rentang baku mutu klor telah ditemukan kondisi air positif tercemar mikroorganisme pada jarak 0,5 Km dari reservoar. Ini membuktikan bahwa terjadi penurunan klor seiring bertambahnya jarak distribusi. Selain jarak, penurunan klor disepanjang jaringan distribusi juga dipengaruhi oleh kondisi pipa, kecepatan alir dan kondisi lingkungan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail