Penurunan Parameter BOD dan COD Limbah Laundry dengan Metode Fitoremediasi Menggunakan Eichhornia Crassipes dan Eichinodorus Palaefolius
Tingginya mobilitas masyarakat masa kini menyebabkan industri besar maupun kecil bermunculan, salah satu industri kecil yaitu usaha laundry. Limbah laundry yang dihasilkan dari proses pencucian pakaian jika dibuang terus-menerus ke saluran drainase akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan karena tingginya parameter BOD dan COD pada limbah tersebut. Menurut PerMenLHK No. 68 Tahun 2016 parameter BOD dan COD yang diperbolehkan sebesar 30 mg/L dan 100 mg/L. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Metode pengolahan limbah cair yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu metode fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eceng gondok dan melati air menurunkan BOD dan COD limbah laundry. Data penelitian berupa hasil pengujian BOD dan COD setelah metode fitoremediasi dengan waktu kontak selama 15 hari. Pengujian awal limbah laundry didapatkan hasil BOD dan COD sebesar 76,4 mg/L dan 136,2 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah laundry “X” dengan metode fitoremediasi efektivitas penuruanan BOD dan COD masing-masing sebesar 69,24% dan 39,65%. Kombinasi berat efektif untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu 200 eceng gondok + 200 melati air.