Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RAINI

11 karya publik ditemukan.

2024: 12023: 22022: 32020: 22019: 12018: 2

Analisa Produktivitas Kinerja Guru dan Peningkatan Prestasi Akademik Siswa terhadap Perubahan Kurikulum 2013 di SMP N 2 Hulu Kuantan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rendahnya kinerja guru di SMPN 2 Hulu Kuantan dapat dilihat dari adanya siswa yang merasa penjelasan materi oleh guru kurang detail, siswa merasa bosan dan kurang tertarik. Ini diakibatkan oleh guru yang masih beradaptasi dengan perubahan kurikulum. Hal ini juga disebabkan oleh kurang siapnya sekolah dalam penerapan kurikulum 2013 sehingga hasil pembelajaran kurang efektif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perubahan kurikulum 2013 terhadap peningkatan produktivitas kinerja guru dan peningkatan prestasi akademik siswa. Untuk mengetahui apa saja dampak yang terjadi akibat perubahan kurikulum 2013. Adapun jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada siswa kelas 8 dan 9 SMPN 2 Hulu Kuantan yang berjumlah 58 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan regresi linier berganda serta menggunakan diagram fishbone guna mengetahui apa saja dampak dari kurikulum 2013. Untuk Mengetahui Dampak Perubahan Kurikulum 2013 terhadap peningkatan produktivitas kinerja guru dan akademik siswa, maka diperoleh persamaan Y = 28,611 + 0,113 X1 + 0,601 X2 + e dimana nilai konstanta produktivitas (y) adalah sebesar 28,611 yang menyatakan jika variabel x1 dan x2 sama dengan nol, maka nilai kinerja guru dan prestasi siwa adalah sebesar 28,611. koefisien kinerja guru sebesar 0,113 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel kinerja guru sebesar 1% maka produktivitas meningkat sebesar 0,113 begitupun sebaliknya setiap terjadi penurunan pada variabel kinerja guru sebesar 1% maka pengaruh terhadap kurikulum 2013 juga menurun sebesar 0,113 (11,3 %). koefisien prestasi siswa sebesar 0,601 berarti bahwa setiap penigkatan prestasi belajar siswa sebesar 1% maka pengaruh terhadap kurikulum 2013 meningkat sebesar 0,601 atau sebaliknyya setiap terjadi penuruan sebesar 1% maka pengaruh kurikulum 2013 juga menurun sebesar 0,601 (60,1%).Sedangkan pada analisis diagram fishbone diperoleh dampak kurikulum 2013 berupa Metode pembelajaran yang masih terpusat pada guru. Keterbatasan media pembelajaran, sarana prasarana, kemampuan dalam memanfaatkan teknologi

Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Bawang Merah Menggunakan Metode Forward Chaining

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bawang merah merupakan produk sayuran yang sudah lama dikenal petani. Bawang merah merupakan bumbu dapur umum yang dibutuhkan hampir semua orang. Bawang merah juga digunakan sebagai obat tradisional, sebagai obat untuk menurunkan demam, diabetes, menurunkan kadar glukosa dan kolesterol, mencegah penebalan dan pengerasan pembuluh darah, dan maag. Akan tetapi menanam bawang merah memiliki banyak resiko. Resiko tersebut berupa penyakit yang mudah menyerang tanaman bawang merah tersebut. Selain serangan hama atau penyakit, produktivitas tanaman bawang merah yang rendah menjadikan tanaman bawang merah cukup sulit untuk dibudidayakan dan terkadang petani mengalami gagal panen. Dan juga kurangnya pengetahuan petani tentang penyakit dan solusi penyakit bawang merah.Sehingga tanaman bawang merah memberikan hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akibatnya, para petani memutuskan untuk tidak menanam bawang merah lagi pada musim berikutnya. Dari permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang bertujuan untuk membantu petani mengidentifikasi penyakit bawang merah secara akurat dengan menggunakan sistem pakar metode Forward Chaining dan memberikan solusi kepada petani untuk mengatasi penyakit bawang merah. Sistem yang dibuat berbasis Website menggunaka Bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil akhir dari sistem ini adalah laporan hasil konsultasi tentang penyakit bawang merah dan solusinya.

Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Bawang Merah Menggunakan Metode Forward Chaining

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang merah merupakan produk sayuran yang sudah lama dikenal petani. Bawang merah merupakan bumbu dapur umum yang dibutuhkan hampir semua orang. Bawang merah juga digunakan sebagai obat tradisional, sebagai obat untuk menurunkan demam, diabetes, menurunkan kadar glukosa dan kolesterol, mencegah penebalan dan pengerasan pembuluh darah, dan maag. Akan tetapi menanam bawang merah memiliki banyak resiko. Resiko tersebut berupa penyakit yang mudah menyerang tanaman bawang merah tersebut. Selain serangan hama atau penyakit, produktivitas tanaman bawang merah yang rendah menjadikan tanaman bawang merah cukup sulit untuk dibudidayakan dan terkadang petani mengalami gagal panen. Dan juga kurangnya pengetahuan petani tentang penyakit dan solusi penyakit bawang merah.Sehingga tanaman bawang merah memberikan hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akibatnya, para petani memutuskan untuk tidak menanam bawang merah lagi pada musim berikutnya. Dari permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang bertujuan untuk membantu petani mengidentifikasi penyakit bawang merah secara akurat dengan menggunakan sistem pakar metode Forward Chaining dan memberikan solusi kepada petani untuk mengatasi penyakit bawang merah. Sistem yang dibuat berbasis Website menggunaka Bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil akhir dari sistem ini adalah laporan hasil konsultasi tentang penyakit bawang merah dan solusinya.

Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur dengan Ampas Tebu sebagai Adsorben Zat Warna Methylene Blue dalam Limbah Tekstil

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cair industri tekstil mengandung zat warna yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil adalah methylene blue. Metode yang efektif digunakan untuk menurunkan zat warna terlarut adalah adsorpsi. Padatan pengikat fluida pada proses adsorpsi disebut adsorben. Sebagai bahan yang bersifat penjerap, cangkang telur dan ampas tebu merupakan kombinasi bahan yang potensial digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi kombinasi limbah cangkang telur dan ampas tebu untuk zat warna methylene blue dalam limbah tekstil. Adsorben cangkang telur dan ampas tebu dibuat dengan cara pemanasan masing-masing pada suhu 5000C dan 6000C. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan rasio adsorben, pH, dan waktu kontak pada proses adsorpsi methylene blue dalam limbah tekstil menggunakan analisis spektrofotometer UV- Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio optimum cangkang telur dan ampas tebu adalah 1:4, pH 9.46, dengan waktu kontak 70 menit. Persentase penyisihan methylene blue dalam limbah tekstil adalah sebesar 98,85%.

Analisis Kuantitas dan Kualitas Udara pada Kegiatan Penambangan Batubara Bawah Tanah Front Kerja Lubang Bukaan Tambang BMK35 CV. Bara Mitra Kencana Job Site Tanah Kuning Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pada tambang batubara CV. Bara Mitra Kencana berdasarkan survey awal peneliti mendapatkan robeknya duct/host dilubang tambang BMK-35, yang mengakibatkan ventilasi memiliki kehilangan sirkulasi udara. Dari kondisi tersebut ada beberapa robekan berukuran 6 cm diperjalan masuk lubang tambang, 13 cm dan 20 cm dipercabangan, sehingga berkurangnya kuantitas udara khususnya pada lubang tambang BMK-35. Berdasarkan perhitungan, Dari hasil pengolahan dengan Psychrometric chart untuk temperatur efektif dari tanggal 2-5 Oktober 2017, dengan kecepatan udara 2,51 m/s dan 4,69 m/s di bagian conopy 18,0%-23,0%, percabangan 20,5%- 23,7% dan front kerja 22,1%-24,9% yang terdiri dari pagi dan siang hari dikatakan baik karena diatas NAB KEPMEN 555k yaitu 18-24 ) dan kelembaban relatif 73,0%-99,4%. Dari hasil metode perhitungan manual pada tambang bawah tanah CV. Bara Mitra Kencana sistem ventilasi dari luas penampang terowongan dan kecepatan aliran udara. Hasil dari perhitungan kecepatan udara yang diukur menggunakan annemometer yaitu 2,51 m/s pada percabangan maka kuantitasnya 0,251 m3/s dan 4,69 m/s pada front kerja maka kuantitasnya 0,469 m3/s jadi total kuantitas udara yang masuk yaitu 0,72 m3/s. pada tambang bawah tanah khususnya BMK-35 di dalamnya terdapat 3 pekerja (0,10 m3/s) dan untuk mendilusi gas methan 0,15 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada pada tambang bawah tanah, yaitu atas kandungan oksigen minimum 19,5% dan oksigen di front kerja yaitu 20,2%- 20,9% yang belum melewati NAB dikatakan baik menurut KEPMEN 555K-1995 dan kualitas gas pengotor lain sepeti CO2, H2S dan CH4 yaitu 0% sesuai pengukuran dilapangan menggunakan alat gas detector.

Analisis Kuantitas dan Kualitas Udara pada Kegiatan Penambangan Batubara Bawah Tanah Front Kerja Lubang Bukaan Tambang BMK35 CV. Bara Mitra Kencana Job Site Tanah Kuning Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada tambang batubara CV. Bara Mitra Kencana berdasarkan survey awal peneliti mendapatkan robeknya duct/host dilubang tambang BMK-35, yang mengakibatkan ventilasi memiliki kehilangan sirkulasi udara. Dari kondisi tersebut ada beberapa robekan berukuran 6 cm diperjalan masuk lubang tambang, 13 cm dan 20 cm dipercabangan, sehingga berkurangnya kuantitas udara khususnya pada lubang tambang BMK-35. Berdasarkan perhitungan, Dari hasil pengolahan dengan Psychrometric chart untuk temperatur efektif dari tanggal 2-5 Oktober 2017, dengan kecepatan udara 2,51 m/s dan 4,69 m/s di bagian conopy 18,0%-23,0%, percabangan 20,5%- 23,7% dan front kerja 22,1%-24,9% yang terdiri dari pagi dan siang hari dikatakan baik karena diatas NAB KEPMEN 555k yaitu 18-24 ) dan kelembaban relatif 73,0%-99,4%. Dari hasil metode perhitungan manual pada tambang bawah tanah CV. Bara Mitra Kencana sistem ventilasi dari luas penampang terowongan dan kecepatan aliran udara. Hasil dari perhitungan kecepatan udara yang diukur menggunakan annemometer yaitu 2,51 m/s pada percabangan maka kuantitasnya 0,251 m3/s dan 4,69 m/s pada front kerja maka kuantitasnya 0,469 m3/s jadi total kuantitas udara yang masuk yaitu 0,72 m3/s. pada tambang bawah tanah khususnya BMK-35 di dalamnya terdapat 3 pekerja (0,10 m3/s) dan untuk mendilusi gas methan 0,15 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada pada tambang bawah tanah, yaitu atas kandungan oksigen minimum 19,5% dan oksigen di front kerja yaitu 20,2%- 20,9% yang belum melewati NAB dikatakan baik menurut KEPMEN 555K-1995 dan kualitas gas pengotor lain sepeti CO2, H2S dan CH4 yaitu 0% sesuai pengukuran dilapangan menggunakan alat gas detector.