Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.848 karya publik ditemukan.

2026: 1072025: 1302024: 2962023: 702022: 2302021: 902020: 942019: 5882018: 682017: 892016: 75

Dasar Analisa Perancangan Sistem Informasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang ada pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi untuk mengambil keputusan atau mengendalikan informasi (Syarif, 2009). DSS (Decision Support System) adalah sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end user. Perkembangan sistem informasi sekarang sangat cepat dan pesat, tidak sedikit yang menggunakan sistem informasi untuk membantu kemudahan dalam bekerja.

Buku Ajar Analisa perancangan sistem Informasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Analisa perancangan sistem Informasi adalah sebuah tahapan yang pertama kali dilakukan ketika ingin merancang atau mengembangkan sebuah sistem. Dalam melakukan perancangan sistem banyak metode metode yang bisa di pakai, sesuai dengan masalah yang akan diselesaikan. Buku ini dapat digunakan untuk mempelajari materi tentang Analisa Perancangan Sistem Informasi (APSI), dalam buku ini di bahas beberapa meteri dasar seperti konsep dasar sistem, konser dasar Informasi, metodologi pengembangan sistem Informasi dan pemodelan perangkat lunak.

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Analisis dan Perancangan Sistem Informasi menyajikan pendekatan yang sistematik dan terstruktur dalam membahas seluruh aspek yang terkait dengan analisis dan perancangan sistem informasi. Buku ini terbagi dalam beberapa bab yang mencakup topik-topik utama mulai dari konsep dasar sistem informasi, pengambilan keputusan, metodologi pengembangan sistem, hingga pemodelan proses dan data. Pada bab pertama, pembaca akan diperkenalkan dengan definisi dan komponen-komponen sistem informasi, serta peranannya dalam organisasi dan dalam mendukung pengambilan keputusan. Bab selanjutnya membahas metodologi pengembangan sistem informasi, termasuk berbagai metode seperti Waterfall, Prototyping, Agile, dan Extreme Programming (XP), yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan proyek. Buku ini juga mengupas tentang teknik-teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem, seperti pengumpulan informasi dan analisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional. Selain itu, berbagai teknik pemodelan yang digunakan dalam perancangan sistem, seperti Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD), juga dijelaskan secara mendalam. Untuk mendukung implementasi sistem informasi, buku ini menyediakan panduan dalam membangun basis data menggunakan Microsoft Access, serta membahas arsitektur sistem informasi dan desain antarmuka pengguna yang intuitif. Manajemen proyek TI dan pengujian sistem juga mendapatkan perhatian khusus dalam buku ini, dengan memberikan penjelasan tentang bagaimana merencanakan, mengelola risiko, serta mengevaluasi keberhasilan proyek TI. Secara keseluruhan, buku ini memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang proses analisis, perancangan, pengembangan, dan implementasi sistem informasi, dengan fokus pada penerapan praktis dan solusi teknologi yang tepat guna dalam berbagai jenis organisasi.

Perancangan Hammer Mill Menggunakan Metode VDI 2221 (Verein Deutcher Ingenieure)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hammer Mill merupakan jenis penepung yang digunakan untuk penepung biji-bijian. Saat ini ada beberapa masalah yang dihadapi konsumen yaitu Hammer Mill dapat menimbulkan polusi debu, Hammer Mill cukup panas saat dioperasikan dan Hammer Mill yang ada pada pasaran memiliki dimensi ukuran 140x70x120 cm yang terlalu rendah menyebabkan pengguna dari tersebut membungkuk sehingga kurang nyaman dioperasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang Hammer Mill dan mengetahui biaya yang digunakan untuk merancangan Hammeri Mill. Metode yang digunakan yaitu metode VDI 2221 (Verein Deutscher Ingenieure). Hasil dari penelitian ini yaitu perancangan Hammer Mill yang dilakukan mendapatkan alternatif yang dipilih yaitu alternatif pertama A1, B1, C2, D1, E3, F1, G1. Dengan penjelasan variasi yaitu A1 rangka alat menggunakan model yang pertama, B1 rangka material menggunakan besi hollow, C2 sistem penggerak menggunakan motor listrik, D1mata pisau menggunakan model mata pisau yang pertama, E3 mur & baut yang digunakan yaitu model baut hex nut & hex bolt, F1 saluran masuk yang digunakan model pertama, G1 casing pelindung menggunakan plat besi dan biaya pembuatan sebesar Rp 981.900.

Optimaliasasi Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada PT. Surya Anugrah Sejahtera

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT. Surya Anugrah Sejahtera merupakan salah satu perusahaan batubara yang terletak di Desa Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. PT. Surya Anugrah Sejahtera melalui proses penambangan dengan mengupas tanah penutup dan penambangan batubara menggunakan 1 alat gali muat excavator Doosan 500 LCV dan 6 alat angkut mitsubishi fuso 220PS. Produksi yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 38.500 bcm/bulan dan produksi nyata yang tercapai sebesar 34.000 bcm/bulan, hal ini terjadi karena kelalaian operator seperti terlambat masuk kerja, berhenti bekerja sebelum waktu istirahat, terlambat bekerja setelah waktu istirahat, berhenti bekerja sebelum waktu pulang, keperluan operator dan persiapan alat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hambatan yang mengakibatkan produksi tidak tercapai menggunakan metode overall equipment effectiveness. Berdasarkan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dan sekunder, selanjutnya dilakukan perbaikan dengan simulasi pengurangan terhadap hambatan yang dapat dihindari. Produksi aktual untuk alat gali muat menggunakan metode OEE sebesar 34.325,85 bcm/bulan dengan nilai OEE sebesar 49% dan alat angkut sebesar 33.082,86 bcm/bulan dengan nilai OEE 51%. Setelah dilakukan perbaikan didapatkan produksi alat gali muat sebesar 54.437,16 bcm/bulan dengan nilai OEE 62% dan alat angkut sebesar 53.591,04 bcm/bulan dengan nilai OEE 65%, sedangkan menurut Nakajima standar OEE kelas dunia adalah 85%, sehingga masih perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap nilai OEE.

Implementasi Metode Multyfactor Evalution Process (MFEP) dalam Pemilihan Calon Kandidat Culture Agent (CA) PT Bank Rakyat Indonesia Branch Office Lubuk Sikaping Menggunakan Bahasa Pemrograman Bahasa Visual Basic 2010 dan Database My Sql

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT Bank Rakyat Indonesia Branch Office Lubuk Sikaping merupakan salah satu perbankan milik Negara dibawah binaan Regional Office Padang yang berada di Kabupaten Pasaman. Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan budaya kerja BRI dan Implementasi BRI One Culture di unit kerja, maka di perlukan peran aktif dari Culture Agent (CA) untuk menjadi rool model dalam internalisasi nilai-nilai budaya kerja BRI, seiring dengan kebutuhan regenerasi Culture Agent (CA), diperlukan adanya kepengurusan agar semua bisa berjalan dengan baik. Maka dari itu dibutuhkan kariawan yang berkualitas yang sesuai dengan kriteria untuk dapat menjalani dan mendukung kegiatan-kegiatan pada Bank BRI. Dari penelitian ini, dirancang aplikasi sistem keputusan untuk membantu menyeleksi kariawan calon Ketua Culture Agent (CA) menggunakan basis komputerisasi. Sistem Pendukung Keputusan dijadikan alternatif aplikasi sistem pemilihan Culture Agent (CA). Sistem ini membantu membuat membuat keputusan suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sistem dibuat lebih fleksibel, interaktif dan mudah disesuaikan untuk mendukung penyelesaian suatu masalah dan pengambilan keputusan. Sistem pendukung keputusan ini yang digunakan adalah metode MFEP. Metode MFEP (Multifactor Evaluation Process) merupakan metode pengambilan keputusan berdasarkan data kriteria yang telah diberi bobot pada masing-masing kriteria yang sudah diurutkan dari kriteria terpenting. Setelah itu nilai diinput untuk setiap faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dari data-data yang diproses. Metode pengambilan keputusan mendapatkan hasil output penelitian, Hasil nilai evaluation factor seluruh kandidat kariawan, Laporan hasil keputusan untuk calon ketua CAP BRI Lubuk Sikaping seleksi dari nilai perhitungan yang tertinggi, untuk menentukan petugas Cultute Agent (CA) sesuai dengan kriteria secara terpusat pada system serta dapat di arsipkan sebagai laporan.

Analisis Kelayakan Investasi Perluasan Wilayah Pertambangan PT Allied Indo Coal Jaya di Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Parambahan, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Pada tahun 2024, perusahaan melakukan ekspansi wilayah tambang seluas 248,3 Ha tanpa kajian kelayakan finansial yang komprehensif. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi dalam proyek penambangan ini dengan menghitung nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP) menggunakan metode kuantitatif berdasarkan data sekunder. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa proyek ini layak secara finansial dengan NPV positif sebesar Rp 665.789.885.565, IRR sebesar 19%, dan PP selama 4 tahun, yang menunjukkan bahwa investasi dapat kembali dalam waktu yang relatif cepat. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa harga jual dan biaya produksi memiliki pengaruh signifikan terhadap kelayakan investasi proyek ini. Kenaikan harga jual sebesar 5% hingga 15% meningkatkan NPV dari Rp 804.059.969.379 hingga Rp 1.093.952.883.152, IRR dari 23,71% hingga 31,27%, serta memperpendek PP dari 3,59 tahun menjadi 2,93 tahun. Sebaliknya, penurunan harga jual sebesar 5% hingga 15% menurunkan NPV hingga Rp 224.274.141.832, IRR turun hingga 6,33%, dan PP meningkat menjadi 6,64 tahun. Sementara itu, peningkatan biaya produksi sebesar 5% hingga 15% menyebabkan penurunan NPV dari Rp 520.686.817.547 menjadi Rp 243.833.427.658, IRR turun dari 15,76% menjadi 7,00%, dan PP semakin panjang dari 4,87 tahun hingga 6,46 tahun. Sebaliknya, penurunan biaya produksi sebesar 5% hingga 15% meningkatkan NPV dari Rp 797.540.207.437 menjadi Rp 1.074.393.597.326, meningkatkan IRR dari 23,54% hingga 30,78%, serta memperpendek PP dari 3,73 tahun menjadi 3,03 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek ekspansi tambang ini layak secara finansial, namun sangat sensitif terhadap fluktuasi harga jual dan biaya produksi