Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

st

235 karya publik ditemukan.

2026: 172025: 222024: 362023: 72022: 372021: 92020: 92019: 742018: 72017: 82016: 8

Evaluasi Sistem Jarigan Distribusi Air Bersih PDAM Kota Padang Menggunakan Epanet 2.0 (Studi Kasus di Komplek Cendana Kelurahan Mata Air)

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perusahaan Daerah Air Minum Kota Padang merupakan unit pengelola sistem penyediaan air minum. Permasalahan saat ini masyarakat di Kelurahan Mata Air sering mengeluhkan ketersediaan aliran PDAM pada saat jam puncak, Untuk itu perlu diketahui kebutuhan air bersih masyarakat di Kelurahan Mata Air saat ini dengan tingkat pelayanan 100 persen di tahun 2022 serta mengevaluasi sistem jaringan distribusi air bersih yang ada di Kelurahan Mata Air menggunakan Epanet versi 2.0 dan pengembangannya. Dari hasil simulasi epanet 2.0, kondisi jaringan distribusi di Kelurahan Mata Air pada kondisi 100 persen pelayanan, jaringan distribusi air bersih nilai tekannya yang rendah pada titik 46 di daerah Jalan Koto Baru dan untuk nilai kecepatan yang rendah terdapat pada pipa 25 yaitu di Jalan Gando Permata Blok A serta pada tahun 2022 tekanan jaringan distribusi air bersih yang rendah pada titik 43 di daerah Gang Manggis dan untuk nilai kecepatan yang rendah terdapat pada pipa 44 yaitu didaerah Jalan Koto Baru. kebutuhan air bersih masyarakat Kelurahan Mata Air pada kondisi 100 persen pelayanan adalah 62,30 liter/detik, dan pada tahun 2022 adalah 164,49 liter/detik.

Perencanaan Desain PIT Utara Tambang Terbuka Batubara PT. Bara Prima Pratama, Site Batu Ampar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT. Bara Prima Pratama adalah salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang pertambangan. Akan merencanakan penambangan di pit utara dengan perhitungan cadangan menggunakan metode poligon didapatkan nilai volume overburden 6.043.350,02m3, volume batubara 258.450,82m3, tonase batubara 335.986,06 ton dan striping ratio 1:17,98. Selanjutnya pembuatan desain pitdidapatkan volume overburden 4.711.754m3, volume batubara 256.325m3, tonase batubara 333.222 ton, dan striping ratio 1:14,13. Berdasarkan target produksi yang ditetapkan perusahaan untuk penambangan di pit utara didapatkan umur tambang selama 24 bulan atau 2 tahun untuk itu lakukan pembuatan sequence atau tahap penambangan. Pada sequence pertama dengan luas area bukaan 62.607,132 m2, volume overburden 1.196.069 m3, volume batubara 64.102m3, tonase batubara 83.332,6 ton dan striping ratio 1:14,3, sequence kedua dengan luas area 70.279,945 m2didapatkan volume over burden 1.168.016 m3, volume batubara 64.081 m3, tonase batubara 83.305,3 ton dan nilai striping ratio 1:14, sequence ketiga dengan luas area 64.639,275 m2 didapatkan volume over burden 1.172.747 m3, volume batubara 64.055 m3, tonase batubara 83.271,5 ton dan nilai striping ratio 1:14, dan sequence keempat didapatkan dengan luas area 66.640,47m2 volume over burden 1.174.781 m3, volume batubara 64.072 m3, tonase 83.293,6 ton dan nilai striping ratio 1:14,1, dan total luas area bukaan adalah 264.166,822m2

Analisis Biaya Operasional Penambangan Pada PT. Atika Tunggal Mandiri di Jorong Lubuk Jantan, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT. Atika Tunggal Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, yang lokasi Izin Usaha Penambangan operasi produksi batu Andesit dengan luas wilayah yang akan dilakukan usaha pertambangan ±99.50 hektar. Pada bulan Agustus tahun 2018 PT. Atika Tunggal Mandiri membuka pit ke 2, setelah dilakukan pengolahan data menggunakan software surpac 6.3.2 diketahui jumlah overburden di pit 2 pada PT. Atika Tunggal Mandiri sebanyak 174.232 ton/m3 dan volume batu Andesit yang dapat ditambang adalah 1.148.048 ton/m3, sehingga lama waktu penggalian berdasarkan kemampuan produktivitas alat berat yang digunakan adalah 5 bulan untuk pengupasan overburden dan 3 tahun untuk penggalian batu Andesit. Dalam perhitungan ekonomi biaya-biaya yang diperlukan dalam kegiatan penambangan secara umum yaitu biaya sewa alat, biaya perbaikan alat, dan biaya tenaga kerja dihitung terpisah dengan biaya overhead. Metode Full costing adalah metode penentuan harga pokok produk dengan memasukkan seluruh komponen biaya produksi sebagai unsur harga pokok yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik tetap. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Full Costing didapatkan biaya operasional penambangan yang dikeluarkan di pit 2 pada PT. Atika Tunggal Mandiri setiap bulannya adalah Rp 887.008.000,-/bulan, sehingga didapatkan total biaya produksi Rp 1.395.376.929,- dan harga pokok batu Andesit adalah Rp 39.867,912,-/ton dengan target produksi 35.000 ton/bulan.

Analisis SWOT Pendidikan dan Latihan Avsec di Trust Aviation Training Center

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai Analisis SWOT Pendidikan dan Latihan Avsec di Trust Aviation Training Center. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan untuk mengetahui analisis SWOT pendidikan dan latihan avsec angkatan ke 46 di Trust Aviation Training Center dengan cara menganalisis faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dengan matriks EFAS dan IFAS. Matriks EFAS (External Factor Analysis Summary) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa peluang dan ancaman yang dihadapi. Matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui total nilai tertimbang matriks IFAS sebesar 3,432. Total nilai tertimbang EFAS pengunjung sebesar 3,374. Faktor internal yang dimiliki yaitu Tenaga kependidikan dan staf adminstrasi Ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas sarana prasarana (lingkungan belajar), Program pelatihan dan pengembangan IPTEK, Lokasi tempat lembaga pendidikan berada Kurangnya pengetahuan sosialisasi lembaga pendidikan. Lulusan yang kurang berkompeten, Kuota penerimaan siswa yang terbatas, Masih sulitnya pelaksanaan ujian negara AVSEC yang dilaksanakan oleh DIKAMPEN dan Perlengkapan pelatihan simulasi belum optimal Sedangkan faktor eksternal yaitu lulusan terbaik akan mengikuti DIK-LAT yang dibiayai negara, Mengikuti pelatihan ICAO (Institude civil aviation organization), dan Membantu pemerintah untuk menghasilkan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas

Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Berbasis Android Menggunakan Metode Forward Chaining Studi Kasus Pada PT. Tidar Kerinci Agung

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara agraris dan pertanian merupakan salah satu faktor perekonomian Indonesia. Saat ini sektor pertanian masih memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga di Indonesia. Pada tahun 2013 sektor petanian menyumbang 14,43% PDB nasional, sedikit mengalami penurunan dibandingkan satu dekade sebelumnya (2003) yang mencapai 15,19% pada tahun 2012, sektor ini menyediakan lapangan pekerjaan untuk sekitar 49 juta penduduk di Indonesia yang mewakili 41% total angkatan kerja. Salah satu dari sektor pertanian yang sering di jumpai ialah tanaman kelapa sawit (Elaeis guinensis) adalah tumbuhan penting penghasil minyak masak, minyak industri maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan yang sangat besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Salah satu faktor yang mempengaruhi atau dapat mengurangi pertumbuhan kelapa sawit dan produktivitasnya kelapa sawit adalah adanya penyakit tanaman yang bisa dari gejala-gejala fisik seperti daun, batang, akar, maupun dari buah sawit yang dihasilkan. Hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat membuat gagalnya panen pada tanaman kelapa sawit atau kurangnya nilai mutu pada buah kelapa sawit. Pendiagnosaan terhadap penyakit pada tanaman kelapa sawit memang harus dilakukan secara cepat dan seakurat mungkin, dikarenakan penyakit tanaman kalapa sawit dapat dengan cepat menyerang dan menyebar ke tanaman lain disekitarnya. Dengan menggunakan sistem pakar dalam melakukan pendianosaan yang menggunakan metode Fordward Chaining di Android akan pendiagnosaan akan lebih cepat dengan menggunakan Aplikasi InVentor maka pembuatan aplikasi sistem pakar dapat dilakukan dengan cepat, karna aplikasi tersebut bisa digunkan di komputer dengan spek yang rendah. Dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu petani untuk melakukan pendiagnosaan awal dan menambah pengetahuan petani tentang penyakit kelapa sawit.

Evaluasi Dampak Lingkungan Pada Proses Produksi Air Minum dalam Kemesan (AMDK) Ayia dengan Metode Life Cycle Assesment (LCA)

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT Gunung Naga Mas merupakan salah satu industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Sumatera Barat dengan merek dagang AYIA. Industri yang terus berkembang akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Kajian LCA dibutuhkan untuk melihat seberapa besar dampak yang dihasilkan oleh suatu industri dan dapat dijadikan dasar perbaikan untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan. LCA terdiri dari empat tahapan utama, yaitu penentuan definisi dan ruang lingkup (Goal and Scope Definition), analisis persediaan (inventory analysis, penilaian dampak (impact assessment), dan interpretasi (interpretation). Analisis LCA dilakukan menggunakan software SimaPro 8. Kajian LCA dilakukan pada proses pembuatan gulungan plastik, pembuatan gelas AMDK, proses pengisian dan proses pengemasan. Kategori dampak yang dihasilkan yaitu global warming, ozone depletion, dan human toxicity air. Berdasarkan analisis kontribusi, dampak terbesar yang dihasilkan yaitu human toxicity air, dengan besaran dampak sebesar 6112 kg CO2eq. Hasil analisis komparasi menunjukkan proses pembuatan gulungan plastik menghasilkan dampak yang paling besar yaitu 1,01548 mPt. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi konsumsi listrik yang digunakan, terutama pada proses pengemasan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi panjang belt konveyor yang digunakan dari area pengisian menuju area pengemasan.