Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: evaluasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Desain, Simulasi dan Evaluasi Hydraulic Fracturing dengan Simulator MFRAC pada Sumur KR-X Struktur Limau PT. Pertamina Hulu Rokan Field Limau

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bukitapit Bumi Persada merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang oil well service. Pada sumur KR-X seharusnya berproduksi sebesar 200 BOPD, tetapi yang terjadi dilapangan produksinya hanya 30 BOPD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis produksi sebelum dan setelah dilakukan hydraulic fracturing. Berdasarkan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dan data sekunder, selanjutnya akan dilakukan perhitungan dalam pelaksanaan hydraulic fracturing. Dimana sebelum dilakukan hydraulic fracturing didapatkan permeabilitas formasi yang relatif kecil yaitu 8 mD dengan skin faktornya +11. Setelah dilakukan hydraulic fracturing didapatkan perhitungan manual hasil permeabilitas rekahan sebesar 781,55 mD dan nilai permeabilitas rata-rata sebesar 35,5 mD dengan productivity index sebesar 3,28 kali. Sedangkan untuk produksi yang didapatkan setelah dilakukan hydraulic fracturing sebesar 94,5 BOPD.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Ketidaktercapaian Target Produksi Overburden pada Bulan Agustus 2021 di Pit Central PT. Saptaindra Sejati Jobsite PT. Adaro Indonesia

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Target produksi overburden di pit Central PT Saptaindra Sejati jobsite PT Adaro Indonesia pada bulan Agustus 2021 sebesar 3.735.000 BCM/bulan sedangkan produksi aktual belum terpenuhi dimana hanya mencapai angka 2.858.496 BCM atau hanya 77% saja. Tujuan penelitian adalah menganalisis produktivitas aktual, menganalisis faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi, dan menganalisis produksi dengan metode overall equipment effectiveness (OEE). Data primer pada penelitian meliputi waktu edar alat muat dan alat angkut serta waktu kerja efektif, sedangkan data sekunder meliputi target produksi overburden pada bulan Agustus 2021, jadwal kerja, spesifikasi alat muat dan alat angkut, peta loaksi perusahaan, peta wilayah PKP2B, dan peta geologi. Penelitian mengamati 3 fleet yang berada di Pit Central PT. Saptaindra Sejati. Untuk target produksi pada fleet I sebesar 695.000 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 485.000 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 345.000 BCM/bulan. Dengan hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas aktual pengupasan overburden pada fleet I sebesar 627.459,40 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 451.527,95 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 296.035,04 BCM/bulan. Metode perhitungan produksi menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE). Faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi adalah rendahnya efisiensi kerja alat muat dan angkut, pola pemuatan yang diterpakan, waktu edar (cycle time) alat muat dan alat angkut, efisiensi kerja, dan nilai keserasian alat (match factor). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target produksi yaitu dengan cara meningkatkan waktu kerja efektif dengan menekan waktu hambatan yang dapat dihindari, dan mengubah pola pemuatan dengan metode double side loading guna untuk menghilangkan waktu spotting time pada alat angkut. Sehingga produksinya tercapai dengan hasil produksi pada fleet I sebesar 750.388,74 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 536.239,18 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 366.310,19 BCM/bulan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Penetralan pH Air Asam Tambang di PIT 1 Timur Banko Barat PT. Bukit Asam Tbk. Tanjung Enim Sumatera Selatan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bukit Asam Tbk, sebagai salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia yang beroperasi di Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, menggunakan sistem penambangan terbuka (surface mining) dimana pada setiap kegiatan penambangan memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar, salah satunya yaitu adanya air asam tambang (Acid Mine Drainage). Air dari tambang yang mengandung logam berat serta pH yang rendah, menyebabkan penurunan pH air sehingga dapat mencemari sungai dan berbahaya terhadap makhluk hidup disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penetralan pH air asam tambang pada KPL Pit 1 Timur Banko Barat serta menganalisis kebutuhan dosis kapur tohor (CaO) yang sesuai untuk menetralkan pH air asam tambang dan merancang penyebaran kapur tohor (CaO) pada KPL Pit 1 Timur Banko Barat. Untuk mengatasi permasalahan Air Asam Tambang, PT. Bukit Asam Tbk. memanfaatkan kapur tohor (CaO) sebagai bahan penetral air asam tambang dengan kecepatan pada saluran terbuka menuju mud trap sebesar 0,235m/s, menggunakan dosis kapur tohor (CaO) sebesar 0,4638 gr/l atau 155 karung/hari yang dilarutkan di 4 titik lokasi penebaran kapur tohor (CaO) dimana setiap titik nya dilakukan pengapuran sebanyak 39 karung/titik yang akan menaikan pH sebesar 0,6812. Sehingga nilai pH air asam tambang yang keluar pada titik penaatan sesuai dengan baku mutu lingkungan (6-9).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pemanfaatan Energi Listrik di Dinas X Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Sebagai Upaya Pelaksanaan Konservasi Energi

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penghematan pemakaian energi listrik sangat perlu dilakukan karena keterbatasan ketersediaan sumber energi listrik yang banyak digunakan sekarang. Dinas X merupakan salah satu instansi pemerintah yang menggunakan energi listrik harus melakukan penghematan pemanfaatan energi listrik tersebut sebagai salah satu upaya konservasi energi. Tujuan penelitian adalah mengetahui Nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada pemakaian tahun 2019 dan mengevaluasi pemanfaatan energi listriknya. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan kuisioner dan observasi terhadap tiga aspek pemanfaaatannya, yaitu cahaya, udara dan peralatan pendukung. Sampling responden dikumpulkan dengan teknik sampling purposif. Penelitian ini menghasilkan nilai IKE gedung Dinas X pada tahun 2019, tertinggi di bulan Februari 7,85 kWh/m2, dan terendah di bulan Juli 6,26 kWh/m2, dan rata-rata IKE tahun 2019 adalah 7,09 kWh/m2. Berdasarkan nilai Standar IKE maka Nilai IKE Dinas X termasuk sangat efisien, karena nilai perolehannya 8,5. Hasil evaluasi penghematan energi gedung Dinas X dikelompokkan dalam kategori hemat, idealnya pemanfaatan energi listrik di gedung Dinas X adalah sangat hemat.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecamatan Lubuk Kilangan yang terletak dipinggir Kota Padang dengan luas wilayah 85,99 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 54.525 jiwa pada tahun 2016. Dengan kondisi wilayah yang cukup jauh, tentu dalm proses pengelolaan sampah akan menjadi terkendala. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya sampah yang menumpuk di sumber maupun di TPS yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan. Agar permasalahn ini tidak berlangsung lama, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi dari sistem pengelolaan sampah yang ada di kecamatan Lubuk Kilangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan dimulai dari pewadahan, pemilahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan serta bentuk serta masyarakat dalam meminimalisir timbulan sampah di wilayah ini. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan tujuan dapat mendeskripsikan fenomena yang terjadi. Hasil dari penelitian ini adalah dengan asumsi data timbulan sampah domestik sebesar 2,64 l/o/h berdasarkan wilayah pinggiran serta data timbulan sampah komersil sebesar 3,11 l/o/h dan sampah institusi sebesar 1,37 lo/h. Dari data tersebut didapatkan debit timbulan sampah domestik Kecamatan Lubuk Kilangan sebesar 143,96 m3/hr, sampah komersil 0,19 m3/hr dan sampah institusi 14,35 m3/hr dengan total debit timbulan sampah sebesar 158,50 m3/hr yang baru mencapai pelayan 60%. Agar semua sampah yang dihasilkan di Kecamatan Lubuk Kilangan dapat terkelola dengan baik maka perlu penambahan sarana prasarana seperti becak motor yang sebelumnya hanya tersedia 12 unit becak motor menjadi 79 unit dengan volume 1 m3, serta perlu dilakukan penambahan kontainer sampah yang sebelumnya hanya tersedia 6 kontainer menjadi 26 kontainer bermuatan 6 m3 serta penataan ulang titik penempatan TPS dan pembentukan TPST dengan harapan pelayanan akan lebih menjadi intensif diseluruhwilayah yaitu meningkat menjadi 80%. Namun penambahan sarana prasarana yang cukup banyak tentu akan membutuhkan biaya yang banyak juga, maka dari itu perlunya peran serta masyarakat untuk dapat meminimalisir sampah yang dihasilkan seperti melakukan pemilahan sampah terlebih dahulu di sumber, melakukan daur ulang dari sampah organik dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang masih bisa digunakan untuk pembuatan pupuk kompos, pakan ternak, pupuk cair serta masih banyak penanganan yang dapat dilakukan sehingga dapat menutupi keterbatasan ketersediaan sarana prasarana di Kecamatan lubuk Kilangan. Dari komposisi sampah kota padang wilayah pinggiran kota dimana sampah organik sebesar 97,77% dan anorganik 2,23% sehingga didapatkan Komposisi sampah makanan sebesar 69,96%, sampah plastik sebesar 11,84%, kertas sebesar 7,39%, sampah halaman 6,67%, sampah tekstil sebesar 0,62%, sampah kulit sebesar 0,15%, sampah karet sebesar 0,83%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail