ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil pengamatan air asam tambang yang ada di KUD Sinamar Sakato terdapatnya air yang berada pada kolam pengendapan memiliki pH sebesar 5,2 selain itu juga terdapat adanya adanya air limbah keruh berwarna kecoklatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas air asam tambang setelah penambahan dosis campuran tawas dan kapur tohor, menganalisis jumlah kebutuhan dosis campuran tawas dan kapur tohor dan biaya yang dibutuhkan untuk menetralkan air asam tambang. Data primer yang dibutuhkan adalah pH air, nilai TDS. Kualitas air asam tambang setelah penambahan dosis campuran tawas dan kapur tohor pada KUD Sinamar Sakato telah memenuhi baku mutu lingkungan untuk pH dan TSS dengan dosis campuran 0,25 g/l kapur tohor ditambah 0,5 g/l tawas. Jumlah kebutuhan untuk menetralkan air asam tambang untuk dosis skala lapangan dibutuhkan campuran tawas sebanyak 79,92 kg ditambah 399,6 kg kapur tohor per hari. Biaya yang dibutuhkan dalam menetralkan air asam tambang dengan dosis campuran tawas dan kapur tohor untuk 1 hari dengan total Rp 4.075.920.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan air asam tambang dapat dilakukan dengan pengolahan aktif dan pengolahan pasif. Pengelolaan air asam tambang di PT. Bara Prima Pratama dilakukan dengan system metode aktif yaitu dengan pengapuran. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh komposisi campuran fly ash dan kapur tohor terhadap parameter pH air asam tambang dan menganalisis penggunaan fly ash dan kapur tohor terhadap parameter TSS pada penetralan air asam tambang. Proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode eksperiment dengan penambahan koagulan fly ash dan kapur tohor dosis 0,003 g/l, 0,27 g/l dangan dosis keseluruhan 0,30gr. penambahan fly ash dan kapur tohor dengan dosis 0,006 g/l, 0,24 g/l dangan dosis keseluruhan 0,30 g/l. Dari hasil penelitian ini fly ash, kapur tohor tidak berpengaruh besar terhadap perubahan sedangkan kapur Tohor dapat meningkatkan nilai pH dangan cepat. Pengaruh komposisi campuran fly ash dan kapur tohor terhadap pH setelah penetralan memiliki kolerasi nilai R2 = 0,7752 (77,52%) adalah nilai yang sangat kuat, dengan dosis 0,30 gr pada percobaan ke 1(10:90), percobaan ke 2 (20:80), percobaan ke 3(30:70). Pengaruh komposisi campuran fly ash dan kapur tohor terhadap TSS setelah penetralan memiliki kolerasi nilai R2 = = 0,7449 (74,49%) adalah nilai yang sangat kuat, dengan dosis 0,30 gr pada setiap percobaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bukit Asam Tbk, sebagai salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia yang beroperasi di Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, menggunakan sistem penambangan terbuka (surface mining) dimana pada setiap kegiatan penambangan memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar, salah satunya yaitu adanya air asam tambang (Acid Mine Drainage). Air dari tambang yang mengandung logam berat serta pH yang rendah, menyebabkan penurunan pH air sehingga dapat mencemari sungai dan berbahaya terhadap makhluk hidup disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penetralan pH air asam tambang pada KPL Pit 1 Timur Banko Barat serta menganalisis kebutuhan dosis kapur tohor (CaO) yang sesuai untuk menetralkan pH air asam tambang dan merancang penyebaran kapur tohor (CaO) pada KPL Pit 1 Timur Banko Barat. Untuk mengatasi permasalahan Air Asam Tambang, PT. Bukit Asam Tbk. memanfaatkan kapur tohor (CaO) sebagai bahan penetral air asam tambang dengan kecepatan pada saluran terbuka menuju mud trap sebesar 0,235m/s, menggunakan dosis kapur tohor (CaO) sebesar 0,4638 gr/l atau 155 karung/hari yang dilarutkan di 4 titik lokasi penebaran kapur tohor (CaO) dimana setiap titik nya dilakukan pengapuran sebanyak 39 karung/titik yang akan menaikan pH sebesar 0,6812. Sehingga nilai pH air asam tambang yang keluar pada titik penaatan sesuai dengan baku mutu lingkungan (6-9).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan air asam tambang dapat dilakukan dengan pengolahan aktif dan pengolahan pasif. Pengelolaan air asam tambang di CV. Tahiti Coal dilakukan dengan sistem dewatering dan metode aktif yaitu dengan pengapuran. Pengelolaan air asam tambang dengan metode aktif dapat juga dilakukan dengan menggunakan tawas dan kapur padam. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi kondisi air asam tambang CV.Tahiti Coal sebelum dilakukan pengolahan/penetralan dan menganalisis perbandingan penggunaan tawas dan kapur padam pada penetralan air asam tambang. Proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode titrasi dengan penambahan koagulan tawas dengan dosis 0,010 g/l, 0,015 g/l dan 0,020 g/l dan penambahan koagulan kapur padam dengan dosis 0,005 g/l, 0,010 g/l dan 0,015 g/l. Dari hasil penelitian ini tawas tidak berpengaruh besar terhadap perubahan sedangkan kapur padam dapat meningkatkan nilai pH dan menurunkan kandungan Mn.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Mandiangin Bara Prima merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara yang berdiri pada tahun 2005 dan merupakan salah satu perusahaan yang terletak di Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis kualitas air asam tambang setelah ditambahkan media kapur tohor dan fly ash serta menganalisis jumlah kebutuhan kapur tohor serta fly ash dan biaya yang yang dibutuhkan. Dari hasil penelitan didapatkan Kualitas air asam tambang setelah ditambahkan kapur tohor pH air menjdi basa dengan nilai pH pada inlet 1 sebesar 9,43 dan pada inlet 2 sebesar 9,60. Sedangkan nilai TSS pada inlet 2 sebesar 9556,67 mg/L, sedangkan kadar Fe pada inlet 1 sebesar 4,56 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 135,14 mg/L dan kadar Mn pada inlet 1 sebesar 1,082 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 6,11 mg/L. Dan kualitas air asam tambang setelah ditambahkan fly ash pH air menjadi netral dengan nilai pH pada inlet 1 sebesar 7,87 dan pada inlet 2 sebesar 8,60. Sedangkan nilai TSS pada inlet 2 sebesar 33.5140 mg/L, sedangkan kadar Fe pada inlet 1 sebesar 230,28 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 308,62 mg/L dan kadar Mn pada inlet 1 sebesar 11,29 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 785,09 mg/L. Kebutuhan bahan penetral AAT untuk kapur tohor per bulan sebesar 410,28 Kg/bulan dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 2.052.400,-/bulan dan fly ash sebanyak 2.630,7936 Kg/bulan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha pertambangan di Indonesia memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Namun dibalik dampak positif yang diberikan oleh suatu kegiatan penambangan juga terdapat dampak negatif, salah satunya yaitu masalah air asam tambang. Air asam tambang tersebut bisa menyebabkan pencemaran air sehingga air tersebut mengalami penurunan kualitas sehingga tidak berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Penelitian ini dilakukan di Desa Sikalang yang berjarak 510 m dari lokasi penambangan CV Tahiti Coal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah dan pengaruh air asam tambang terhadap kualitas air tanah di Desa Sikalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji laboratorium untuk mengetahui baku mutu limbah penambangan batubara yang terdapat dalam Kepmen LH No 113 Tahun 2003 dengan menggunakan parameter pH, TSS dan logam berat (Fe dan Mn). Analisa data dalam penelitian menggunakan Metode Indeks Pencemaran yang tercantum dalam Kepmen LH No 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa air tanah yang terdapat di Desa Sikalang dinyatakan memenuhi baku mutu atau tidak tercemar oleh air asam tambang CV Tahiti Coal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu dampak negatif dari proses penambangan adalah timbulnya air asam tambang. Air asam tambang terbentuk dari proses tersingkapnya batuan sulfida yang kaya akan pyrite dan mineral sulfida lainnya yang bereaksi dengan air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai pH air di outlet settling pond PT Jambi Prima Coal dan mendapatkan gambaran dari kualitas sungai Pemusiran. Variabel penelitian yang digunakan adalah pengukuran nilai pH, TSS dan Fe. Pada penelitian ini ada 4 sampel yang akan di uji yaitu sampel 1 outlet, sampel 2 pertemuan air outlet dengan hulu, sampel 3 hulu dan sampel 4 hilir. Nilai pH yang di dapat yaitu sampel 1 5,5, sampel 2 5,89, sampel 3 6,21 dan sampel 4 6,65. Untuk nilai TSS nya didapat sampel 1 730 mg/ liter, sampel 2 480 mg/liter sampel 3 70 mg/liter dan sampel 4 499 mg/ liter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang bagaimana pengaruh membran keramik dalam menetralkan air asam tambang serta pengaruh pasir silika, spon membran, karbon aktif dan membran keramik dan bagaimana perbandingan pH awal dan akhir air asam tambang setelah diolah dengan menggunakan membran keramik berbahan tanah liat lempung, tepung tapioka dan serbuk besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh membran keramik dalam menetralkan air asam tambang dan mengetahui pengaruh pasir silika, spon membran, karbon aktif dan membran keramik juga mengetahui perbandingan pH awal dan pH akhir setelah diolah dengan membran keramik. Metode penelitian yang dilakukan dilaboratorium STTIND padang yaitu metode eksperimen dengan cara melihat ada atau tidaknya membran keramik berpengaruh dalam menetralkan air asam tambang. Variabel waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diukur adalah pH. Dari hasil penelitian untuk komposisi membran (62,267 % tanah lempung : 37,36 % tepung tapioka : 0,374 % serbuk besi) maka didapat hasil akhir dari membran keramik pada sampel 1 pH awal 5,3 dan pH akhir 7,0, sampel 2 pH awal 5,2 dan pH akhir 7,3, sampel 3 pH awal 5,4 dan ph akhir 7,4 dalam waktu endapan 15 s/d 30 menit. Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa membran keramik sangat berpengaruh dalam menetralkan air asam tambang karena didalam membran terdapat daya serap dan daya pengikat logam yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air asam tambang (Acid Mine Drainage) merupakan masalah serius bagi lingkungan. Selain karena pH yang rendah, air asam tambang juga mengandung ion-ion logam berat seperti Fe dan Mn. Pada PT Allied Indo Coal Jaya Sawahlunto Sumatera Barat terdapatnya genangan air pada front penambangan, belum optimalnya pengeloaan kualitas air asam tambang serta belum diketahuinya kandungan logam berat yang terdapat pada front penambangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar logam berat dan pH dengan bantuan media filtrasi dengan menggunakan lima bahan yaitu karbon aktif, sabut kelapa, daun cemara, sekam padi dan pasir sungai. Parameter yang diperiksa adalah pH, Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa semua kadar pH maupun Fe dan Mn mengalami kenaikan dan hanya 1 sampel yang mengalami penurunan yaitu sampel 4 pada pengujian Fe.
Dari hasil pengujianpH tertinggi terdapat pada sampel 2 sebesar 8, sedangkan yang terendah berada pada sampel 1 sebesar 7,48. Untuk kandungan Fe, nilai kandungan tertinggi terdapat pada sampel 2 sebesar 0,37 mg/l dan terendah terdapat pada sampel 3 dan 4 dengan kandungan 0,02 mg/l. Sedangkan untuk Mn yang tertinggi terdapat pada sampel 2 yaitu sebesar 0,91 mg/l dan untuk Mn terendah terdapat pada sampe 4 yaitu sebesar 0,39 mg/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu dampak negatif dari proses penambangan batubara adalah terbentuknya air asam tambang. Timbulnya air asam tambang ini tentu tidak bisa diabaikan begitu saja karena dampaknya yang besar bagi kelestarian lingkungan serta bagi masyarakat sekitar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Permasalahan air asam tambang ini juga dialami oleh KUD Sinamar Sakato yang merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara yang memiliki kadar pH air asam tambang 4-4,9. Angka ini masih di bawah standar baku mutu lingkungan menurut KEPMEN LH No.113 Tahun 2001. Oleh sebab itu untuk mencegah dan mengatasi air asam ini, dilakukanlah proses penetralan terhadap air asam tambang tersebut dengan menggunakan fly ash, cangkang telur dan cangkang siput. Proses netralisasi dilakukan pada skala laboratorium dan uji lapangan pada saluran inlet dan diukur di saluran outlet kolam pengendap lumpur. Dari hasil pengujian laboratorium didapatlah dosis fly ash 55 gr/L, cangkang telur 35 gr/L dan cangkang siput 15 gr/L mampu menetralkan air dengan pH 7,1-7,4 sesuai dengan Baku Mutu Lingkungan. Selain itu dapat diketahui secara ekonomis bahwa proses penetralan dengan menggunakan fly ash lebih efektif dan efisien dibandingkan penggunaan cangkang telur dan cangkang siput, karena fly ash mudah didapatkan dalam skala banyak.