Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Baku mutu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Fly Ash dan Kapur Tohor pada Netralisasi Air Asam Tambang Terhadap Kualitas Air Asam Tambang (TSS, pH, Fe dan Mn) di PT. Mandiangin Bara Prima

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Mandiangin Bara Prima merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara yang berdiri pada tahun 2005 dan merupakan salah satu perusahaan yang terletak di Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis kualitas air asam tambang setelah ditambahkan media kapur tohor dan fly ash serta menganalisis jumlah kebutuhan kapur tohor serta fly ash dan biaya yang yang dibutuhkan. Dari hasil penelitan didapatkan Kualitas air asam tambang setelah ditambahkan kapur tohor pH air menjdi basa dengan nilai pH pada inlet 1 sebesar 9,43 dan pada inlet 2 sebesar 9,60. Sedangkan nilai TSS pada inlet 2 sebesar 9556,67 mg/L, sedangkan kadar Fe pada inlet 1 sebesar 4,56 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 135,14 mg/L dan kadar Mn pada inlet 1 sebesar 1,082 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 6,11 mg/L. Dan kualitas air asam tambang setelah ditambahkan fly ash pH air menjadi netral dengan nilai pH pada inlet 1 sebesar 7,87 dan pada inlet 2 sebesar 8,60. Sedangkan nilai TSS pada inlet 2 sebesar 33.5140 mg/L, sedangkan kadar Fe pada inlet 1 sebesar 230,28 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 308,62 mg/L dan kadar Mn pada inlet 1 sebesar 11,29 mg/L dan pada inlet 2 sebesar 785,09 mg/L. Kebutuhan bahan penetral AAT untuk kapur tohor per bulan sebesar 410,28 Kg/bulan dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 2.052.400,-/bulan dan fly ash sebanyak 2.630,7936 Kg/bulan

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi dan Perancangan Desain Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Payakumbuh

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) Sungai Durian dibangun pada tahun 1997, menggunakan sistem kolam , dengan kapasitas 30.000 m3. Pada saat ini effluent IPLT tidak memenuhi baku mutu PP RI No. 05 tahun 2014. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan untuk parameter BOD dan COD dengan metode volumetri, , TSS menggunakan alat ukur TSS analyzer, didapatkan hasil yang hampir semua dari parameter tersebut tidak memenuhi standar baku mutu air yang ditentukan. Pada studi ini dilakukan evaluasi kondisi eksisting dengan kriteria desain dan rekomendasi, baik dari segi operasi maupun proses untuk setiap unit bangunan agar effluen pengolahan memenuhi baku mutu. Tahapan pengolahan yang dibutuhkan pada unit IPLT ini adalah tangki Imhoff, kolam Anaerobik, kolam An-aerobik II, kolam Fakultatif, kolam Maturasi, dan bak Pengering Lumpur. Dengan perkiraan effluent hasil pengolahan sebesar Nitrogen= 0,03mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, Fosfor = 0,3 mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, BOD = 7,23mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, TSS = 1,75mg/L dengan efisiensi sebesar 90% serta COD = 3,17mg/L dengan efisiensi sebersar 96%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail