EMIDARYATI
2021 · Thesis · Open Access
Kesadaran masyarakat di Kota Padang akan pentingnya pengelolaan sampah untuk mengendalikan pencemaran lingkungan saat ini masih sangat lemah terutama sampah plastik. Banyaknya produsen yang menggunakan kemasan produk berbahan plastik HDPE dan plastik multilayer serta banyaknya masyarakat kota Padang yang masih mengkonsumsi produk tersebut. Sementara proses daur ulang yang dilakukan bank sampah di kota Padang hanya memperlambat masuknya sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi sampah plastik HDPE dengan Multilayer dalam pembuatan papan polimer dan menghitung persentase pengurangan sampah plastik. Sampah plastik HDPE dan Multilayer diolah menjadi papan polimer dengan menggunakan alat hotpress pada suhu 200⁰C. Komposisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90 % HDPE :10 % Multilayer, 92,5 % HDPE:7,5 % Multilayer, 95% HDPE : 5% Multilayer. Dari penelitian ini maka didapatkan hasil yang terbaik pada komposisi 95% HDPE: 5% Multilayer, dimana dapatnya nilai kerapatan dan keteguhan tekan sejajar paling tinggi. Papan polimer yang dihasilkan bisa untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan. Disamping untuk mengurangi beban pencemaran, dengan adanya industri kreatif yang mengolah sampah plastik HDPE dan Multilayer menjadi papan polimer diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
AWALDI PUTRA PRATAMA
2021 · Thesis · Open Access
Tata letak fasilitas produksi merupakan aspek penting pada perancangan manufaktur. Ketidaktepatan merancang jalur-jalur produksi justru akan menimbulkan ketidakrapian dan kebingungan lalulintas aliran produk maupun material, sehingga peningkatan efisiensi dan efektivitas produksi tidak akan pernah tercapai. Pada lokasi penelitian ditemukan permasalahan tata letak fasilitas produksi, yang mana fasilitas yang harusnya berdekatan pada kenyataannya terletak berjauhan. Hal ini menyebabkan meningkatnya ongkos material handling, untuk itu perlu dilakukan relayout tata letak fasilitas produksi guna memperkecil ongkos material handling. Setelah dilakukan penelitian tentang relayout tata letak fasilitas produksi untuk meminimalisasi ongkos material handling, dapat ditarik kesimpulan bahwa ongkos material handling pabrik tahu mengalami penurunan setelah dilakukannya relayout. Ongkos material handling yang awalnya sebesar Rp. 94.785.701,- mengalami penurunan sebesar Rp. 63.765.996,- menjadi sebesar Rp. 31.019.705,-.
ZIATUL IHSAN
2021 · Thesis · Open Access
PT. Surya Global Makmur merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara. PT.Surya Global Makmur adalah menggunakan sistem tambang terbuka (Surface Mining).Sistem penambangannya dengan menggunakan metode Open Pit Mining. Dalam proses penambangan diperlukan suatu sistem penyaliran tambang, untuk mengendalikan air di area penambangan. Permasalahan dalam penambangan yang sering terjadi adalah tergenangnya air di pit, meningkatnya volume air yang terakumulasi pada sump , yang menyebabkan terganggunya aktivitas penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis debit air yang masuk ke pit, menganalisis jumlah pompa yang dibutuhkan, dan mengetahui anggaran biaya operasional pompa. Adapun metode yang digunakan untu menghitung debit air yaitu dengan metode Log Person dan analisa curah hujan dengan metode Mononobe. Pengukuran debit air tanah menggunakan alat survey TS (Total Statoin). Dari hasil pengolahan data didapatkan jumlah debit total yang masuk ke area penambangan pit Timur PT. Surya Global Makmur sebesar 1134,29248 m³/jam yang dipengaruhi curah hujan yang tinggi 5 tahun terakhir sebesar 430 mm, intensitas curah hujan sebesar 39,512 mm/jam dan tangkapan hujan yang luas sebesar 3,13 Ha. Jumlah pompa yang digunakan untuk mengeluarkan air di pit Timur berjumlah 2 unit pompa Mitsubishi tipe 6D16, namun dengan kapasitas pompa 0.0836 m³/detik dan head total pompa sebesar 66,41 m, sehingga butuh penambahan 2 unit pompa yang sama. Biaya operasional pompa yang dikeluarkan pada saat pompa beropersi sebesar Rp. 103.074.000/ bulan.
FEBRI SURHAYATI
2021 · Thesis · Open Access
CV.Tahiti Coal merupakan perusahaan tambang bawah tanah (underground mining) dengan metode penambangan room and pillar. Banyaknya genangan air tanah dilokasi penambangan sehingga menghasilkan tingkat keasaman tinggi sehingga tejadi penurunan kualitas air. Tujuan Penelitian ini Menganalisis nilai pH dan Total Suspended Solid (TSS) dan nilai kandungan logam berat (Fe dan Mn) dari air limbah di lubang bukaan THC-03. Berdasarkan hasil dari pengolahan data untuk pengukuran air menggunakan 3 parameter yaitu pH, TSS dan logam berat (fe dan Mn). Parameter dari data analisa disimpulkan bahwa tingkat aktual kadar TSS yang dihasilkan dari pengukuran dilapangan didapatkan hasil 1,0072, sedangkan target untuk TSS sendiri yaitu 400, Maka semua titik sampel berada dalam rentang aman. Tingkat kadar pH yang dihasilkan dari pengukuran dilapangan didapatkan hasil 13,04, menurut kepmen LH 113 tahun 2003 air yang baik digunakan memiliki kadar pH 6-9. Dari pengolahan data yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa kadar pH dilokasi penambangan melebihi kadar maksimum yang dapat mengakibatkan mudah rusaknya alat dan berpengaruh pada kesehatan pekerja. Pengujian kadar Fe(Besi) didapat dari data hasil labor yaitu 0,15. Sedangkan target untuk kadar Fe sendiri 7. Untuk semua titik sampel berada dalam rentang aman. Pengujian kadar (Mn) Mangan data yang didapatkan dari labor yaitu 0,3108. Maka dapat disimpulkan untuk semua titik sampel berada dalam rentang aman. Berdasarkan hasil analisa Air Tanah di CV.Tahiti Coal memiliki masalah untuk kadar pH yang dapat mencemari kerusakan alat dalam waktu yang cepat. Sedangkan untuk kadar TSS, Fe dan Mn tidak mencemari air tanah yang berada di lokasi penambangan sehingga kemungkinan air tanah untuk tercemar sangat kecil.
BAYU ANGGARA
2021 · Thesis · Open Access
PT. Saptaindra Sejati (SIS) saat ini dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa pertambangan. Produktivitas alat gali muat excavator class 4000 tidak mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dimana produktivitas yang diperoleh yaitu sebesar 1.375 BCM/Jam dengan target yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 1400 bcm/jam. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis produktivitas alat gali muat sebelum dan setelah dilakukan perbaikan metode loading dan spotting time alat sebelum dan setelah dilakukan perbaikan metode loading. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produktivitas alat gali muat sebelum dilakukan perbaikan metode loading adalah sebesar 1.375 BCM/Jam dengan efisiensi kerja sebesar 76% dan produktivitas setelah dilakukan perbaikan metode loading adalah sebesar 1.775 BCM/Jam dengan efisiensi alat sebesar 97%. Spotting time sebelum dilakukan perbaikan metode loading adalah sebesar 8.430 detik atau sebesar 141 menit dan setelah dilakukan perbaikan metode loading adalah sebesar 0 detik atau tidak pernah terjadi lagi waktu tunggu alat gali muat untuk alat angkut melakukan spotting time.
ZUHAIRA
2021 · Thesis · Open Access
Limbah sisa cuci-cuci pada bengkel merupakan salah satu limbah yang tidak diperhatikan pengolahannya sebelum dibuang ke badan air. Limbah cair tersebut mengandung logam timbal yang berbahaya sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan terhadap makhluk hidup. Baku mutu kandungan timbal diperbolehkan sebesar 0,1 mg/L berdasarkan pada PermenLH No. 5 tahun 2014. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Metode pengolahan limbah cair yang mengandung logam timbal efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari arang aktif Typha angustifolia. Data penelitian berupa hasil pemeriksaan kandungan timbal dari limbah cair bengkel “X”. Pengukuran timbal dilakukan dengan mengacu kepada SNI-6989-8-2009. Pada awal pengujian didapatkan konsentrasi awal limbah cair bengkel tersebut yaitu 0,6623 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah cair bengkel “X”, serta memvariasikan pengujian terhadap berat arang dan waktu kontak optimum arang aktif Typha angustifolia dalam menurunkan kadar timbal pada limbah cair bengkel, didapatkan berat arang optimum penurunan kadar timbal yaitu sebanyak 0,5 gram, serta waktu kontak optimum yang digunakan yaitu selama 8 jam dengan nilai persen efektivitas sebesar 95,11%. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode ini efektif digunakan untuk penurunan kadar timbal pada limbah cair bengkel.
DARNISMAWITA
2021 · Thesis · Open Access
Salah satu karakteristik yang menyatakan tingkat pencemar suatu limbah yaitu nilai Biological Oxygen Demand (BOD). BOD menyatakan jumlah oksigen terlarut yang terdapat pada limbah sehingga dapat menyatakan tingkat pencemaran dari suatu limbah. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan limbah cair industri minyak sawit menggunakan teknologi ramah lingkungan yaitu fitoremediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas kemampuan tanaman Cyperus Rotundus Linn dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair industri minyak sawit. penelitian ini menggunakan sistim batch dan variasi jumlah tanaman yang digunakan ialah 5, 10 dan 15 batang tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Pengujian awal limbah didapatkan nilai BOD sebesar 4.236 mg/L. setelah dilakukan uji fitoremediasi terjadi penurunan terbaik pada nilai BOD hingga 98 mg/L dan efisiensi terbesar didapat 97,66%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD menurut PermenLH no 5 tahun 2014 maksimal 100 mg/L. Penurunan kadar BOD optimum tersebut terdapat pada variasi jumlah tanaman 15 dan pada hari ke 15. Ini membuktikan bahwa tanaman Cyperus Rotundus Linn ini efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri minyak sawit khususnya BOD.
DARMADI
2021 · Thesis · Open Access
Emisi polutan udara yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan serta dari transportasi di wilayah perkotaan menjadi perhatian baik bagi pemangku kepentingan dan masyarakat umum. Salah satu jenis polutan udara yang sering menjadi indikator utama adalah particulate matter 10 micron (PM10). Sedikitnya titik lokasi pengukuran konsentrasi PM10 di lapangan menyebabkan ketersediaan data dan informasi polutan udara ini terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap penggunaan data dari model ECMWF sebagai prediksi untuk konsentrasi PM10 di dua lokasi, yaitu di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang dan Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada analisis data secara kuantitatif menggunakan metode korelasi dan statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi PM10 dengan menggunakan data ECMWF terhadap data observasi di kota Padang menunjukkan nilai selisih 25% (H-1), 20% (H-2), dan 17% (H-3), dan nilai prediksi terbaik adalah untuk data ECMWF pada H-3. Sementara itu nilai prediksi konsentrasi PM10 dengan menggunakan data ECMWF terhadap data observasi di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang menunjukan nilai 12% (H-1), 23% (H-2), dan 24% (H-3). Secara umum, konsentrasi PM10 dan hasil observasi menunjukkan profil yang sama meskipun secara rata-rata hasil prediksi dari ECMWF memberikan nilai konsentrasi yang berbeda di dua lokasi penelitian.
TIO HANDIKA HIDAYAT
2021 · Thesis · Open Access
Berdasarkan hasil observasi di lapangan alat angkut tidak bisa beroperasi secara optimal dikarenakan kondisi jalan angkut (Hauling) yang sempit, tanjakan yang terlalu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, kemiringan jalan, jari-jari tikungan, superelevasi standar, produktivitas alat muat dan alat angkut, faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan lamanya waktu antrian di PT. Bintang Sumatera Pasific. Dari hasil analisa lebar jalan angkut untuk 2 jalur 8,75 m, lebar jalan tikungan selebar 15,37 m, kemiringan jalan sebesar 12o, superelevasi yang baik yaitu 20 mm/m-40 mm/m. Produktivitas Excavator Hitachi ZX 210 sebesar 510,8 ton/jam, produktivitas Dump Truck Hino Ranger FM 260 JD Mining sebesar 214,2 ton/jam, MF > 1, dan hasil dari analisa didapatkan waktu antrian sebesar 6 menit.
RIA INDAH PRATIWI
2021 · Thesis · Open Access
Desinfeksi merupakan proses pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh mikrooganisme dalam air. Konsentrasi klor di sepanjang jaringan distribusi harus memenuhi baku mutu air minum Permenkes no. 492/MENKES/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum sebesar 0,2-0,5 mg/L. Dalam jaringan distribusi, air dapat mengalami kontaminasi seperti masalah kebocoran pipa. Ini merupakan celah bagi mikroorganisme dari luar masuk ke dalam jaringan pipa distribusi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas air dalam jaringan distribusi dan menganalisis penurunan klor dalam pipa jaringan distribusi. Metode penelitian dilakukan dengan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu Dari penelitian didapatkan bahwa pada rentang baku mutu klor telah ditemukan kondisi air positif tercemar mikroorganisme pada jarak 0,5 Km dari reservoar. Ini membuktikan bahwa terjadi penurunan klor seiring bertambahnya jarak distribusi. Selain jarak, penurunan klor disepanjang jaringan distribusi juga dipengaruhi oleh kondisi pipa, kecepatan alir dan kondisi lingkungan.
FAKHRUR ROZI
2021 · Thesis · Open Access
Sampah laut (marine debris) adalah sampah yang berasal dari daratan, badan air, dan pesisir yang mengalir ke laut atau sampah yang berasal dari kegiatan di laut. Berbagai masalah yang muncul akibat adanya sampah laut (marine debris) antara lain adalah berkurangnya keindahan wilayah pesisir dan wisata pantai, dari segi estetika dengan adanya timbulan sampah yang bau dan berserakan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, mempengaruhi jaring makanan, berkurangnya produktifitas ikan, serta dapat mempengaruhi metabolisme tanaman laut seperti lamun. Semakin meningkatnya volume sampah yang masuk ke perairan laut tiap tahun maka perlu dilakukan identifikasi sampah laut untuk mengetahui karakteristik sampah, baik sampah yang berukuran (meso debris, 0.5-2.5cm) dan (makro debris,>2.5cm). Penelitian dilakukan di kawasan Pantai Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Pantai Pasir Jambak memiliki panjang berkisar 3 kilometer dengan substrat pantainya berpasir. Penelitian ini mengacu pada Surat Edaran Nomor : SE.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2020. Sampah laut yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik (451 buah), kayu (129 buah) dan busa plastik (78 buah). Persentase komposisi sampah yang paling banyak adalah sampah kayu sebanyak 55.71% dan plastik 16.61%. Sedangkan kepadatan sampah perjenis per luasan kotak transek yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik 0.451/m2 dan sampah kayu 0.129/m2.
NOVALDO SABRI
2021 · Thesis · Open Access
PT. Multi Service Mining adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan Batubara di Peranap, Kec. Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Saat ini PT. Multi Service Mining bekerja sama dengan PT. Samantaka Batubara dengan luas wilayah IUP kegiatan produksi 19.040 Ha. Pada pit selatan belum adanya model endapan dan perhitungan cadangan batubara. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah cadangan batubara dan volume overburden. Metode yang digunakan untuk mendapatkan perhitungan cadangan menggunakan metode cross section, metode circular dan metode triangular. Dari hasil menggunakan metode cross section didapatkan total volume overburden sebesar 4.525.513 m³ dan total cadangan batubara didapatkan sebesar 2.520.342,5 MT. Hasil menggunakan metode circular didapatkan total volume overburden sebesar 5.205.954 m³ dan total cadangan batubara didapatkan sebesar 2.694.800,09 MT. Sedangkan menggunakan metode triangular didapatkan total volume overburden sebesar 3.969.371 m³ dan total cadangan batubara didapatkan sebesar 1.974.845,6 MT.
RAUDHATUL JANNAH
2021 · Thesis · Open Access
Swabakar merupakan permasalahan dalam industri pertambangan, penyebab swabakar dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik dari batubara. Faktor intrinsik yaitu karakteristik batubara terdiri dari kandungan volatil matter, moisture content, ash content, mineral matter dan kalori batubara, sedangkan faktor ektrinsik salah satunya adalah kondisi kecepatan angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penimbunan batubara yang dapat meminimalkan terjadinya potensi swabakar (spontaneous combustion). Setelah dilakukannya pengamatan, maka didapatkan hasil bahwa nilai temperatur tumpukan batubara yang diuji dengan suhu pemanasan dimulai dari suhu 30°C, 50°C, 70°C, dan 85°C dengan menggunakan coal heating box.Dari pola tumpukan yang diamati didapatkan bahwa pola tumpukan pada pola tumpukan Cone Shell pada suhu 53ºC menimbulkan reaksi swabakar dan pada pola Chevron pada suhu 50ºC menimbulkan reaksi swabakar dan pada pola Chevcon pada suhu 53ºC menimbulkan reaksi swabakar dan pada pola Windrow pada suhu 85ºC baru menimbulkan reaksi swabakar pada kalori 4617 kkal/kg. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bentuk tumpukan windrow lebih baik diterapkan untuk mengurangi potensi swabakar.
ANDRI GUSNEDI
2021 · Thesis · Open Access
Sampah organik adalah sampah basah yang mudah terurai, sejenis sampah rumah tangga yang tidak diamanfaatkan dengan baik, sehingga dapat merusak lingkungan sekitar. Salah satu upaya untuk mengolah sampah organik yaitu dengan cara menjadikan pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui ukuran sampah yang efektif untuk pembuatan pupuk kompos, lama waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos dengan menggunakan komposter semi anaerob dan komposisi kompos sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Komposter yang dirancang berkapasitas 25 L, dengan proses pengomposan sampah menjadi pupuk menggunakan EM4. Proses pengomposan yang dilakukan dari sumber sampah organik dengan variasi ukuran partikel yaitu, bubur, 2 cm, 4 cm, 6 cm dan 8 cm. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tingkat kematangan sampah organik dalam proses pengomposan menggunakan komposter semi an aerob lebih cepat matang pada sampel ukuran partikel bubur yaitu 18 hari. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap kompos yang telah matang yaitu kadar air, temperatur, warna, bau, ukuran partikel, pH, nitrogen, karbon, phospor, rasio C/N dan kalium, didapatkan nilai yang memenuhi atau sesuai dengan kriteria kompos organik yang diatur dalam SNI 19-7030-2004.
ROMIKO CHANDRA
2021 · Thesis · Open Access
PT. Bintang Sumatra Pasific merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu andesit dengan peledakan sebagai cara untuk melepas dari batuan induk dan memecah batuan menjadi ukuran yang lebih kecil, saat ini hasil fragmentasi dari peledakan tersebut masih banyak yang berbentuk boulder yang berukuran 40 cm lebih dari 25%, Tujuan penelitian untuk menganalisis nilai Powder Factor dan rancangan geometri peledakan yang ideal dan menganalisis distribusi ukuran fragmentasi pada peledakan batu andesit di PT. Bintang Sumatra Pasifik, Metode yang digunakan untuk mendapatkan geometri peledakan yang ideal ialah metode R.L.Ash (1967) dan C.J.Konya (1990), dan untuk menentukan hasil fragmentasi peledakan menggunakan software splite desktop, Metode R.L. Ash (1967) dan metode C.J. Konya (1990), maka didapatkan distribusi hasil fragmentasi yang berukuran 40 cm menggunakan metode R.L.Ash (1967) yang lolos ayakan 61,94%, dan menggunakan metode C.J.Konya (1990) yang lolos ayakan 83,75%.
RAHMA FITRIANTI
2021 · Thesis · Open Access
Pencemaran udara merupakan salah satu bentuk polusi paling berbahaya dan mengkhawatirkan. Penyebab pencemar udara salah satunya adalah debu atau Total Suspended Particulate (TSP) yaitu partikel berdiameter < 100 μm. TSP menyebabkan gangguan penglihatan dan saluran pernafasan seperti penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Sesuai data BPS Kota Padang Tahun 2018 ISPA merupakan keluhan tertinggi di Kec. Lubuk Begalung yaitu sebanyak 5.534 kasus (28%). Pada Kec. Lubuk Begalung terdapat aktivitas industri dan transportasi yang merupakan sumber pencemaran udara. Namun, belum ada pemantauan pencemaran udara yang dapat mengambarkan pencemaran udara yang terjadi, sehingga perlunya dilakukan simulasi pencemaran udara. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui konsentrasi pencemaran TSP udara ambien dan menganalisis pola sebaran pencemaran udara di Kec. Lubuk Begalung, Kota Padang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana inventarisasi emisi dan data meteorologinya dianalisis menggunakan persamaan model dispersi Gauss dan software surver 15. Sebaran TSP maksimum hasil pengukuran dan permodelan adalah 113,42 μg/m3 dan 27,16 μg/m3. Hasil ini menyatakan konsentrasi TSP masih dibawah BMUA Nasional pada PP RI No 41 Tahun 1999 yaitu sebesar 230 μg/m3 (masih dalam kondisi baik). Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya karena pada penelitian ini hanya memperhitungkan sumber dari emisi industri tanpa sumber pencemaran lainnya. Hasil dari kontur sebaran TSP bergerak semakin naik ke arah Barat Daya dari sumber emisi dan mencapai konsentrasi maksimum pada titik koordinat (-0,98103 0S, 100,34567 0E), ini sesuai dengan arah angin dominannya.
IWAN
2021 · Thesis · Open Access
Jalan tambang perlu mendapat perhatian khusus agar dapat menujang kinerja peralatan mekanis. pada jalan tambang sering dijumpai kerusakan-kerusakan di badan jalan seperti jalan berlubang permukaan jalan tidak mulus. hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi geometri jalan dan daya dukung tanah pada jalan tambang yang belum memenuhi standar. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan geometri jalan ideal pada jalan angkut tambang dari front menuju aera disposal di PT. Kamalindo Sompurna. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang geomtri jalan diataranya: mengamati jalan lurus, lebar tikungan untuk semua segmen jalan lurus diambil 5, pada segmen 1 sebesar 7,05 meter, segmen 2 sebesar 8,15 meter, segmen 3 sebesar 8,30 meter, segmen 4 sebesar 7,15 meter, segmen 5 sebesar 8,05 meter. Lebar jalan tikungan segmen 1 sebesar 5,10 meter. Grade pada segmen 1 sebesar 11% dan segmen 2 sebesar 12%. Lebar jalan angkut secara teori lebar lebar jalan angkut untuk dua jalur mengunakan dump truck hino fm 260 ti dj pada jalan lurus adalah 8,750 meter, dengan lebar actual di lapangan segmen 1 sebesar 7,05 meter, segmen 2 sebesar 8,15 meter, segmen 3 sebesar 8,30 meter, segmen 4 sebesar 7,15 meter, segmen 5 sebesar 8,50 meter. Lebar jalan tikungan jalan minimum ideal menurut teori dan hasil analisia data didapatkan lebar jalan tikungan dilapangan sebesar 5,10 meter. Kemiringan jalan/grade pada jalan angkut ada 2 kemiringan jalan/grade berdasarkan teori AASTHO <8% dan ideal dilapangan terdapat kemiringan jalan/grade sebesar 11% dan 12% tidak dalam kondisi aman yaitu diatas 8%.
ANDRE MUHAMMAD ZEPNA
2021 · Thesis · Open Access
PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan Batubara dengan metode tambang bawah tanah, dan memanfaatkan metode Room and Pillar. Dalam proses penambangan bawah tanah diperlukan sistem ventilasi tambang bawah tanah agar dapat mengalirkan udara dari luar menuju terowongan tambang dan membawa udara kotor dari dalam terowongan menuju keluar terowongan tambang. Perencanaan Sistem Ventilasi tidak menimbulkan permasalahan. Permasalahan dalam penambangan sering terjadi akibat tidak sempurnanya pemasangan sistem ventilasi tambang bawah tanah, dan suhu didalam terowongan yang terlalu tinggi yang mana dapat menyebabkan turunnya produktifitas penambangan. Dari hasil pengolahan data didapat jumlah total udara masuk adalah senilai 25,116 m3/s, dan suhu efektif rata-rata 29,7ᵒC dengan kelembaban relative rata-rata 99,9%. Dengan perhitungan Korelasi Headloss dan Duct Resistance terhadap Air Volume adalah R2 0,950 untuk Headloss R2 0,876 untuk Ducth Restistance. Nilai R2 untuk korelasi Headloss dan Duct Resistance membuktikan bahwa antara Headloss dengan Air Volume, sedangkan untuk Duct Resistance dengan Air Volume hubungan korelasinya tidak sebesar Headloss dengan Air Volume memiliki hubungan yang kuat. Maka dari itu untuk pemasalahan suhu dan kelembaban relatif dibutuhkan penambahan jumlah debit udara segar kedalam terowongan tambang bertujuan untuk menurunkan suhu terowongan agar produktifitas pekerja tidak terganggu.
RINGGA FASGI JUNER
2021 · Thesis · Open Access
Produktivitas aktual alat gali – muat PT. Adaro Service tidak mencapai target yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab tidak tercapainya produktivitas alat gali – muat, cara untuk mengurangi material in pit dump dan mengetahui metode loading (double bench loading dan loading balik) yang menguntungkan jika di terapkan di area poor material. Pengambilan data dengan observasi lapangan seperti cycle time alat gali muat serta banyaknya material in pit dump yang digunakan dan dari file perusahaan. Hasil analisa dari pengolahan data PT. Adaro Service tidak tercapainya produktivitas alat gali – muat karena loading time, cycle time double bench loading yaitu 33,65 detik dan 32,99 detik. Cycle time loading balik yaitu 31,23 detik dan 31,33 detik, sehingga produktivitas rata - ratanya 794,83 bcm/jam dan 842,495 bcm/jam. Material in pit dump metode double bench loading rata-rata yang digunakan 1102,5 bcm dan loading balik 647,5 bcm, sehingga dapat di hitung rasio in pit dump metode double bench loading 14,41 bcm : 1 bcm dan metode loading balik 25,95 bcm : 1 bcm. Berdasarkan perhitungan aktual didapatkan metode yang cocok untuk mengurangi in pit dump yaitu metode loading balik dan biaya in pit dump dengan menggunakan metode double bench loading perusahaan bisa menghemat sebesar Rp. 3.173.100/jam.
GUSTRI IGA MARDI
2021 · Thesis · Open Access
CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang menggunakan metode penambangan bawah tanah. Metode yang digunakan adalah room and pillar. CV. Tahiti Coal menggunakan alat manual, seperti sekop. Pada CV. Tahiti Coal tepatnya pada lubang THC-02 perlunya dilakukan analisis ventilasi tambang bawah tanah, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas udara pada front penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan udara untuk pekerja, mesin, dan untuk mendilusi gas methan di lubang lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal, menganalisis nilai temperatur udara lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal, menganalisis kelembaban udara lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal. Data yang dibutuhkan berupa luas terowongan, kecepatan angin, temperatur basah, temperatur kering, dan peta layout. Kebutuhan udara pekerja setiap front 0,03 m3/s. dan kebutuhan udara alat untuk setiap front penambangan 0,09 m3/s. FK Cb1 0,173 m3/s , FK Cb2 0,196 m3/s dan FK Cb3 0,21 m3/s, Cb4 adalah 0,21m3/s, dan Cb5 adalah 0,173m3/s. Nilai temperatur paling rendah adalah 21°C dan temperatur tinggi pada front adalah 27,50C pada fk cb2. Dengan kelembaban total rata – rata pada pengukuran saat pagi hari 23,90c dan pada saat siang hari 25,04°C, dapat disimpulkan suhu pada siang hari lebih tinggi dari pada pagi hari. Terdapat kelembaban paling tinggi 97 % yang melewati ambang batas yang telah ditentukan yaitu 85% dan kelembaban paling rendah adalah 65%.