FITRIA DEWI YULASTRI
2018 · Book · Open Access
Pada PT. Gresindo Minang Plantation tingkat produktivitasnya kurang baik itu dibuktikaan dengan hasil produksinya tidak stabil di setiap tahunnya. Sehingga perlu di perhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas tersebut. Pada penelitian ini bertujuan menghitung tingkat produktivitas tenaga kerja dan menganalisis faktor – faktor yang paling dominan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja yang ada pada PT. Gresindo Minang Plantation. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan angket kepada tenaga kerja. Analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan (X1), usia (X2), pengalaman kerja (X3), dan upah (X4). Dan variabel dependennya adalah produktivitas tenaga kerja (Y). Berdasarkan hasil uji Regresi Linear Berganda diketahui hasil Uji Simultan ( Uji F) diketahui bahwa variabel tingkat pendidikn, usia, pengalaman kerja dan upah secara bersama-sama berpengaruhi secara signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, dan variabel yang paling dominan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah variabel pengalaman kerja, karena memiliki nilai t hitung yang paling tinggi dintara t hitung variabel yang lainnya. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan Koefesien Determinasi diperoleh Adjusted R Square sebesar 0.432. Hal ini menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan, usia, pengalaman kerja dan upah secara keseluruhan memberikan pengaruh sebesar 43,2% terhadap produktivitas tenaga kerja pada PT. Gresindo Minang Plantation sedangkan sisanya sebesar 57.7% adalah di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian perusahaan disarankan untuk melakukan pembenahan terhadap produktivitas tenaga kerja, dan lebih meningkatkan variabel tingkat pendidikan, usia, dan upah.
BOBY RACHMAN
2018 · Book · Open Access
Tata letak fasilitas yang baik dan sesuai dengan keadaan perusahaan merupakan salah satu faktor untuk penyusunan yang teratur dan efisien untuk semua fasilitas. Masalah yang dihadapi pada CV. Yalesvava saat ini adalah hasil dari produksi yang dilakukan mengalami kendala dalam penempatan tata letak dimana hasil produsi yang dihasilkan karena urutan proses tidak beraturan sehingga sehingga mengakibatkan penumpukkan produk yang mengakibatkan tidak teratur. Untuk itu perlu dilakukan layout tata letak fasilitas produksi agar dapat merancang tata letak buis berdasarkan pemahaman ARC dan model desain rancangan layout tata letak dari pemahaman ARC. Dari latar belakang maka tujuan penelitian adalah : menghasilkan rancangan tata letak berdasarkan pemahaman ARC dan rancangan layout dari pemahaman ARC. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya ada beberapa area kerja yang harus dipindahkan maupun tidak dipindahkan dan ditemukannya area kerja yang tidak sesuai sehingga mengakibatkan sulitnya melakukan akses kerja. Saran yang diberikan untuk CV. Yalesvava adalah harus melakukan perbaikan kembali peletakkan area bahan baku agar tidak menganggu akses kerja yang ada, melakukan penempatan hasil produksi sesuai dengan produk yang dibuat dengan mengelompokkan ukuran buis, pencetakkan dapat dilakukan langsung sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
AZIZUR RAHMAN
2018 · Book · Open Access
Risiko kecelakaan kerja selalu menimbulkan kerugian terhadap perusahan, sehingga perlu dilakukan usaha untuk meminimalisasi terjadinya dampak pada risiko dominan yang terjadi di perusahaan. Tidak semua kecelakaan kerja menimbulkan luka-luka, namun ada juga yang mengakibatkan kerusakan material, peralatan dan lingkungan. Namun dalam hal ini kecelakaan kerja yang mengakibatkan luka-luka menjadi perhatian agar dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat kecelakaan kerja. Pengidentifikasian bahaya sebelum dan sesudah bahaya terjadi merupakan inti dari sebuah kegiatan pencegahan kecelakaan. Akan tetapi identifikasi ini bukan ilmu pasti. Hal ini merupakan kegiatan subjektif, dimana bahaya yang teridentifikasi bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Selanjutnya dari inspeksi sebelumnya dapat dibandingkan atau dikembangkan menjadi bahan acuan untuk tindakan korektif agar kecelakaan yang sama tidak terulang lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kejadian risiko K3 yang terjadi pada Bengkel Bina Karya. Setelah itu dilakukan penilaian terhadap kejadian risiko yang muncul, kemudian dicari faktor risiko yang dominan untuk meminimalisasi dampak terjadinya risiko tersebut dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Sedangkan identifikasi kejadian risiko dari nilai RPN tertinggi digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil dari analisis FMEA mendapati bahwa kejadian kecelakaan kerja paling tinggi yang pernah terjadi pada Bengkel Bina Karya adalah kaki dan tangan luka akibat gerinda lepas dengan nilai RPN sebesar 106,87. Selanjutnya dilakukan wawancara dengan pihak Bengkel Bina Karya untuk mengetahui potensi-potensi penyebab terjadinya kecelakaan kaki dan tangan luka akibat gerinda lepas yang kemudian disusun menggunakan metode FTA sehingga menghasilkan 13 kombinasi penyebab kecelakaan.
FADILAH HANDAYANI
2018 · Book · Open Access
E-commerce (electronic commerce) adalah suatu penjualan secara elektronis, yang bisa dilakukan dari jarak jauh (teknologi marketing) yang digunakan diluar toko. Terbatasnya kemampuan pada saat ini, sanjai Yon belum menggunakan atau menerapkan teknologi informasi untuk memudahkan berlangsungnya proses penjualan. Sehingga menimbulkan masalah dalam penjualan produk tersebut, masalah yang timbul pada pihak sanjai Yon yaitu kesulitan dalam memasarkan produknya di luar kota, karena media pemasaran atau promosi hanya ada di daerah Bukittinggi saja. Maka dari itu dibutuhkan sebuah website untuk mempermudah transaksi penjualan. Mencari informasi yang dibutuhkan dan mempermudah pembelian dibutuhkan panduan, salah satunya adalah E-commerce. Proses penjualan dalam bentuk gambar sehingga penjualan lebih mudah dan lebih baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Memberikan kemudahan terhadap costumer yang berada diluar Kota Bukittinggi yang ingin membeli Sanjai. 2) Memberikan kemudahan dalam mempromosikan produk Sanjai Yon.
DIKI REZKI HIDAYAT
2018 · Book · Open Access
Saat ini dunia telah memasuki era globalisasi ditandai dengan berlangsungnya perdagangan bebas yang mengakibatkan semakin ketatnya persaingan dunia bisnis. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana proses pemilihan langsung biro pengadaan jasa PT. Semen Padang dengan menggunakan metode analisis SWOT untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dengan tujuan penelitian menentukan matrik SWOT dari perencanaan strategi proses pemilihan langsung biro pengadaan jasa dan melakukan perencanaan strategi pada proses pemilihan langsung biro pengadaan jasa PT. Semen Padang. Hasil dari penelitian ini berdasarkan matrik SWOT menyebutkan bahwa dalam proses pemilihan langsung di PT. Semen Padang sudah mampu bersaing di pasar persaingan yang kompetitif dengan menggunakan strategi menjadikan kelemahan tersebut untuk menjadi sebuah kekuatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah matrik SWOT dan strategi yang dapat dilakukan perusahaan jika perusahaan menghadapi ancaman, perusahan akan berkonsentrasi pada peluang yang ada seperti meningkatkan kemampuan sistem dalam mengefesiensikan biaya. Memberikan kesempatan untuk pihak lain dan memperketat pengawasan kepada penyedia jasa yang akan menjadi penyedia jasa di perusahaan akan menutupi kekurangan yang ada pada sistem.
IRWANTO
2018 · Book · Open Access
Meja dan kursi belajar merupakan suatu sarana pendukung yang sangat penting dalam kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar. Untuk
mengantisipasi adanya ketidakserasian antara meja dan kursi dengan ukuran tubuh mahasiswa, maka akan dirancang bangun meja dan kursi belajar secara ergonomis sesuai dengan ukuran tubuh manusia. Maka tujuan penelitian dari tugas ahir ini adalah, membuat rancang bangun meja dan kursi belajar yang ergonomis serta mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk membuat meja dan kursi belajar yang ergonomis. Hasil penelitian ini adalah, meja dan kursi belajar yang baru terbuat dari besi pipa dan mempunyai lebar dudukan 37cm, panjang dudukan 39cm, tinggi kursi keseluruhan 90cm, lebar sandaran 37cm, tinggi sandaran 42cm, tinggi kaki kursi 43cm, panjang kursi leseluruhan 74cm, lebar meja 55 x 42cm, rak buku 39 x 37 cm, tinggi rak buku 16 cm, pijakan kaki 13 x 37cm, tinggi pijakan kaki 23cm, tebal busa sandaran dan dudukan 7cm. Sedangkan untuk total biaya keseluruhan pembuatan meja dan kursi belajar ini hasil akhir adalah Rp.815.500.
YUHENDRI
2018 · Book · Open Access
Objek penelitian adalah Double Roll Crusher Machine ME – 160 yang dioperasikan pada stasiun preparasi PT. Sucofindo Cabang Padang sebagai alat
pemecah batubara yang sebelumnya masih dalam bentuk bongkahan yang seharusnya untuk dihancurkan. Kerusakan pada Double Roll Crusher Machine ME – 160 pada stasiun preparasi tentunya dapat mengganggu mekanisme kerja proses analisa untuk mendapatkan sertifikasi. Kerugian yang disebabkan kerusakan itu sendiri pada tahun 2017 mencapai Rp. 389.535.500,- sehingga menyebabkan naiknya ongkos produksi pada proses analisa.Perhitungan umur ekonomis akan mudah dilakukan bila aliran kas bisa diprediksi dengan tingkat kepastian yang tinggi. Secara alamiah, ongkos-ongkos ekuivalen tahunan akan menurun dengan naiknya masa pakai suatu aset. Dengan melakukan penelitian pendahuluan di stasiun preparasi PT. Sucofindo Cabang Padang dan di dukung dengan data mengenai spesifikasi mesin, investasi Double Roll Crusher Machine ME – 160, data pemakaian listrik, data pemakaian pelumas, data penggantian suku cadang, data jam operasi, dan data perbaikan serta di lakukan pengolahan data menggunakan perhitungan umur ekonomis maka akan di dapatkan umur ekonomis Double Roll Crusher Machine ME – 160. Setelah melakukan perhitungan dan analisis terhadap permasalahan, maka dapat diambil suatu kesimpulan yaitu, mesin crusher yang diperkirakan umur pakai adalah 10 tahun, pada tahun ke 7 memiliki nilai terkecil dengan biaya EUAC Rp. 2.521.136.253,- selama masa pakainya, namun belum dapat dikatakan bahwa pada umur ke 7 di
tahun 2017 merupakan umur ekonomis dari mesin crusher tersebut, karena diperlukan penelitian lanjutan dalam kasus ini. Untuk dapat mengetahui pada tahun berapa umur ekonomis mesin crusher dapat ditentukan, maka perlu dilakukan perhitungan lebih lanjut dengan menggunakan metoda peramalan. Dengan demikian perusahaan dapat mengambil keputusan untuk melakukan peremajaan (general overhaul) atau melakukan penggantian (replacement).
SURGA RIDWANI
2018 · Book · Open Access
Perusahaan dapat bersaing dalam industri dengan cara memberikan produk yang berkualitas baik sesuai dengan spesifikasi dan tidak cacat. Penggunaan konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) metode six sigma dapat mengupayakan untuk mencapai tingkat kecacatan nol (zero defect). Dari tahap define digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi. Tahap measure dilakukan untuk mengukur tingkat kecacatan pada suatu produksi. Tahap analyze untuk menentukan penyebab dari masalah dalam proses produksi menggunakan diagram fishbone. Tahap improve digunakan untuk meningatkan proses dan menghilangkan sebab-sebab kecacatan berdasarkan tahap analyze. Tahapan terakhir yaitu tahap control untuk mengontrol kinerja dan menjamin permasalahan utama penyebab kecacatan tidak muncul lagi menggunakan Statistical Process Control (SPC). Dari hasil analisa data diperoleh nilai DPMO dan sigma level sebelum penerapan metode six sigma sebesar 30,020 cup per sejuta produksi dan berada pada level 3.38 sigma. Sedangkan setelah penerapan metode six sigma menggunakan tahapan DMAIC diperoleh nilai DPMO 7,093 cup per sejuta produksi dan berada pada level sigma 3.95. Sehingga pengurangan cacat adalah sebanyak 22,927 cup.
EDO HANDIKA
2018 · Book · Open Access
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu memerlukan air bersih, terutama untuk minum, masak, mandi, mencuci dan sebagainya. Di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman belum adanya fasilitas pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan minimnya sumber air bersih yang tersedia, sehingga sulitnya mendapatkan air bersih yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, namun jumlah air gambut yang cukup banyak di Kecamatan Ulakan Tapakis belum termanfaatkan secara maksimal dan diperlukannya alat pengolahan air gambut agar air gambut tersebut bisa digunakan sebagai sumber air bersih. Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan pembuatan alat pengolahan air gambut skala rumah tangga. Dari hasil pengujian dilaboratorium Politeknik ATI Padang, sampel air gambut mengandung Fe 2 mg/L, BOD 8 mg/L, COD 55 mg/L dan memiliki pH 4,2. Setelah dilakukan pengolahan dengan alat pengolahan air gambut kandungan Fe turun menjadi 0,2 mg/L, BOD turun menjadi 3 mg/L, kandungan COD 27 mg/L, dan pH naik menjadi 6,8. Setelah dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Th 2001,di air gambut yang telah diolah tersebut termasuk kedalam air bersih kelas 2.
SITI ARLIDA FERLINA
2018 · Book · Open Access
CV. Bara Mitra Kencana (CV. BMK) merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan bawah tanah yang terletak di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Temperatur udara efektif dan kelembaban relatif pada lubang tambang BMK-35 melebihi nilai ambang batas (NAB) yang di atur oleh KEPMEN 555K yaitu temperatur udara efektif 26oC dengan kelembaban relatif sebesar 95,4%, sedangkan temperatur udara efektif yang di perbolehkan berkisar antara 18-24oC dengan kelembaban relatif maksimum sebesar 85%.
Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pengaturan sistem ventilasi yang baik yaitu memasang ventilasi hisap pada jalan keluar dengan pertimbangan desain lubang tambang yang ada pada CV. BMK. Hasil analisa yang dilakukan dengan pemasangan ventilasi hisap pada lubang tambang BMK-35, didapatkan nilai temperatur udara efektif pada lokasi lubang bukaan (kanopi) 19,9-21oC dengan kelembaban relatif sebesar 78-83%. Pada lokasi percabangan, temperatur udara efektif 22,5-23,8oC dengan kelembaban relatif sebesar 83-85%. Pada lokasi front kerja, temperatur udara efektif 23-23,5oC dengan kelembaban relatif sebesar 83,5-85,1%.
Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan NAB yang di perbolehkan oleh KEPMEN 555K. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.
KARISSA HANDAYANI
2018 · Book · Open Access
PT Teluk Luas adalah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang bergerak dalam Processing Crumb Rubber SIR 10 dan SIR 20 berorientasi Eksport 80% dan 20% lokal. Pada umumnya pekerjaan di PT. Teluk Luas ini masih manual seperti pembongkaran muatan karet hasil panen rakyat dari truk ke gudang bahan baku, mengangkat karet dari satu stasiun kerja ke stasiun berikutnya (stasiun pengepresan), memotong karet dan penjemuran hasil gilingan karet ketempat penjemuran yang telah disediakan. Untuk mencegah terjadinya kelebihan beban kerja maka perlu dilakukan pengukuran beban kerja terhadap karyawan yang melakukan pekerjaan dengan menggunakan tenaga fisik mereka.
Work sampling adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari pekerja. Pengamatan aktivitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara acak terhadap satu atau lebih pekerja dan kemudian mencatatnya apakah pekerja dalam keadaan bekerja atau menganggur. Pengukuran beban kerja tenaga kerja dengan metode work sampling untuk menghitung waktu baku, produksi standar, dan beban kerja.
Dari hasil pengolahan data didapat waktu baku yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit produk pada stasiun pengepresan adalah 1,68 menit. Beban kerja yang ditanggung oleh tenaga kerja pada stasiun pengepresan adalah 77,78%. Prosentase produktif lebih dari 75% terlalu berat bagi pekerja dalam melaksanakan aktivitas kerja.
DELLA HIVENTA WIDODO
2018 · Book · Open Access
Stockpile batubara merupakan tempat penyimpanan batubara yang pertama masuk setelah mengalami proses pengangkutan yang panjang baik dari tempat distributor ataupun dari tempat penggalian material pada industri pertambangan. Sehingga tidak dapat di pastikan bahwa kualitas batubara tersebut tetap terjaga seperti kualitas aslinya sebelum pengangkutan menuju tempat penyimpanan. Salah satu cara untuk menjaga kualitas batubara setelah ditambang adalah sistem penimbunan. Kondisi area stockpile pada PT. Miyor Pratama Coal sendiri tidak dilengkapi dengan sistem pendukung seperti sistem penirisan yang berupa paritan, hal ini menyebabkan terdapat genangan air pada lantai stockpile pada saat hujan. Sistem penimbunan batubara pada stockpile PT. Miyor Pratama Coal masih belum diterapkan dengan baik, seperti kurangnya penanganan batubara yang masuk dan keluar pada stockpile, selain itu juga terdapat tumpukan yang terlalu lama ditumpuk pada stockpile akibat tidak diterapkannya sistem manajemen FIFO (first in first out) dengan baik dan tumpukan batubara tersebut selalu ditutup menggunakan terpal yang terbuat dari plastik sehingga akan menyebabkan adanya potensi swabakar. Area Stockpile PT. Miyor Pratama Coal memiliki potensi swabakar pada tumpukan batubara yang cukup besar disebabkan oleh dimensi timbunan yang memiliki rata-rata tinggi tumpukan diatas 7 meter dengan sudut lebih dari sudut angle of repose ( .(ْ 40 -ْ 30 Perencanaan desain dimensi tumpukan batubara dibuat dengan tinggi 5 meter sesuai dengan tinggi rekomendasi, sudut tumpukan ْ 30 sesuai sudut terendah rekomendasi, desain dimensi tumpukan ini dibuat agar dapat mengurangi potensi swabakar. Desain sistem drainase di area stockpile menggunakan konsep saluran terbuka alamiah di sekitar area timbunan. Rencana desain drainase berbentuk trapesium dengan lebar permukaan 1m dan tinggi 1 m. Selain itu lantai stockpile didesain dengan penambahan bedding coal dengan tebal sekitar 50 cm agar pada saat pengangkutan batubara tidak tercampur dengan tanah dibawahnya.
RIZKI NAZIAH LUBIS
2018 · Book · Open Access
Banyaknya persaingan antar industri air minum dalam kemasan baik produk lokal maupun produk global membuat pelanggan lebih memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Maka dari itu kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama. PT. Gunung Naga Mas adalah perusahaan milik swasta yang bergerak dalam industri air minum kemasan, perusahaan ini memproduksi air minum dalam kemasan dengan merek AYIA. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan analisis kepuasan pelanggan dengan menggunakan metode QFD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap air minum dalam kemasan Ayia 240 ml dan mengetahui tingkatan prioritas karakteristik teknik yang harus dilakukan PT. Gunung Naga Mas untuk meningkatkan kualitas Ayia 240. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan adalah 3,4 (puas). Urutan tingkatan prioritas karakteristik teknik adalah Sanitasi dan cleaning (18%), SPC (Statistical Process Control) (18%), penyebaran agen secara merata (17,8%), pemilihan bahan baku (15,2%), penelitian dan pengembangan (11,95), Hygiene (6,14%), HACCP (Hazard Analysis Critical Crisis Point) (6,14%), dan terakhir promosi (5,95%). Disamping itu PT. Gunung Naga Mas sebaiknya melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap kualitas produk karena masih adanya kesenjangan (Gap) dari penilaian konsumen. PT. Gunung Naga Mas sebaiknya melakukan perbaikan dimulai dari Sanitasi dan Cleaning, SPC, dan penyebaran agen secara merata, maka perusahaan telah melakukan perbaikan secara keseluruhan sebesar 53,8 %. Diharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan ke tahap 2 yaitu perencanaan desain, tahap 3 yaitu perencanaan proses, dan tahap 4 yaitu perencanaan pengendalian proses.
FARIDATUL AZIZAH
2018 · Book · Open Access
Perkembangan yang terjadi pada industri mendorong perusahaan manufaktur terus menerus meningkatkan hasil produksinya. Baik dalam hal kualitas, kuantitas, harga, maupun dalam hal pengiriman. Banyak faktor yang mempengaruhi penjualan produk suatu perusahaan. Salah satunya adalah terdapatnya waste atau pemborosan pada saat proses produksi. PT. Djambi Waras Jujuhan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi crumb rubber. Namun dalam proses produksi masih terjadi beberapa jenis waste yaitu defect, waiting, dan transportation. Untuk mengurangi waste tersebut maka dilakukan pendekatan lean manufacturing. Tujuan dilakukannya penelitian di PT. Djambi Waras Jujuhan adalah untuk mengetahui apa saja penyebab waste pada lantai produksi dengan VALSAT, serta memberikan usulan perbaikan dengan FMEA untuk mengurangi waste yang ada pada lantai produksi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penyebab waiting adalah pekerja lamban, kurang teliti, trouble pada mesin, forklift hanya 1, dan cuaca tidak menentu. Penyebab dari defect adalah pekerja kurang teliti, merasa kelelahan, diameter creeper mengecil, rool creeper tumpul, setelan pisau tidak pas, pengaturan suhu tidak tepat, bahan baku kotor, blanket tebal, kadar air bahan baku tinggi, dan hujan. Penyebab dari transportation adalah prosedur kerja tidak dilaksanakan dengan baik, pekerja hanya 1, dan forklift hanya 1. Dari FMEA diketahui nilai RPN tiap-tiap waste adalah waiting sebesar 294, defect sebesar 252, dan transportation sebesar 36. Sehingga untuk mengurangi waste disarankan agar mengurangi tenaga kerja, peneguran kepada tenaga kerja yang tidak mematuhi peraturan, memilih tenaga kerja yang mempunyai skill bagus sesuai bidang pekerjaannya, peningkatan faktor kontrol, pembenahan metode kerja, dan penambahan alat transportasi.
MELA ROSALINA
2018 · Book · Open Access
Permintaan konsumen sangat penting dalam kegiatan industri pada saat ini, karena proses produksi baru akan berjalan apabila ada permintaan dari konsumen. Permasalahan yang ada pada PT Gunung Naga Mas adalah perusahaan memproduksi barang tanpa mempertimbangkan permintaan pasar, sehingga mengakibatkan bertambahnya biaya penyimpanan dan juga barang yang lama disimpan akan mengalami kerusakan. Untuk itu perlu dilakukannya peramalan permintaan dengan metode Trend linear, Trend kuadratik dan Trend eksponensial. Dari tujuan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa metode yang paling efektif untuk meramalkan permintaan air minum dalam kemasan cup 240 ml pada PT Gunung Naga Mas yaitu metode trend linear dengan nilai MSE sebesar 544.291.863 dan ramalan permintaan produk air minum dalam kemasan cup 240 ml pada PT Gunung Naga Mas pada tahun 2018 yaitu totalnya sebesar 1.918.768 dus. Sehingga Perusahaan perlu menyesuaikan kapasitas produksi pada tahun 2018.
DELA NURMAYUNI
2018 · Book · Open Access
Dalam proses produksinya beberapa operasi kerja memerlukan waktu proses yang sangat lama yang mengakibatkan besarnya waktu proses produksi perusahaan. Dampaknya ketika penjadwalan yang dilakukan kurang sesuai maka besarnya makespan dalam sistem produksi tersebut akan meningkat. Metode yang digunakan yaitu metode CDS (Campbell Dudek Smith), metode ini ditemukan oleh Campbell, Dudek, dan Smith yang merupakan pengembangan dari aturan Jhonson, untuk mendapatkan urutan pekerjaan metode CDS ini dapat menghasilkan k iterasi (alternatif urutan job) k = m-1 bertujuan untuk menghasilkan waktu produksi yang minimal. Hasil dan kesimpulan dengan menggunakan metode CDS diperoleh nilai makespan minimum dan penjadwalan yang optimal yang terdapat pada iterasi ketiga dengan nilai makespan sebesar 54 hari dan tidak ada pesanan yang terlambat.
TRI MAIYUNI HELIA
2018 · Book · Open Access
Pada setiap perusahaan manufaktur maupun jasa memiliki ketentuan masing-masing dalam menjalankan perusahaannya. Begitu juga dengan PTPN VI Solok Selatan, perusahaan ini di kelola oleh negara (BUMN) yang menghasilkan dua jenis produk yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Karnel (inti). Dalam proses produksinya, pabrik kelapa sawit PTPN 6 Solok Selatan berupaya mengoptimalkan hasil rendemen serta memperbaiki mutu produk. Dengan demikian pabrik kelapa sawit Solok Selatan pastinya mengupayakan agar kehilangan minyak (oil losses) terjadi seminimal mungkin. Pengendalian kualitas secara statistik dilakukan menggunakan alat bantu statistik yang terdapat pada statistical proces control (SPC). Statistical Process Control (SPC) merupakan metode pengambilan keputusan secara analisis yang memperlihatkan suatu proses berjalan dengan baik atau tidak (Zagloel & Nurcahyo, 2013). Statistical Process Control (SPC) digunakan untuk memantau konsistensi proses yang digunakan untuk pembuatan produk yang dirancang dengan tujuan mendapatkan proses yang terkendali. Perbandingan oil losses terhadap kondisi normal yang melebihi standar pada periode Juli sampai desember 2017 yaitu tankos sebesar 0,77%, press sebesar 0,12%, nut sebesar 0,02% dan fat fit sebesar 0,08%. Dari keempat pengukuran terdapat satu pengukuran yang berada di luar batas kendali yaitu pada nut, yang mengakibatkan oil losses ada empat faktor yang mempengaruhi yaitu faktor SDM, Mesin, Material dan Metode.
Kata
BOBY WHIJAKSONO
2018 · Book · Open Access
PT. Semen Padang melakukan kegiatan pemberaian batugamping dengan peledakan yang menggunakan elektronik detonator. Parameter keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan adalah fragmentasi batuan. Fragmentasi batuan berperan untuk mengoptimalkan produksi, oleh karena itu distribusi fragmentasi batuan hasil peledakan harus dioptimumkan. Untuk meningkatkan fragmentasi batuan dilakukan pengujian dan perhitungan terhadap geometri peledakan aktual, R.L Ash, C,J Konya dan ICI-Explosive, yang telah diterapkan pada front I dan front II quarry Bukit Karang Putih PT. Semen Padang. Maka didapat geometri peledakan yang ideal untuk batugamping yaitu geometri peledakan rumusan C,J Konya dengan powder factor 0,25 kg/m3 dan tonase hasil peledakan sebesar 30,726 ton/hari. Kemudian peneliti merancang ulang geometri peledakan dengan powder factor 0,27 kg/m3 dan tonase hasil peledakan sebesar 31,949 ton/hari. Persentase fragmentasi batuan hasil geometri peledakan rumusan C,J Konya yang tertahan ayakan sebesar 69,75 %, sedangkan yang lolos ayakan sebesar 30,25 %. Disamping itu fragmentasi yang dihasilkan geometri usulan atau rancangan ulang, yang tertahan sebesar 68,63 %, sedangkan yang lolos ayakan sebesar 31,37 %. Sedangkan Desain peledakan yang bisa meningkatkan persentase fragmentasi batuan dari kegiatan peledakan di front I dan front II quarry Bukit Karang Putih PT. Semen Padang adalah pola lubang ledak staggered dan pola peledakan excelon-cut dengan 3-7 row. Maka untuk mendapatkan hasil peledakan yang optimum, geometri dan pola peledakan harus betul-betul disesuaikan dengan karakteristik batuan, rangkaian peledakan, pengisian bahan peledak dan stemming kedalam lubang ledak diharapkan sesuai perencanaan.
ELI AGUSTINA
2018 · Book · Open Access
Berdasarkan pengamatan dan data dari tahun 2015-2017 di CV. Bara Mitra Kencana telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cedera berat, kecelakaan ringan dan meninggal sebanyak 16 kasus. Di CV. Bara Mitra Kencana masih terdapat tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman untuk itu perlu dilakukan penilaian dan evaluasi tentang pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja untuk menciptakan kondisi aman, menghindari tindakan tidak aman dan pengawasan pada setiap kegiatan. Dalam melaksanakan kegiatan penambangan, sering terjadi kecelakaan. Untuk itu dilakukan analisis frequency rate dan severity rate pada CV. Bara Mitra Kencana tahun 2015-2017 dan analisis penyebab kecelakaan kerja di CV. Bara Mitra Kencana tahun 2015-2017. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara terhadap karyawan maupun staf perusahaan dan diolah menggunakan metode statistik kecelakaan dan grafik. Statistik kecelakaan tambang berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555.K/26/M.PE/1995 nilai frequency rate (FR) pada tahun 2015-2017 adalah 7,73; 5,51 dan 4,41 dan sedangkan nilai severity rate (SR) pada tahun 2015-2017 adalah 18,77; 9,93 dan 13.251,5. Persentase faktor penyebab kecelakaan yang ada di CV. Bara Mitra Kencana pada tahun 2015-2017 adalah tindakan tidak aman (unsafe action) sebesar 65% dan kondisi tidak aman (unsafe condition) sebesar 35%.
SEPRIMON
2018 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis timbulan, komposisi, dan potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang dengan jumlah sampel dan metode sampling ditentukan berdasarkan SNI 19-3964-1994. Rata-rata timbulan sampah di kampus Politeknik ATI Padang adalah 0,0076 kg/o/h untuk satuan berat atau 0,0922 l/o/h untuk satuan volume. Berdasarkan sumber, diperoleh timbulan sampah fasilitas administrasi 0,1456 l/o/h, ruang perkuliahan 0,0106 l/o/h, fasilitas ukm 0,0865 l/o/h, fasilitas perpustakaan 0,0898 l/o/h, ruang dosen 0,1971 l/o/h, kantin 0,1442 l/o/h, laboratorium 0,1204 l/o/h, fasilitas ibadah 0,0353 l/o/h, dan halaman/taman 0,0847 l/m2/h. Komposisi sampah di kampus Politeknik ATI Padang didominasi oleh sampah kering 63,40 %, yang terdiri dari sampah kertas 26,49 %, plastik 28,24 %, tekstil 0,08 %, karet 0,40 %, kaca 0,38 %, logam 0,05 %, kaleng 0,95 %, dan lain-lain 6,81 % dan sampah basah 36,60 % yang terdiri dari atas sampah makanan 13,32 %, sampah halaman 23,07 % dan kayu 0,21%. Komponen sampah yang berpotensi di daur ulang adalah sampah kertas 60,41 %, plastik 94,85 %, kaca 57,50 %, sampah kaleng 100 %,sampah halaman 100 % , dan sampah makanan 82,80 %. Rata-rata potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang sebanyak 74, 39 % yang terdiri dari potensi daur ulang sampah kering 52,05 % dan potensi daur ulang sampah basah 22,34 %.