ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nabil Surya Persada merupakan perusahaan tambang yang bergerak di bidang pengolahan bahan galian batugamping. Batugamping diolah dengan menggunakan crushing plant sehingga menghasilkan produk seperti batu split dan abu batu. Berdasarkan data produksi batugamping di PT. Nabil Surya Persada pada bulan Maret 2019, target produksi batu split yang ditetapkan perusahaan sebesar 5.000 ton/bulan tidak tercapai. Sedangkan produksi aktual yang didapat yaitu sebesar 4.569,44 ton/bulan. Hal ini disebabkan karena banyaknya gangguan waktu repair selama kegiatan pengolahan batugamping dan kehabisan bahan baku yang akan diolah, sehingga dari gangguan tersebut menyebabkan waktu kerja efektif menjadi berkurang. Dari masalah tersebut perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan target produksi batugamping. Perbaikan yang dilakukan yaitu pengurangan terhadap gangguan waktu repair seperti pergantian plat impact crusher yang sering rusak dan perbaikan pada genset sehingga pengolahan tidak dapat dilakukan. Hasil yang didapat setelah dilakukannya usulan perbaikan yaitu terjadi pengurangan pada gangguan waktu repair sehingga waktu kerja efektif menjadi meningkat, nilai efesiensi alat unit crushing plant meningkat dan nilai ketersediaan alat dari jaw crusher juga meningkat. Adapun produksi batugamping meningkat dari 4.569,44 ton/bulan menjadi 5.430,10 ton/bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coaljaya (AIC) merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Desa Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Metode penambangan yang dilakukan adalah metode tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Setelah dilakukan penelitian ada beberapa masalah yang dijumpai seperti alat atau mesin yang melebihi nilai ambang batas (NAB) menyebabkan kebisingan ditempat kerja, Intensitas yang melebihi nilai ambang batas mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja dan menimbulkan ketulian, pada observasi awal terdapat tingkat intensitas kebisingan seperti alat bor sebesar 97,2 dB, pemecah batu dengan menggunakan Breaker sebesar 88,2 dB, kemudian pada Crusher sebesar 90,9 dB, pengukuran tingkat intensitas kebisingan menggunakan alat yaitu Sound Level Meter. Kebisingan yang melebihi nilai ambang batas berpengaruh pada gangguan Psikologis, komunikasi, fisiologis terhadap kinerja karyawan dan berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan pekerja atau karyawan dilokasi kerja. Mengetahui nilai intensitas kebisingan pada kegiatan pemboran, pemecahan batuan dengan breaker, dan peremukan menggunakan crusher. Menganalisis hubungan intensitas kebisingan seperti gangguan psikologis, komunikasi, fisiologis terhadap kinerja karyawan. Kemudian dilakukan penyebaran kuesioner pada pekerja/karyawan dilokasi kebisingan, penyebaran kuesioner sebanyak 14 responden. Dan pengolahan data kuesioner menggunakan program komputer SPSS. Setelah dilakukan pengolahan data dengan program SPSS terdapat hubungan antara gangguan psikologis terhadap kinerja karyawan, dimana nilai p value sebesar (0,000), dan gangguan psikologis terhadap kinerja karyawaan sebesar 33,59%, kemudian hubungan antara gangguan komunikasi terhadap kinerja karyawan, dimana nilai p value sebesar (0,002), dan gangguan komunikasi terhadap kinerja karyawan sebesar 23,53%, dan hubungan antara gangguan fisiologis terhadap kinerja karyawan, dimana p value sebesar (0,003), dan gangguan fisiologis terhadap kinerja karyawan sebesar 25,18%.