ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara yang terus berkembang perekonomiannya, terutama dibidang pariwisata, kota Padang sebagai salah satu kota dengan destinasi wisata yang tersebar luas menjadi daya tarik tersendiri guna menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun internasiona. Sovenir yang sering dicari dan terkenal adalah “Sanjai” yang terrbuat dari ubi kayu atau singkong. Salah satu industri pangan yang memanfaatkan singkong atau ubi kayu yang berkembang dengan baik di Kota Padang adalah IKM Keripik Balado Saat ini, pemilik IKM belum memiliki upaya yang berarti guna mengolah limbah kulit singkong yang menumpuk tiap harinya tersebut.Kulit singkong yang dihasilkan berpotensi menimbulkan pencemaran bagi lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan solusi alternatif dalam pengolahan limbah kulit singkong, salah satunya sebagai bahan baku briket kulit singkong. Dilihat dari nilai kalor pembakaran dari kulit singkong yaitu 3.843,84 kalori/gram, maka kulit singkong berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan briket arang, namun, nilai kalor tersebut masih berada di bawah nilai kalor yang di syaratkan dalam SNI briket arang kayu . Untuk menaikkan nilai kalor pada kulit singkong maka dilakukan kombinasi dengan tempurung kelapa. Didalam penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu menggunakan metode Uji ISO 1928:2009 E bertujuan untuk menganalisa nilai kalor, metode Uji ISO 11722:2013 E bertujuan untuk menganalisa kadar air, dan metode Uji ISO 1171:2010 E bertujuan untuk menganalisa kadar abu.Komposisi terbaik dengan penambahan tempurung kelapa terhadap kualitas briket kulit singkong didapatkan pada variasi kulit singkong 50%, tempurung kelapa 50% dan perekat tapioka 3,5% yang memiliki nilai kalor sebesar 5.434 kal/g, kadar air sebesar 2.550 % dan kadar abu sebesar 24.26 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah merupakan hasil sisa dari berbagai aktivitas manusia, bisa berbentuk padat maupun cair. Salah satu contoh aliran air yang telah tercemar oleh limbah adalah Aliran Air Banda Kali Jati yang terdapat di Jl. Perintis Kemerdekaan Kecamatan Padang Timur, Padang. Air pada aliran Banda Kali Jati ini dulunya adalah air jernih dan banyak ikan pada aliran air. Salah satu pengolahan yang dapat dilakukan adalah dengan adsopbsi. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi kandungan logam Fe dan Cu di aliran air Jalan Perintis Kecamatan Padang Timur, menganalisis pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong terhadap kualitas adsorben dan menghitung efisiensi penyisihan kandungan Fe dan Cu terhadap karbon aktif kulit singkong yang diaktivasi menggunakan NaOH. Dengan menggunakan metode eksperimen pembuatan karbon aktif dari kulit singkong dengan tiga variasi konsentrasi pada proses aktivasian untuk mengetahui potensi karbon aktif sebagai material pengolahan air limbah. Berdasarkan hasil analisis pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong terhadap kualitas adsorben yaitu NaOH 7,5N karena kadar abu, kadar air dan daya serap iodin yang dihasilkan karbon aktif dari kulit singkong telah memenuhi standar kualitas arang aktif berbentuk serbuk menurut SNI 06-3730-1995. Dimana pengurangan kadar besi dan tembaga tertinggi menggunakan konsentrasi NaOH 7,5N dengan persentase pengurangan (Fe) 56,42% dan Cu sebesar 18,81%, hal ini menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi yang digunakan dan lamanya waktu perendaman arang aktif yang digunakan untuk menyerap besi (Fe) dan tembaga (Cu) pada air yang dikondisikan akan sangat mempengaruhi terhadap penyerapan besi (Fe) dan tembaga (Cu) dalam air.