ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah merupakan hasil sisa dari berbagai aktivitas manusia, bisa berbentuk padat maupun cair. Salah satu contoh aliran air yang telah tercemar oleh limbah adalah Aliran Air Banda Kali Jati yang terdapat di Jl. Perintis Kemerdekaan Kecamatan Padang Timur, Padang. Air pada aliran Banda Kali Jati ini dulunya adalah air jernih dan banyak ikan pada aliran air. Salah satu pengolahan yang dapat dilakukan adalah dengan adsopbsi. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi kandungan logam Fe dan Cu di aliran air Jalan Perintis Kecamatan Padang Timur, menganalisis pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong terhadap kualitas adsorben dan menghitung efisiensi penyisihan kandungan Fe dan Cu terhadap karbon aktif kulit singkong yang diaktivasi menggunakan NaOH. Dengan menggunakan metode eksperimen pembuatan karbon aktif dari kulit singkong dengan tiga variasi konsentrasi pada proses aktivasian untuk mengetahui potensi karbon aktif sebagai material pengolahan air limbah. Berdasarkan hasil analisis pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong terhadap kualitas adsorben yaitu NaOH 7,5N karena kadar abu, kadar air dan daya serap iodin yang dihasilkan karbon aktif dari kulit singkong telah memenuhi standar kualitas arang aktif berbentuk serbuk menurut SNI 06-3730-1995. Dimana pengurangan kadar besi dan tembaga tertinggi menggunakan konsentrasi NaOH 7,5N dengan persentase pengurangan (Fe) 56,42% dan Cu sebesar 18,81%, hal ini menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi yang digunakan dan lamanya waktu perendaman arang aktif yang digunakan untuk menyerap besi (Fe) dan tembaga (Cu) pada air yang dikondisikan akan sangat mempengaruhi terhadap penyerapan besi (Fe) dan tembaga (Cu) dalam air.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang bagaimana pengaruh membran keramik dalam menetralkan air asam tambang serta pengaruh pasir silika, spon membran, karbon aktif dan membran keramik dan bagaimana perbandingan pH awal dan akhir air asam tambang setelah diolah dengan menggunakan membran keramik berbahan tanah liat lempung, tepung tapioka dan serbuk besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh membran keramik dalam menetralkan air asam tambang dan mengetahui pengaruh pasir silika, spon membran, karbon aktif dan membran keramik juga mengetahui perbandingan pH awal dan pH akhir setelah diolah dengan membran keramik. Metode penelitian yang dilakukan dilaboratorium STTIND padang yaitu metode eksperimen dengan cara melihat ada atau tidaknya membran keramik berpengaruh dalam menetralkan air asam tambang. Variabel waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diukur adalah pH. Dari hasil penelitian untuk komposisi membran (62,267 % tanah lempung : 37,36 % tepung tapioka : 0,374 % serbuk besi) maka didapat hasil akhir dari membran keramik pada sampel 1 pH awal 5,3 dan pH akhir 7,0, sampel 2 pH awal 5,2 dan pH akhir 7,3, sampel 3 pH awal 5,4 dan ph akhir 7,4 dalam waktu endapan 15 s/d 30 menit. Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa membran keramik sangat berpengaruh dalam menetralkan air asam tambang karena didalam membran terdapat daya serap dan daya pengikat logam yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasir besi umumnya terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran batuan asal oleh proses pelapukan dan erosi. Material tersebut kemudian tertransportasi dan diendapkan di sepanjang pantai. belum adanya penggunaan alat modern seperti mesin shaking table pada desa sunur kota Pariaman yang berfungsi sebagai alat pemisahan pasir besi dan minimnya pengolahan untuk pasir besi dilapangan khususnya didaerah pariaman menjadi masalah pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah; menganalisa perbandingan konsentrat dengan tailing pada pencucian pasir besi dengan alat meja goyang (shaking table), menganalisa hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi, dan menganalisa hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi. Penelitian dilakukan tahapan dengan pengambilan sampel di pantai sunur kota pariaman, selanjutnya pemisahan konsentrat dan tailing dengan alat shaking table dengan kemiringan 1°, 2° dan 3° dengan berat sampel 500 gr, 750 gr dan 1000 gr. Kegiatan pengayakan dengan menggunakan ayakan ASTM C 136-06, setelah melakukan kegiatan tersebut maka diperoleh hasil perbandingan konsentrat dan tailing di kemiringan 3° lebih baik dibandingkan kemiringan 1° dan 2°, hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi Semakin bagus kemiringan yang dipakai deck meja alat shaking table maka akan lebih maksimal dalam memisahkan antara konsentrat dengan tailing. Kemiringan 3° sangat efektif diterapkan pada alat shaking table karena dapat memisahkan konsentrat lebih banyak jika dibandingkan dengan kemiringan 1° dan 2°, dan hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi pada shaking table pada kemiringan 3° lebih efesien dibandingkan kemiringan 1° dan °.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasir besi umumnya terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran batuan asal oleh cuaca dan air permukaan. Material tersebut kemudian tertransportasi dan diendapkan di sepanjang pantai. Identikafikasi masalah dari penelitian ini ialah; minimnya penggunaanmesin grinding pada perusahaan pertambangan di Sumatera Barat yang berfungsi sebagai alat benefisiasi bijih, belum adanya kajian persen lolos dan persen tertahan pada ayakan No. 30, 50, 100, dan 200, belum diketahui lama waktu kerja alat rod mill terhadap pengecilan ukuran pasir besi. Tujuan dari penelitian ini adalah; mengetahui persen lolos dan persen tertahan pada ayakan No. 30, 50, 100, 200, dan perngaruh lama waktu kerja alat rod mill terhadap pengecilan ukuran pasir besi. Agar tercapainya tujuan dari penelitian ini maka penulis melakukan beberapa diantaranya; kegiatan pengambilan sampel yang dilakukan dipantai Sunur Kota Pariaman, kegiatan penghalusan dengan menggunakan alat rod mill, dan kegiatan pengayakan dengan menggunakan ayakan ASTM C 136-06 yang dilakukan di PT. Semen Padang, setelah melakukan kegiatan tersebut maka diperoleh hasil; kumulatif persen lolos pada sampel sebelum penggilingan diayakan No 200 adalah 0%, pada sampel setelah penggilingan 20 menit diayakan No 200 = 2,82%, pada sampel setelah penggilingan 40 menit diayakan No 200 = 2,62%, dan pada sampel setelah penggilingan 60 menit diayakan No 200 = 6,88%, untuk kumulatif persen tertahan pada sampel sebelum penggilingan diayakan No 200 = 100%, pada sampel setelah penggilingan 20 menit diayakan No 200 = 97,18%, pada sampel setelah penggilingan 40 menit diayakan No 200 = 97,38%, pada sampel setelah penggilingan 60 menit diayakan No 200 = 93,12%, dan semakin lama waktu kerja alat grinding, maka akan semakin banyak ukuran butir yang lolos ayakan #200 dan akan semakin besar pula persentase lolos ayakan #200. Dari hasil analisa diperoleh persamaan empiris yaitu: y = 0,102x + 0.014 dan nilai R² = 0,863 (mendekati 1) maka kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tempat Pemprosesan Akhir Sampah Regional Payakumbuh menerima sampah dari 4 Kabupaten Kota setiap harinya, lindi dari TPA dibuang langsung ke irigasi sawah yang berada dibawah TPA. Lindi berpotensi mencemari dan berbahaya jika zat-zat yang terkandung melebihi baku terutama terhadap air tanah. Salah satu zat berbahaya yang biasanya terkandung dalam lindi adalah timbal dan besi, maka perlu dilakukan permodelan air tanah dan simulasi model menggunakan MatLab untuk mengetahui sejauh mana kontaminan Pb dan Fe telah menyebar hingga umur TPA saat ini,beberapa tahun yang akan datang,dan prediksi kontaminan sampai di sumur warga. Data yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi adalah Luas TPA, waktu umur pakai TPA, kedalaman sumber, porositas tanah, konduktivitas hidrolis, koefisien distribusi, retardasi,dispersivitas dan konsentrasi kontaminan. Dari hasil pengukuran lindi TPA didapatkan Pb dan Fe melebihi baku mutu PERMEN LH No.5 Tahun 2014 yaitu 0,1 mg/l dan 5 mg/l sedangkan pada hasil pengukuran didapatkan Pb 0,971 mg/L, Fe 5,122 mg/L. Hasil Simulasi pada umur pakai TPA saat ini(7tahun), Pb telah menyebar ±50 m dan Fe telah menyebar ±20 m dari TPA mengikuti aliran air tanah. Prediksi Pencemaran Pb dan Fe pada air tanah terjadi 20 tahun umur pakai TPA mencapai jarak 400 meter dari TPA.