ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertambangan emas alluvial secara konvensional yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Sungai Kapas, Kabupaten Merangin, Jambi menyisakan kubangan-kubangan dalam dan lebar akibat aktivitas penambangan emas. Aktivitas penambangan emas dilakukan disekitar aliran Sungai Blengo yang ada di Desa Sungai Kapas. Beberapa kegiatan berada 100 (seratus) meter dari aliran sungai. Sisa air limbah penambangan dialirkan secara langsung ke sungai sehingga menyebabkan kekeruhan pada air Sungai Blengo. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui kadar pencemaran yang terjadi di Sungai Blengo dengan parameter; TSS (total suspended solid), TDS (total dissolved solid), pH, Suhu, Kadar merkuri, tembaga serta timbal. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai TSS pada setiap sampel stasiun penelitian memiliki nilai melebihi ambang batas maksimal, nilai yang memenuhi nilai maksimal ambang batas adalah 200 mg/L pada stasiun 8 (delapan), pada stasiun lainnya nilai TSS melebihi 200 mg/L dengan nilai tertinggi sebesar 6.400 mg/L pada stasiun 7 (tujuh). Pengujian kadar logam berat timbal dan tembaga pada seluruh stasiun tidak melebihi kadar batas, untuk merkuri pada stasiun 8 (delapan) memiliki kadar yang sangat tinggi yaitu 0,1292 mg/L. Nilai pH pada staisun 3 (tiga) dan memiliki nilai 4,7 dengan demikian nilai tersebut tidak memenuhi standar sebesar 6-9. Dengan demikian dapat diketahui bahwa air Sungai Blengo tidak layak. Hal ini dikarenakan tidak memenuhinya syarat-syarat yang ada pada peraturan yang berlaku untuk penambangan serta pengolahan emas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) merupakan tempat untuk menampung pembuangan sampah dari berbagai lokasi, yang biasa cakupannya adalah satu kota. Penyingkiran dan pemusnahan sampah kedalam tanah merupakan cara yang selalu digunakan, karena biaya relatif murah, pengoperasiannya mudah dan luwes dalam menerima limbah. TPA menjadi tempat penampungan berbagai macam sampah sehingga lindi mengandung berbagai jenis bahan pencemar yang berpotensi mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Setiap TPA memiliki karakteristik air lindi yang berbeda tergantung dari proses yang terjadi di dalam landfill, yang meliputi proses fisika, kimia dan biologis. Umumnya lindi mengandung Chemical Oxygen Demand (COD), Biology Oxygen Demand (BOD), Total dissolved solids (TDS), total organic carbon (TOC), senyawa nitrogen nitrogen dan berbagai jenis logam berat yang tinggi. Parameter pencemar yang di tinjau pada penelitian ini adalah timbal (Pb) dan Mercury (Hg). Untuk mengetahui penyebaran kontaminan,pada penelitian dilakukan permodelan matematis timbal (Pb) dan Mercury (Hg) dengan munggunakan model analitik 1-dimensi dan 2 dimensi berdasarkan persamaan adveksi dan dispersipada air tanah dan air permukaan. Penelitian ini dilakukan di sungai sawah lansek yang merupakan badan air tempat mengalirnya lindi dari TPA regional kota solok. Konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) diukur pada 3 titik, dari hasil pengukuran tersebut diketahui bahwa sawah lansek memang tercemar oleh lindih TPA yang dilihat dari konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) yang sudah melebihi baku mutu. Simulasi dari timbal (Pb) dan Mercury (Hg) menunjukkan semakin lama waktu (t), input polutan yang konstan membuat beban kontaminan semakin besar. Akibatnya konsentrasi kontaminan pada t yang lebih besar akan mengalami penurunan yang lebih jauh. Hasil simulasi konsentrasi timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai jarak ± 100 Meter dari TPA kontaminan terus menyebar seiring bertambahnya umur TPA, kontaminan timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai sungai Batang Lembang yang berjarak ± 2500 Meter dari TPA, dan mengalami penurunan pada jarak yang lebih jauh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2016•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERANCANGAN SARINGAN PENJERNIH AIR SKALA RUMAH TANGGA (Studi Kasus Daerah Kawasan Tambang di Pelawan Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi) Nama : Nur Islami Putri NPM : 1210024428013 Pembimbing I : Hendri Sawir, ST, MSi Pembimbing II : Yaumal Arbi, MT RINGKASAN Air merupakan suatu kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, coba kita bayangkan dalam satu hari saja kita tidak mengkonsumsi air. sering kita jumpai dimana-mana diseluruh tanah air banyak daerah yang kekurangan air dikala musim kemarau, begitu juga diwaktu penghujan terjadi pula banjir, yang lebih anehnya lagi air yang dikonsumsi oleh masyarakat tidak memenuhi syarat yang sesuai dengan Standar Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Untuk mencari solusi persoalan diatas yaitu suatu teknolgi yang sederhana yang terjangkau oleh semua lapisan mayarakat dan tentunya masyarakat pelawan khususnya yaitu pengolahan air bersih dengan saringan penjernih air Skala Rumah Tangga. Daerah sarolangun khususnya pelawan , air yang digunakan berasal dari air tanah, berupa sumur galian dan sungai. Jika air sungai naik akan menyebabkan daerah ini akan tergenang air, sehingga air tanah tercemar. Secara spesifik perairan ini sangat sesuai untuk perkembangbiakan ikan. Namun meningkatnya aktifitas manusia untuk memanfaatkan potensi yang ada di sungai pelawan seperti Penambangan Emas Tampa izin yang mengolah biji emas menggunakan zat berbahaya seperti merkuri yang telah mencemari badan sungai, sehingga penurunan kualitas perairan pelawan sebagai akibat aktifitas manusia yang berlebihan menyebabkan kualitas air sungai juga berdampak besar. Untuk itu Penyaringan ini dapat menurunkan kadar-kadar seperti kekeruhan, bau, begitu juga pH sebelum penyaringan mencapai 4-5 dan setelah penyaringan 6-9 batas normal, dan kadar Merkuri sebelum penyaringan 0,007mg/l dan setelah penyaringan 0,003mg/l. Maka dari uraian diatas bahwa penyaringan sistem penjernih air skala rumah tangga sangat cocok menurunkan kadar kandungan merkuri yang ada pada perairan di lahan gambut seperti daerah pelawan khusunya. Kata kunci : Air Bersih, Pertambangan emas tampa izin, Merkuri