Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Timbal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pemanfaatan Arang Lidi Air (Typha Angustifolia) dalam Menurunkan Kadar Timbal (Pb) pada Limbah Cair Bengkel

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah sisa cuci-cuci pada bengkel merupakan salah satu limbah yang tidak diperhatikan pengolahannya sebelum dibuang ke badan air. Limbah cair tersebut mengandung logam timbal yang berbahaya sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan terhadap makhluk hidup. Baku mutu kandungan timbal diperbolehkan sebesar 0,1 mg/L berdasarkan pada PermenLH No. 5 tahun 2014. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Metode pengolahan limbah cair yang mengandung logam timbal efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari arang aktif Typha angustifolia. Data penelitian berupa hasil pemeriksaan kandungan timbal dari limbah cair bengkel “X”. Pengukuran timbal dilakukan dengan mengacu kepada SNI-6989-8-2009. Pada awal pengujian didapatkan konsentrasi awal limbah cair bengkel tersebut yaitu 0,6623 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah cair bengkel “X”, serta memvariasikan pengujian terhadap berat arang dan waktu kontak optimum arang aktif Typha angustifolia dalam menurunkan kadar timbal pada limbah cair bengkel, didapatkan berat arang optimum penurunan kadar timbal yaitu sebanyak 0,5 gram, serta waktu kontak optimum yang digunakan yaitu selama 8 jam dengan nilai persen efektivitas sebesar 95,11%. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode ini efektif digunakan untuk penurunan kadar timbal pada limbah cair bengkel.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Penyebaran Kontaminan Logam Berat Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) dari Air Lindi Terhadap Air Sungai (Studi Kasus TPA Regional Kota Solok)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) merupakan tempat untuk menampung pembuangan sampah dari berbagai lokasi, yang biasa cakupannya adalah satu kota. Penyingkiran dan pemusnahan sampah kedalam tanah merupakan cara yang selalu digunakan, karena biaya relatif murah, pengoperasiannya mudah dan luwes dalam menerima limbah. TPA menjadi tempat penampungan berbagai macam sampah sehingga lindi mengandung berbagai jenis bahan pencemar yang berpotensi mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Setiap TPA memiliki karakteristik air lindi yang berbeda tergantung dari proses yang terjadi di dalam landfill, yang meliputi proses fisika, kimia dan biologis. Umumnya lindi mengandung Chemical Oxygen Demand (COD), Biology Oxygen Demand (BOD), Total dissolved solids (TDS), total organic carbon (TOC), senyawa nitrogen nitrogen dan berbagai jenis logam berat yang tinggi. Parameter pencemar yang di tinjau pada penelitian ini adalah timbal (Pb) dan Mercury (Hg). Untuk mengetahui penyebaran kontaminan,pada penelitian dilakukan permodelan matematis timbal (Pb) dan Mercury (Hg) dengan munggunakan model analitik 1-dimensi dan 2 dimensi berdasarkan persamaan adveksi dan dispersipada air tanah dan air permukaan. Penelitian ini dilakukan di sungai sawah lansek yang merupakan badan air tempat mengalirnya lindi dari TPA regional kota solok. Konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) diukur pada 3 titik, dari hasil pengukuran tersebut diketahui bahwa sawah lansek memang tercemar oleh lindih TPA yang dilihat dari konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) yang sudah melebihi baku mutu. Simulasi dari timbal (Pb) dan Mercury (Hg) menunjukkan semakin lama waktu (t), input polutan yang konstan membuat beban kontaminan semakin besar. Akibatnya konsentrasi kontaminan pada t yang lebih besar akan mengalami penurunan yang lebih jauh. Hasil simulasi konsentrasi timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai jarak ± 100 Meter dari TPA kontaminan terus menyebar seiring bertambahnya umur TPA, kontaminan timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai sungai Batang Lembang yang berjarak ± 2500 Meter dari TPA, dan mengalami penurunan pada jarak yang lebih jauh.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Penyebaran Kontaminan Timbal (Pb) dan Besi (Fe) dari Lindi di Air Tanah Dangkal (Studi Kasus TPA Regional Payakumbuh)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tempat Pemprosesan Akhir Sampah Regional Payakumbuh menerima sampah dari 4 Kabupaten Kota setiap harinya, lindi dari TPA dibuang langsung ke irigasi sawah yang berada dibawah TPA. Lindi berpotensi mencemari dan berbahaya jika zat-zat yang terkandung melebihi baku terutama terhadap air tanah. Salah satu zat berbahaya yang biasanya terkandung dalam lindi adalah timbal dan besi, maka perlu dilakukan permodelan air tanah dan simulasi model menggunakan MatLab untuk mengetahui sejauh mana kontaminan Pb dan Fe telah menyebar hingga umur TPA saat ini,beberapa tahun yang akan datang,dan prediksi kontaminan sampai di sumur warga. Data yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi adalah Luas TPA, waktu umur pakai TPA, kedalaman sumber, porositas tanah, konduktivitas hidrolis, koefisien distribusi, retardasi,dispersivitas dan konsentrasi kontaminan. Dari hasil pengukuran lindi TPA didapatkan Pb dan Fe melebihi baku mutu PERMEN LH No.5 Tahun 2014 yaitu 0,1 mg/l dan 5 mg/l sedangkan pada hasil pengukuran didapatkan Pb 0,971 mg/L, Fe 5,122 mg/L. Hasil Simulasi pada umur pakai TPA saat ini(7tahun), Pb telah menyebar ±50 m dan Fe telah menyebar ±20 m dari TPA mengikuti aliran air tanah. Prediksi Pencemaran Pb dan Fe pada air tanah terjadi 20 tahun umur pakai TPA mencapai jarak 400 meter dari TPA.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail