ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota sungai penuh memiliki sentra pandai besi yang terletak di desa Koto Padang, kecamatan Tanah Kampung, kota Sungai Penuh. Rata-rata penduduk desa koto padang ini meraup keuntungan dari hasil olahan pandai besi seperti parang, pisau, kapak, dan sejenisnya. Proses produksi dilakukan dengan menimbulkan kebisingan, terutama pada saat besi ditempa dengan martil dan pada proses finishing menggunakan gerinda. Mesin dalam proses pembuatan menghasilkan kebisingan dengan tekanan suara yang tinggi. Berdasarkan data awal kebisingan yang diukur pada lokasi industri, dimana pengukuran dilakukan dengan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali, diperoleh nilai kebisingan yang cukup tinggi. Untuk data awal, pengukuran dilakukan pada 10 IKM, sehingga diperoleh intensitas kebisingan pada IKM rata-rata melebihi nilai ambang batas (NAB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas kebisingan terhadap kinerja karyawan pada sentra IKM pandai besi menggunakan metode Struktural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan data awal kebisingan yang diukur pada lokasi industri, dimana pengukuran dilakukan dengan dilakukan pengulangan sebanyak
2 kali, diperoleh nilai kebisingan yang cukup tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Intensitas kebisingan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai T Statistics = 8,922 > 1,96 dan nilai P-Values = 0,000 < 0,05. Nilai R-Square dari kinerja karyawan adalah 0,616, yang berarti intensitas kebisingan mampu mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 61,6%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pacific merupakan perusahaan tambang batuan andesit, pada proses penambangan beberapa kegiatan produksi pekerja masih belum banyak yang memakai alat pelindung diri (APD), seperti pada kegiatan pemboran pekerja tidak memakai alat pelindung telinga, mata dan mulut. Dalam proses penambangan dapat menimbulkan tekanan lingkungan yang berdampak fisik maupun non fisik, bentuk tekanan lingkungan dapat berupa kebisingan dan kelembaban. Pada proses kegiatan produksi pekerja masih belum banyak yang memakai alat pelindung diri (APD), seperti pada kegiatan pemboran pekerja tidak memakai alat pelindung telinga, mata dan mulut. Di lokasi yang menjadi objek penelitian beberapa masih melebihi nilai ambang batas, seperti tingkat kebisingan pada area pemboran 99.1 dBA dan lintasan kerja 96.3 dBA. Tujuan penelitian ialah mengidentifikasi bahaya tingkat kebisingan, kelembaban, mengetahui persepsi para pekerja dan memetakan hasil tingkat kebisingan dan kelembaban menggunakan software surfer 11. Dari hasil penelitian tingkat kebisingan melebihi nilai ambang batas pada area bengkel 86.04 dB, pemboran 97.18 dB, lintasan kerja 96.35 dB, dan area peledakan 60,9 dB dan tingkat kelembaban masih berada dibawah 85% nilai ambang batas. Pemetaan menunjukkan tiga warna yaitu warna biru 60 – 72 dB, area warna hijau 72 - 82 dB, area warna orange 84 – 92 dan area warna merah 94 – 100 dB. Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-51/MENAKER/1999 sebagai acuan ambang batas kerja maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan melebihi nilai ambang batas, tingkat kelembaban dibawah ambang batas dan persepsi pekerja yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja.