ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ditemukan kurang lebih 10 jenis kecelakaan yang terjadi saat aktivitas pekerjaan pemboran. Setiap aktivitas kerja memiliki risiko munculnya bahaya yang menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan Menganalisis presentase frequency rate dan severity rate kecelakaan kerja, melakukan analisis penyebab kecelakaan kerja, Menganalisa dan membuat metode Job Safety Analysis untuk kasus kecelakaan kerja. Objek penelitian adalah beberapa aktivitas pekerjaan pemboran yang mengandung risiko bahaya. Teknik pengumpulan data studi literatur, observasi, wawancara, kuesioner hingga dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan persentase frequency rate pada tahun 2022 sebesar 50%, sedangkan tahun 2023 sebesar 33.33% dengan severety rate masing-masing sebesar 200%. Dalam kasus kecelakaan kerja pada saat pengoperasian pengangkatan pipa pemboran yaitu pekerja tidak mengerti dengan bahaya pekerjaan saat pengangkatan pipa pemboran, karena pekerja new hire, kemudian karna kondisi lingkungan yang tidak tertata rapi. Kegiatan pengoperasian pengangkatan pipa pemboran diperoleh pengendalian risiko dengan metode Job Safety Analysis yaitu dengan menggunakan Hand of Tool, dan memaksimalkan Penggunaan Hand Glove Heavy Duty (HDHG) untuk menghindari banyaknya cedera tangan serta menggunakan tali pemandu tag line untuk menghindari drop objek saat kegagalan pengangkatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya berlokasi di Parambahan Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Pada kegiatan penambangan secara tambang terbuka, kegiatan pengupasan overburden dilakukan dengan menggunakan metode pemboran dan peledakan. PT. Allied Indo Coal Jaya menargetkan target lubang untuk alat bor furukawa DR 002 dan alat bor epiroc T25 adalah 30 lubang/hari, sedangkan realisasi dilapangan hanya tercapai 21 lubang/hari untuk alat bor furukawa DR 002 dan epiroc T25 hanya 23 disebabkan oleh hambatan-hambatan, baik itu hambatan yang dapat dihindari maupun hambatan yang tidak dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi kerja alat bor dan membandingkan menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE). Berdasarkan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dan data sekunder, selanjutnya akan dilakukan perbaikan dengan simulasi pengurangan hambatan yang dapat dihindari agar dapat meningkatkan efisiensi kerja serta mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan. Pada data aktual didapatkan produktivitas furukawa DR 002 sebesar 124,74 m/hari, dengan nilai OEE 56% dan untuk epiroc T25 sebesar 208,27 m/hari dengan nilai OEE 57%. Setelah dilakukan perbaikan hambatan dan cycle time, didapatkan produktivitas furukawa DR 002 sebesar 182,7 m/hari, dengan nilai OEE 81% dan untuk epiroc T25 sebesar 291,25 m/hari dengan nilai OEE 79%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Ansar Terang Crushindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan batu Andesit yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan pemboran di lapangan tidak tercapai produktivitas alat bor Furukawa PCR 200, untuk mengetahui produktivitas alat tersebut maka perlu melakukan perhitungan di antaranya, Cycle Time, kecepatan pemboran, waktu kerja tersedia, perbaikan waktu hambatan, geometri pemboran aktual dan geometri pemboran ideal . Dari hasil analisis data telah didapatkan waktu kerja efektif 652 menit/hari dan efesiensi kerja 83%, Cycle Time 11,67 menit dengan kecepatan pemboran 30,6 meter/jam dan produktivitas alat bor aktual di lapangan 25,3 meter/jam. Setelah di lakukan perbaikan didapatkan produktivitas alat bor ideal di lapangan 29,24 meter/jam. Dengan menggunakan perhitungan ICI-Explosives untuk geometri pemboran yang aktual nya adalah, tinggi jenjang 4 meter, Burden 2,1 meter, Spacing 2,1 meter, Subdrill 0,5 meter dan Stemming 2 meter dengan hasil yang didapatkan adalah 1.058 Bcm/hari, dengan hasil ini maka tidak tercapai target produksi sebesar 1.230 Bcm/hari, maka geometri pemboran yang ideal adalah, Tinggi jenjang 6 meter, Burden 2,2 meter, Spacing 2,2 meter, Subdrill 0,5 meter dan Stemming 2 meter dengan hasil yang didapatkan sebesar 1.452 Bcm/hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2016•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKPT Lima Energi Utama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batu andesit, terletak di Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan koto baru Kabupaten 50 kota. Metode penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka. Untuk membongkar batuan andesit dengan kekerasan batuan 6 skala moss digunakan metode pemboran dan peledakan, sebab batuan andesit tersebut cukup keras. Pada kegiatan pemboran dan peledakan tentunya membutuhkan biaya.Produksi batu andesit hasil peledakan diantaranya dipengaruhi oleh geometri peledakan, cycle time pemboran, efisiensi kerja alat dan efisiensi kerja operator. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan perhitungan terhadap semua data yang telah dikumpulkan.Geometri peledakan yang digunakan: burden 2,5 meter, spasi 2,5 meter, kedalaman 3,5 meter, dan PF 0,41 Kg/m3. Setelah melakukan pengamatan dan pengolahan data, diperoleh biaya pemboran sebesar Rp 800.438.568,96,- dan biaya peledakan Rp 50.772,-/ton.