ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan pengeboran merupakan salah satu faktor penting untuk pemenuhan produksi penambangan. Adanya perbedaan warna dan tingkat kekerasan batuan dilapangan menjadi hambatan untuk proses laju penembusan batuan pada mesin bor. Pengujian kuat tekan batuan adalah salah satu parameter penting dalam menentukan kelas massa batuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuat tekan batuan terhadap laju penembusan pengeboran batuan pada penyediaan lubang ledak serta menganalisis efisiensi specific energy (SE) makanik mata bor dengan menggunakan metode terapan. Dari pengujian kuat tekan batuan menggunakan alat point load index (PLI) diperoleh nilai kuat tekan rata-rata untuk batuan A (4,42 Mpa) dan untuk batuan B (3,53 Mpa) sehingga nilai kuat tekan batuan A lebih besar dari batuan B. Untuk nilai laju penembusan dari hasil rata-rata uji batuan didapat (37,61) cm⁄menit untuk sampel A dan (58,95) cm⁄menit untuk sampel B.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan Rusun Unimed yang berlokasi Di Desa Kenangan Baru telah dilakukan eksplorasi air tanah dengan metode geolistrik untuk mengetahui kedalaman lapisan air tanah dan posisi titik bor yang potensial di daerah survei. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menduga atau memperkirakan pada kedalaman berapa lapisan pembawa akuifer ditemui, apa jenis litologinya, serta berapa ketebalan dan kedalamannya. Informasi ini sangat dibutuhkan pada pekerjaan selanjutnya yaitu pembuatan sumur bor. Pengukuran dilakukan dengan Konfigurasi Schlumberger, sebanyak 2 (dua) titik. Keberadaan lapisan akuifer pada Lintasan I diduga berada pada kedalaman 94,6 meter dengan litologi pasir dan Lintasan II diduga berada pada kedalaman 91 meter dengan litologi pasir lanau. Hasil dari pengeboran air tanah keberadaan lapisan akuifer berada pada kedalaman 98–127 meter dengan litologi pasir. Bedasarkan pengukuran geolistrik dan pengeboran air tanah, keterdapatan lapisan akuifer menunjukkan akurasi yang baik, hal ini dapat dilihat dari titik Lintasan I lapisan akuifer diduga berada pada kedalaman sekitar
94,6 meter dan pengeboran pada 98 meter, memiliki selisih 4,6 meter. Untuk titik Lintasan II lapisan akuifer diduga berada pada kedalaman sekitar 91 meter, memiliki selisih 7 meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bakapindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batukapur dengan target produksi 15.000 ton/bulan, dengan sistem tambang terbuka yaitu metode quarry. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengeboran serta peledakan batukapur, mencapai fragmentasi yang optimal dan menghitung biaya yang dikeluarkan untuk pengeboran serta peledakan batukapur. Untuk melakukan pemberaian batuan PT. Bakapindo melakukan pengeboran serta peledakan batukapur. Data yang diambil pada penelitian ini terdiri dari dua aspek yaitu aspek teknis dan ekonomis. Aspek teknis yaitu burden, spasi, kedalaman lubang ledak, panjang isian, stemming, subdrilling. Sedangkan aspek ekonomisnya data harga perlengkapan pengeboran serta peledakan dan data upah operator. Untuk pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung ke lapangan terutama mengenai biaya dari kegiatan pengeboran serta peledakan. Berdasarkan perhitungan geometri aktual, fragmentasi batuan ukuran 40 cm yang dihasilkan adalah sebesar 71,45 % dan geometri menurut persamaan RL Ash berukuran 40 cm adalah sebesar 80,67 %. Untuk biaya operasional pengeboran dan peledakan aktual adalah Rp. 83.847.650.- /bulan. Sedangkan biaya operasional pengeboran dan peledakan menurut persamaan RL Ash adalah Rp. 81.041.420.- /bulan.