Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kuat Tekan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kuat Tekan Batuan Terhadap Laju Penembusan Batuan di PT. Bintang Sumatra Pacifik

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kegiatan pengeboran merupakan salah satu faktor penting untuk pemenuhan produksi penambangan. Adanya perbedaan warna dan tingkat kekerasan batuan dilapangan menjadi hambatan untuk proses laju penembusan batuan pada mesin bor. Pengujian kuat tekan batuan adalah salah satu parameter penting dalam menentukan kelas massa batuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuat tekan batuan terhadap laju penembusan pengeboran batuan pada penyediaan lubang ledak serta menganalisis efisiensi specific energy (SE) makanik mata bor dengan menggunakan metode terapan. Dari pengujian kuat tekan batuan menggunakan alat point load index (PLI) diperoleh nilai kuat tekan rata-rata untuk batuan A (4,42 Mpa) dan untuk batuan B (3,53 Mpa) sehingga nilai kuat tekan batuan A lebih besar dari batuan B. Untuk nilai laju penembusan dari hasil rata-rata uji batuan didapat (37,61) cm⁄menit untuk sampel A dan (58,95) cm⁄menit untuk sampel B.

83 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kekuatan Massa Batuan Menggunakan Metode Geological Strength Index di PT. Sumbar Calcium Pratama, Nagari Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT Sumbar Calcium Pratama melakukan operasi penambangan yang menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode quarry. Pada tambang terbuka kegiatannya sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi teknik dan stabilitas lereng, dimana dapat mengakibatkan tidak amannya suatu lahan tambang terbuka yang lazim dikenal sebagai longsoran lereng tambang. Longsoran lereng penambangan pada umumnya disebabkan berbagai faktor sifat fisik dan mekanik dari bahan galian. Kondisi lahan tersebut harus dianalisis stabilitas lerengnya karena menyangkut keselamatan kerja, keamanan peralatan dan kelancaran produksi. Untuk dapat memanfaatkan batugamping secara optimal. Daerah Penambangan terletak pada ketinggian antara 690– 496 mdpl Perbukitan daerah Penambangan, dengan lereng 25º– 45º. Metode geological strength index yang digunakan di PT. Sumbar Calcium Pratama pada daerah penambangan adalah dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan, yang dilakukan 15 titik. Pengukuran lapangan bertujuan nilai GSI (Geological Strength Index). Dari hasil karakterisasi batuan berdasarkan GSI, kemudian diplotkan dalam tabel GSI, Pengujian kuat tekan dengan sebuah contoh batuan dalam geometri beraturan dengan menggunakan alat tekan UCS (Uniaxial Compressive Strength Test), dengan hasil karakteristik tersebut akhirnya dapat diperkirakan kekuatan massa batuan khususnya nilai kohesi dan sudut geser dalam suatu massa batuan. Kekuatan massa batuan pada batugamping di daerah PT. Sumbar Calsium Pratama dengan menggunakan bantuan roclab software diperoleh nilai beberapa parameter massa batuan masing-masing sampel, meliputi, nilai rata-rata GSI (55) dengan kondisi baik, nilai rata-rata uji kuat tekan (27,6) dengan kondisi keras, nilai rata-rata bobot isi asli (2,44), nilai rata-rata bobot isi kering (2,43), nilai rata- rata bobot isi jenuh (2,46). Berdasarkan hasil analisis kekuatan massa batuan pada lapisan batugamping di daerah PT. Sumbar Calcium Pratama secara umum mempunyai kekuatan massa batuan yang sedang, sehingga tidak berpotensi terjadinya kelongsoran pada dinding lereng penambangan batu gamping.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Campuran Komposisi Biobriket terhadap Kuat Tekan dan Mutu Biobriket pada Proses Pembakaran

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatnya penggunaan batubara sebagai bahan bakar menghasilkan limbah padat dari sisa batubara yang terbakar yaitu bottom ash dan fly ash. Bottom ash yang memiliki nilai kalor dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi briket dan dicampur dengan jerami padi. Jerami padi memiliki potensi yang cukup besar dan dapat digunakan sebagai salah satu campuran bahan biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi yang tepat antara bottom ash dan jerami padi serta pengaruh jumlah bahan perekat terhadap nilai kuat tekan. Pengujian kalori biobriket menggunakan alat bom kalorimeter dan untuk mendapatkan nilai kuat tekan dilakukan dengan pengujian menggunakan alat point load indeks. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variasi jumlah campuran antara bottom ash dan jerami padi. Jerami padi harus dikarbonisasi terlebih dahulu sedangkan bottom ash dipisah dari pengotornya. Nilai kalori yang paling tinggi diperoleh dari pengujian pada campuran bottom ash: jerami padi adalah campuran 50:50 2492 cal/gr, dengan kadar air 22.99% dan kadar abu 24,28%. Untuk nilai korelasi hubungan kuat tekan dengan jumlah penggunaan perekat mempunyai hubungan sangat erat dan hampir sempurna yaitu 0.941.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Sistem Penyangga Pada Lubang D-12 Tambang Batubara Bawah Tanah PT. Dasrat Sarana Arang Sejati (PT. DSAS) Desa Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Dasrat Sarana Arang Sejati, merupakan salah satu Perusahaan Tambang Batubara bawah Tanah (underground mining) yang berlokasi di Desa Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.Pada kegiatan tambang bawah tanah di PT. Dasrat Sarana Arang Sejati khususnya untuk lubang maju terdapatnya ambrukan material dan penyangga yang patah akibat tekanan batuan dari atas, samping, kiri dan kanan. Dalam penelitian ini dilakukan kajian teknis sistim penyanggaan kayu menggunakan rumus protodykanop dengan perbandingan beban maksimum dibagi dengan total beban di atas penyangga. Hasil perhitungan didapatlah beban maksimal sebesar 20,8075 ton, jarak rata-rata 1,6 meter total beban di atas peyangga 1,4 (FK> 1). Berdasar hasil analisis tersebut penyangga dapat dikatakan aman.Jarak antar penyangga di lubang maju sebaiknya disamakan, jalur maju antara 1-2 meter dan mengunakan kelas kayu II. Penyangga yang baik untuk lubang maju sebaiknya menggunakan kayu kelas II dan jarak antar penyangga 1 meter agar penyangga aman, dikarenakan semangkin dekat jarak antar penyangga maka nilai faktor keamanannya semangkin besar. Selanjutnya dilakukan perbaikan pada setiap penyangga untuk meminilisir terjadinya insiden pada lubang maju

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail