Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: kuat tekan batuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kekuatan Massa Batuan Menggunakan Metode Geological Strength Index di PT. Sumbar Calcium Pratama, Nagari Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT Sumbar Calcium Pratama melakukan operasi penambangan yang menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode quarry. Pada tambang terbuka kegiatannya sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi teknik dan stabilitas lereng, dimana dapat mengakibatkan tidak amannya suatu lahan tambang terbuka yang lazim dikenal sebagai longsoran lereng tambang. Longsoran lereng penambangan pada umumnya disebabkan berbagai faktor sifat fisik dan mekanik dari bahan galian. Kondisi lahan tersebut harus dianalisis stabilitas lerengnya karena menyangkut keselamatan kerja, keamanan peralatan dan kelancaran produksi. Untuk dapat memanfaatkan batugamping secara optimal. Daerah Penambangan terletak pada ketinggian antara 690– 496 mdpl Perbukitan daerah Penambangan, dengan lereng 25º– 45º. Metode geological strength index yang digunakan di PT. Sumbar Calcium Pratama pada daerah penambangan adalah dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan, yang dilakukan 15 titik. Pengukuran lapangan bertujuan nilai GSI (Geological Strength Index). Dari hasil karakterisasi batuan berdasarkan GSI, kemudian diplotkan dalam tabel GSI, Pengujian kuat tekan dengan sebuah contoh batuan dalam geometri beraturan dengan menggunakan alat tekan UCS (Uniaxial Compressive Strength Test), dengan hasil karakteristik tersebut akhirnya dapat diperkirakan kekuatan massa batuan khususnya nilai kohesi dan sudut geser dalam suatu massa batuan. Kekuatan massa batuan pada batugamping di daerah PT. Sumbar Calsium Pratama dengan menggunakan bantuan roclab software diperoleh nilai beberapa parameter massa batuan masing-masing sampel, meliputi, nilai rata-rata GSI (55) dengan kondisi baik, nilai rata-rata uji kuat tekan (27,6) dengan kondisi keras, nilai rata-rata bobot isi asli (2,44), nilai rata-rata bobot isi kering (2,43), nilai rata- rata bobot isi jenuh (2,46). Berdasarkan hasil analisis kekuatan massa batuan pada lapisan batugamping di daerah PT. Sumbar Calcium Pratama secara umum mempunyai kekuatan massa batuan yang sedang, sehingga tidak berpotensi terjadinya kelongsoran pada dinding lereng penambangan batu gamping.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail