ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persediaan bahan baku merupakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan poduksi untuk dimasa yang akan datang. Adapun fungsi persediaan yaitu untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan juga peramalan persediaan bahan baku tersebut yang menjadi input untuk output nantinya. Permasalah yang terjadi pada PT. STS adalah ketidakseimbangan jumlah persediaan yang diproduksi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan analisis persediaan bahan baku cassia broken untuk memenuhi kebutuhan produksi dengan menggunakan peramalam dan safety stock. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah persediaan bahan baku cassia broken tahun 2019 dan menganalisis hasil peramalan persediaan bahan baku cassia broken dengan safety stock. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan peramalan persediaan menggun akan metode terpilih yaitu trend linier dengan SEE terkecil sebesar 415.079 kg dan total persediaan sebesar 24.382.177 kg. Setelah melakukan peramalan maka akan dilakukan persediaan bahan baku dengan menggunakan safety stock yang mendapatkan hasil sebesar 7.311.073 kg dalam 1 tahun dan jumlah rata-rata per bulan sebesar 609.256,08 kg. Dengan menggunakan persediaan pengaman ini maka hasil peramalan lebih akurat sesuai dengan kelebihan safety stock tersebut sehingga persediaan pengaman dapat digunakan untuk satu tahun kedepan jika sewaktu-waktu bahan baku mengalami keterlambatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EVALUASI DESAIN STOCKPILE INPIT TAMBANG AIR LAYA UPTEUNTUK TARGET PRODUKSI 2016 PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TbkTANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN. Nama : Panji rayuda NPM : 1210024427039 Pembimbing 1 : Drs. Murad MS, MT Pembimbing 2 : Tri Ernita, ST. MP ABSTRAK PT Bukit Asam (Persero), Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pertambangan batubara.Permintaan akan batubara dari konsumen menjadi faktor yang sangat penting dalam industri batubara. Pengadaan batubara di stockpile maupun temporary stockpile menjadi alternatif pemenuhan akan kebutuhan batubara bagi konsumen. Rencana pelebaran stockpileini akan diterapkan pada stockpile inpit TAL yang sudah tidak mampu menampung produksi pada tahun 2015. Pada tahun 2016 PT. Bukit Asam (Persero) Tbk merencanakan peningkatan produksi menjadi 26.700.000 ton/tahun, untuk tambang air laya sebesar 18.600.000 ton/tahun, maka pelebaran inpit stock harus dilakukan. Area inpit stockpile mempunyai luas awal19,7 ha dan mempunyai kapasitas 1.287.495,45 ton, setelah direncanakan pelebaran maka laus area inpit stockpile menjadi 21,3 ha dan kapasitas meningkat menjadi 1.703.604,5 ton. Terjadi penambahan kapasitas inpit stockpile sebesar 470.068,75 tonDengan kapasitas stockpile yang telah bertambah maka stockpile ini mampu menampung produksi untuk 2016 sebesar 1.550.000 ton/bulan. Perencanaan sistem pendukung pada stockpile inpit TAL ini juga dilakukan seperti sitem drainase dan sistem pencegahan swabakar. Pada sistem drainase mempunyai intensitas curah hujan berdasarkan data curah hujan 10 tahun terakhir adalah 56,940 mm/jam, maka debit limpasan yang diperoleh sebesar 32,751 m³/detik. Dimensi pada untuk saluran lebar dasar saluran : 2 m, lebar permukaansaluran : 7 m, tinggi saluran : 3,62 m, dan tinggi jagaan : 1,12 m. Pada sistem pencegahan swabakar perlu diperhatikan seperti ukuran butir pada tumpukan stockpile, mengurangi sudut slope pada tumpukan agar tidak terjadi longsor dan swabakar, memadatkan timbunan batubara yang bertujuan untuk memadatkan rongga batubara dan mengawasi temperature batubara secara berkala untuk mengetahui indikasi-indikasi batubara yang yang berpotensi terbakar. Pada sistem pengaturan batubara dipakai sistem FIFO untuk mengatasi batubara yang lama tertumpuk dan di stockpile inpit TAL mengatur safety stock yang bisa digunakan apabila terjadi permasalahan dipenambangan, safety stock pada stockpile inpit TAL sebesar 423.224,43 ton.